KPU Tetapkan Kotak Kosong Sebagai Pemenang Pilkada Makassar 2018

Kompas.com - 07/07/2018, 06:22 WIB
Pembukaan kotak surat suara setiap kecamatan dalam Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Perhitungan dan Penetapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar 2018. KOMPAS.com/Hendra CiptoPembukaan kotak surat suara setiap kecamatan dalam Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Perhitungan dan Penetapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar 2018.

MAKASSAR, KOMPAS.com – Berdasarkan rapat pleno hasil perhitungan suara pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar yang digelar di Hotel Max One Jl Taman Makam Pahlawan, Jumat (6/7/2018), KPU Makassar menetapkan kotak kosong sebagai pemenang dalam Pilkada Makassar 2018.

Kotak kosong mengalahkan calon tunggal Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi (Appi-Cicu) dalam perolehan suara.

Dalam rekapitulasi suara, kotak kosong menang di 13 Kecamatan di Kota Makassar. Sedangkan calon tunggal Appi Cicu hanya menang di 2 Kecamatan.

Kotak kosong memperoleh suara sebanyak 300.795, sedangkan calon tunggal memperoleh suara sebanyak 264.245. Total perolehan suara Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar mencapai 565.040 suara. Perolehan suara antara kotak kosong dengan calon tunggal sebanyak 36.898 suara.

Perolehan suara kotak kosong memperoleh suara Pilkada Makassar 2018 sebanyak 53,23 persen dan perolehan suara calon tunggal Appi-Cicu yang diusung 10 partai besar memperoleh suara sebanyak 46,77 persen.

“Ketua KPU Makassar memutuskan dan menetapkan, rekapitulasi hasil perhitungan suara Wakil dan Wakil Walikota Makassar 2018. Menetapkan hasil perhitugan suara, pasangan calon tunggal Appi-Cicu perolehan suara 264.245. Kotak Kosong memperoleh suara sebanyak 300.795,” kata Komisioner KPU Makassar, Abdullah Mansur yang kemudian menyerahkan salinan putusan kepada pihak terkait.

Sebelumnya saat perhitungan suara di kecamatan 15 terakhir yakni Kecamatan Bontoala, 2 orang saksi calon tunggal Appi-Cicu meninggalkan ruangan atau walk out.

Saksi Appi-Cicu walk out, karena tidak ditemukannya formulir DA1 di dalam kotak suara di rekapitulasi. Formulir DA1 itu, adalah dokumen yang harus dibacakan PPK dalam rekapitulasi.

"Untuk PPK Kecamatan Bontoala saya minta untuk ditunda dulu, sampai betul-betul clear. Ini mengindikasikan ada ketidaknetralan dari PPK. Kami sangat keberatan kalau ini dilanjutkan," kata saksi Appi-Cicu, Habibi.

Komisioner KPU Makassar, Abdullah Mansur menanggapi keberatan yang disampaikan saksi Appi-Cicu itu. Abdullah mengatakan, meskipun tidak ditemukam DA1 PPK Bontoala, boleh dibacakan DA1 plano.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Tegal Laporkan Wakilnya ke Polisi, Dugaan Rekayasa Kasus dan Pencemaran Nama Baik

Wali Kota Tegal Laporkan Wakilnya ke Polisi, Dugaan Rekayasa Kasus dan Pencemaran Nama Baik

Regional
Pilu, Bocah 10 Tahun Meninggal Setelah Diduga Diperkosa, Sempat Demam dan Muntah Darah

Pilu, Bocah 10 Tahun Meninggal Setelah Diduga Diperkosa, Sempat Demam dan Muntah Darah

Regional
Usai Tikam Warga, Seorang Pencuri Tewas Dihajar Massa, Ini Kronologinya

Usai Tikam Warga, Seorang Pencuri Tewas Dihajar Massa, Ini Kronologinya

Regional
Penjelasan Lengkap 4 Petugas Forensik Tersangka Penistaan Agama hingga Dibebaskan

Penjelasan Lengkap 4 Petugas Forensik Tersangka Penistaan Agama hingga Dibebaskan

Regional
Ganjar soal Rencana Sekolah Tatap Muka pada Juli 2021: Uji Coba Dulu

Ganjar soal Rencana Sekolah Tatap Muka pada Juli 2021: Uji Coba Dulu

Regional
Was-was Longsor Susulan, 50 Santriwati Ponpes di Pamekasan Dipulangkan

Was-was Longsor Susulan, 50 Santriwati Ponpes di Pamekasan Dipulangkan

Regional
Heboh Hiu Berwajah Mirip Manusia, BKKPN Kupang: Itu Normal, Fisiknya Belum Sempurna

Heboh Hiu Berwajah Mirip Manusia, BKKPN Kupang: Itu Normal, Fisiknya Belum Sempurna

Regional
Tenaga Ahli Menkes Temui Sultan HB X, Bicara soal PPKM hingga Vaksinasi Pedagang

Tenaga Ahli Menkes Temui Sultan HB X, Bicara soal PPKM hingga Vaksinasi Pedagang

Regional
Kisah Risalianus, Ayah Ibunya Lumpuh, Sepulang Sekolah Dia Berkebun untuk Hidupi Keluarga

Kisah Risalianus, Ayah Ibunya Lumpuh, Sepulang Sekolah Dia Berkebun untuk Hidupi Keluarga

Regional
Cerita Mantan Kades di Cianjur, Gelapkan Dana Desa 332 Juta untuk Bayar Utang Pribadi

Cerita Mantan Kades di Cianjur, Gelapkan Dana Desa 332 Juta untuk Bayar Utang Pribadi

Regional
Diduga Cemburu, Seorang Mahasiswa Gantung Diri Pakai Jilbab di Kos, Ini Ceritanya

Diduga Cemburu, Seorang Mahasiswa Gantung Diri Pakai Jilbab di Kos, Ini Ceritanya

Regional
Jumat Ini, Cellica dan Aep Dilantik Langsung oleh Ridwan Kamil

Jumat Ini, Cellica dan Aep Dilantik Langsung oleh Ridwan Kamil

Regional
Bupati dan Wakil Bupati Semarang Terpilih Dilantik Besok, Undangan Terbatas

Bupati dan Wakil Bupati Semarang Terpilih Dilantik Besok, Undangan Terbatas

Regional
Prokes Super Ketat Pelantikan Kepala Daerah di Jatim, Wajib Tinggal di Surabaya

Prokes Super Ketat Pelantikan Kepala Daerah di Jatim, Wajib Tinggal di Surabaya

Regional
Sekda Samarinda: Kami Tidak Keluarkan Izin Kerumunan, Perkawinan dan Lainnya

Sekda Samarinda: Kami Tidak Keluarkan Izin Kerumunan, Perkawinan dan Lainnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X