Suara Asyik Jadi Modal PKS, Gerindra, dan PAN di Pilpres 2019

Kompas.com - 09/07/2018, 19:20 WIB
Calon Gubernur Jawa Barat Sudrajat bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Sudrajat mendatangi kediaman pribadi Prabowo di kawasan Jakarta Selatan pada Sabtu (7/7/2018) sore. KOMPAS.com/REZA JURNALISTONCalon Gubernur Jawa Barat Sudrajat bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Sudrajat mendatangi kediaman pribadi Prabowo di kawasan Jakarta Selatan pada Sabtu (7/7/2018) sore.

BANDUNG, KOMPAS.com - Perolehan suara pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) di Pilkada Jawa Barat 2018 menjadi modal besar untuk menatap Pilpres 2019.

Ketua Tim Pemenangan Pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) Haru Suandharu mengatakan, suara pasangan Asyik hanya terpaut 4 persen dari pemenang Pilgub Jabar Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu).

“Pasangan ini aset partai pengusung. Sudah jelas maka pasangan ini akan berkontribusi besar untuk (Pilpres) 2019,” kata Haru yang juga wakil ketua DPW PKS Jabar di Bandung, Senin (9/7/2018).

Tidak hanya suara Asyik, Haru mengatakan, suara Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebagai kampiun Pilkada DKI Jakarta 2017 dan pilkada lainnya juga menjadi modal besar Pilpres 2019.

Baca juga: Menangi Pilkada Jabar 2018, Ini Kata Ridwan Kamil

“Pilkada 2017 sudah terkait konstelasi pilpres apalagi pilkada 2018 pasti ada kaitan dengan pilpres," tuturnya.

"Kalau konstelasi nasional mengarah kepada koalisi yang sama, ini menjadi modal besar karena dimulai dari angka Asyik saat ini. Mudah-mudahan berdampak di tingkat nasional,” lanjutnya.

Haru menjelaskan, saat ini kandidat paling kuat yang akan diusung PKS adalah mantan gubernur Jawa Barat dua periode Ahmad Heryawan.

“Kita masih menunggu keputusan DPP. Tapi di Jawa Barat masih nama Pak Ahmad Heryawan yang diusulkan,” jelasnya.

Baca juga: Gagal di Pilkada Jabar, Sudrajat-Ahmad Syaikhu Coba Peruntungan ke DPR

Sementara itu, calon gubernur Jawa Barat nomot urut 3 Sudrajat mengatakan, suara pasangan Asyik akan mempermudah evaluasi koalisi untuk mengamankan suara di Jawa Barat.

Hal ini untuk memenangkan siapapun calon presiden dan wakil presiden yang ditunjuk.

“Kami bangga kita bisa mencapai prestasi yang luar biasa menjadi nomor urut 2 dengan suara lebih dari 6 juta pemilih. Pilkada 2018 tidak terlepas dari pilpres 2019," katanya.

"Apa yang kita peroleh merupakan lanskap baru yang sebelumnya kita tidak tahu, sehingga kita tahu apa yang akan kita kerjakan menghadapi 2019,” tandasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X