Kompas.com - 06/07/2018, 16:30 WIB
Embun beku yang kerap dikenal masyaraka dengan istilah Bun Upas menyapu wilayah Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Jumat (6/7/2018). KOMPAS.com/Dok Pokdarwis Dieng KulonEmbun beku yang kerap dikenal masyaraka dengan istilah Bun Upas menyapu wilayah Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Jumat (6/7/2018).

BANJARNEGARA, KOMPAS.com - Embun es turun di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, Jumat (6/7/2018) dini hari. Warga setempat menyebut fenomena ini dengan istilah ‘bun upas’ atau embun racun.

Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara Setyoajie Parayudhi menuturkan, istilah bun upas atau embun beracun yang disematkan masyarakat Dieng kepada fenomena alam ini bukan tanpa alasan.

Pasalnya, di balik panorama indah yang terjadi pada bulan-bulan tertentu ini, bun upas nyatanya menjadi momok bagi petani kentang di Dieng karena dapat membunuh tanaman kebun seketika itu juga.

Baca juga: Suhu Ekstrem, Embun Es Turun di Dataran Tinggi Dieng

Menurut Setyoajie, walaupun bun upas yang terjadi semalam masuk kategori tipis, namun masih dapat menyebabkan bibit tanaman menguning dan mati.

Dia mengimbau para petani untuk melakukan langkah antisipatif untuk mengatur pola tanam dengan memanfaatkan informasi iklim dari BMKG.

“Tentu harus aktif berkonsultasi dengan PPL Pertanian untuk memilih dan menanam varietas tanaman yang pada saat memasuki musim kemarau sudah tahan terhadap bun upas,” ungkapnya.

Baca juga: Kapolri Sebut Pemilik Bom Pasuruan Pengecut karena Kabur, Tinggalkan Anak yang Terluka

Salah satu petani kentang di Desa Dieng Kulon, Sutopo, mengatakan, pada awal bulan Juli ini, bun upas telah dua kali menyerang tanaman kentang di kebunnya. Kedatangan bun upas yang tiba-tiba ini jarang sekali dapat diprediksi oleh petani.

“Sudah dua hari kemarin, tapi paling parah hari ini, tidak banyak yang bisa dilakukan, antisipasinya paling cuma dikasih jaring biar embun tidak sampai jatuh ke permukaan daun,” katanya.

Ganggu kesehatan

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kebupaten Banjarnegara, Ahmad Setiawan mengungkapkan, suhu ekstrem yang melanda kawasan Dieng pada khususnya membawa sejumlah risiko kesehatan bagi masyarakat lokal dan wisatawan.

Baca juga: Kisah Kapolsek Bangil Dikejar Pelaku hingga Dilempar Tas Berisi Bom yang Kemudian Meledak

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X