Suhu Kota Bandung Lebih Dingin dari Biasanya, Ini Penjelasan BMKG

Kompas.com - 06/07/2018, 17:57 WIB
Suasana di skywalk Teras Cihampelas, Bandung. KOMPAS.com/Dendi RamdhaniSuasana di skywalk Teras Cihampelas, Bandung.

"Dalam bulan Juli dari 1-6 Juli, ini paling rendah, hari ini yang tercatat di16,4 derajat celcius dan suhu maksimum itu mencapai dikisaran 28 derajat celcius," ungkapnya.

Baca juga: Hujan Es Landa Bandung, Besarnya dari Butiran hingga Sebesar Kelereng

Suhu terendah di 16,4 derajat celcius ini pernah terjadi di Kota Bandung pada 40 tahun yang lalu.

"Suhu tercatat terendah selama 40 tahun itu hingga mencapai 11,2 Agustus 1987," katanya.

Penurunan suhu ini terjadi tergantung dari prakiraan di kondisi Australia. Apabila Negara Kangguru itu mengalami penurunan suhu udara, maka suhu tersebut akan berdampak pada negara ini.

"Untuk tahun ini, tercatat 1-6 Juli terutama di bulan Juli ini di suhu 16,4 derajat celcius," katanya.

Baca juga: Kisah Kapolsek Bangil Dikejar Pelaku hingga Dilempar Tas Berisi Bom yang Kemudian Meledak

Suhu dingin ini diperkirakan bakal terjadi selama musim kemarau di bulan Juni-September. Hal tersebut karena puncak musim dingin di Australia terjadi antara Juli-September.

"Jadi dalam sepekan juga kita lihat ada beberapa perkiraan di Australia suhunya bisa mencapai 6 derajat, 9 derajat, itu juga akan berdampak pada kondisi cuaca, terutama suhu udara di wilayah kita," katanya.

Oleh karena itu, Iid mengimbau kepada masyarakat agar menjaga kondisi badan dengan menkonsumsi banyak buah-buahan dan minum yang cukup, mengingat di cuaca dingin kering seperti ini akan banyak dibutuhkan air. 

Baca juga: Cerita Si Kembar RI 1 dan RI 2, Kakak Ingin Jadi Programmer, Adik Jadi Wakil Presiden (2)

Selain itu, kondisi angin relatif kencang di musim kemarau ini, yakni di kisaran 36-45 kilometer. Angin kencang ini juga berdampak pada tingginya gelombang maksimum. 

"Dalam seminggu ke depan, kami imbau nelayan untuk tidak melaut, terus memantau informasi tinggi gelombang melalui BMKG atau stakeholder, seperti TNI AL, karena dalam seminggu kedepan kondisi gelombang relatif tinggi di kisaran 3,5meter-4meter," ucapnya.

Angin ini terjadi karena gangguan siklon Mario yang akan berlangsung selama berjam-jam bahkan hingga mingguan.

"Paling lama 2 minggu," ujarnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Regional
[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

Regional
 Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Regional
2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

Regional
8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

Regional
Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Regional
Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Regional
Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Regional
'Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah' 

"Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah" 

Regional
Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Regional
Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Regional
Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Regional
Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Regional
5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

Regional
Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X