Ditembaki Orang Tak Dikenal, Pelayanan Publik Lapas Pekanbaru Ditutup

Kompas.com - 09/07/2018, 11:53 WIB
Petugas melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pengunjung secara manual pascapenembakan Lapas Pekanbaru, Riau, Senin (9/7/2018). KOMPAS.com/Kontributor Pekanbaru, Idon TanjungPetugas melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pengunjung secara manual pascapenembakan Lapas Pekanbaru, Riau, Senin (9/7/2018).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Pascakejadian penembakan yang dilakukan orang tak dikenal, gerai pelayanan publik Lapas Pekanbaru, Riau, ditutup sementara.

Hal itu dilakukan agar tidak mengganggu pihak kepolisian dalam melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan kasus tersebut.

"Hari ini ruang pelayanan publik tidak difungsikan dulu sampai selesai olah TKP polisi," ungkap Kepala Lapas Pekanbaru Yulius Sahruza pada Kompas.com, Senin (9/7/2018).

Meski demikian, pelayanan terhadap tamu maupun pembesuk tahanan tetap dilakukan seperti biasanya.


"Pelayan kunjungan tetap seperti biasa. Tapi dilakukan secara manual. Sebelumnya kan daftar di ruang pelayanan dulu, pemeriksaan dan sebagainya," kata Yulius.

Baca juga: Kalapas Pekanbaru: Penembakan Diduga Teror Pelaku Narkoba

Terkait masalah ini, dia berharap kepada para keluarga warga binaan Lapas yang datang membesuk agar memahami kondisi tersebut.

"Kami juga meminta, kalau bisa tidak terlalu lama berkunjungnya. Setelah bertemu, enggak lama, titipkan bingkisan, ngobrol sebentar lalu pulang. Karena masih banyak pekerjaan yang mesti kami hadapi. Tapi kalau kondisi sudah normal kembali, aturan kunjungan kami lakukan seperti semula," kata Yulius berharap.

Dia juga berharap pelaku penembakan tersebut agar dapat segera ditangkap oleh pihak kepolisian.

"Ya, supaya kita ketahui apa motif pelaku melakukan penembakan ini. Selama ini Lapas tidak ada masalah," jelas Yulius.

Baca juga: Lapas Pekanbaru Ditembak Orang Tak Dikenal

Sebagaimana diketahui, Lapas Kelas IIA Pekanbaru di Jalan Kapling Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Riau ditembaki orang tidak dikenal, Minggu (8/7/2018) sekitar pukul 03.30 WIB.

Penembakan beruntun tersebut sebanyak lima kali yang mengenai dinding, jendela, kaca dan plafon.

Dari hasil olah TKP, petugas kepolisian menemukan 2 selongsong peluru dan 1 pecahan timah panas. Barang bukti diamankan polisi guna penyelidikan lebih lanjut.

Untuk diketahui juga, penembakan Lapas Pekanbaru diduga ada keterkaitan dengan pelaku narkotika. Namun, kasus ini belum terungkap.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Pembunuh Korban Penculikan di Surabaya Ditangkap, 2 Masih Buron

4 Pembunuh Korban Penculikan di Surabaya Ditangkap, 2 Masih Buron

Regional
ASN Pemkot Padang Terjaring OTT Saber Pungli Terkait Pengurusan BPHTB

ASN Pemkot Padang Terjaring OTT Saber Pungli Terkait Pengurusan BPHTB

Regional
Fakta Dua Nenek Kakak-Beradik yang Setia Tingal Bersama, Buta dan Jual Barang untuk Makan

Fakta Dua Nenek Kakak-Beradik yang Setia Tingal Bersama, Buta dan Jual Barang untuk Makan

Regional
Perjuangan Petugas Padamkan Karhutla di OKI, Lokasi Sangat Jauh dan Motor Digotong Seberangi Kanal

Perjuangan Petugas Padamkan Karhutla di OKI, Lokasi Sangat Jauh dan Motor Digotong Seberangi Kanal

Regional
Kronologi Pasutri di Cianjur Tewas Digigit Ular Menurut Warga

Kronologi Pasutri di Cianjur Tewas Digigit Ular Menurut Warga

Regional
7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

Regional
Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Regional
Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Regional
Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X