Hasil Rekapitulasi KPU untuk Pilkada Pamekasan Digugat ke Bawaslu

Kompas.com - 05/07/2018, 23:51 WIB
Serah terima berita acara hasil rekapitulasi Pilbup Pamekasan dari Ketua KPU kepada saksi Paslon Kholifah, Kamis (5/7/2018)KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMAN Serah terima berita acara hasil rekapitulasi Pilbup Pamekasan dari Ketua KPU kepada saksi Paslon Kholifah, Kamis (5/7/2018)

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Hasil rekapitulasi pemilihan kepala daerah ( pilkada) bupati dan wakil bupati Pamekasan, yang digelar hari ini di gedung PKPRI Pamekasan, Kamis (5/7/2018) ditolak oleh saksi pasangan calon nomor urut 2 Kholilurrahman dan Fathorrahman (Kholifah).

Menurut saksi tersebut, pelaksanaan pemungutan suara dan penghitungan suara di sejumlah TPS diwarnai dengan kecurangan.

Saksi Paslon Kholifah yang bernama Fathor mengatakan, banyak kecurangan yang terjadi di TPS seperti satu orang mencoblos berulang-ulang dengan menerima beberapa surat suara dari petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Bukti kecurangan itu sudah dikantongi olehnya berupa rekaman video.


Kecurangan lainnya, yakni hasil penghitungan suara antara formulir C1 KWK dengan DA1 KWK juga ditemukan ketidaksamaan.

Baca juga: Terancam Tak Bisa Ikut Pilkada, Ratusan Warga Pamekasan Panik

 

Perbedaan lainnya yang menjurus ke pelanggaran, yakni adanya perbedaan yang mencolok antara surat suara terpakai Pilgub dengan Pilbup. Jumlah surat suara terpakai, lebih banyak Pilgub dibandingkan Pilbup.

"Perbedaan hasil suara banyak terjadi di Kecamatan Pasean, Waru, Batumarmar, Pegantenan dan Proppo," ujar Fathor.

Karena banyak pelanggaran dan kecurangan, Fathor enggan menandatangani berita acara rekapitulasi tingkat kabupaten. Pihaknya lebih memilih melaporkan pelanggaran dan kecurangan tersebut kepada Bawaslu Jawa Timur.

"Semua bukti yang ada terkait pelanggaran dan kecurangan sudah kami laporkan ke Bawaslu Jawa Timur. Kami menuntut agar ada pencoblosan ulang di kecamatan yang terdapat kecurangan dan pelanggaran," ungkap Fathor.

Ketua Komisioner KPU Pamekasan Mohammad Hamzah mengaku tidak keberatan atas penolakan saksi Paslon Kholifah untuk menandatangani berita acara hasil rekapitulasi.

Pihaknya juga tidak mempersoalkan atas pelaporan dugaan kecurangan dan pelanggaran yang ditemukan oleh Paslon Kholifah.

"Kalau keberatan atau menolak atas hasil rekapitulasi silahkan. Ada ketentuannya dan aturannya yang harus diikuti," kata Hamzah.

Baca juga: Paslon Bupati Pamekasan Diumumkan, Tiga di Antaranya Mantan Anggota Dewan

Berdasarkan hasil rekapitulasi Pilkada Kabupaten Pamekasan, pasangan nomor urut 1 Badrut Tamam dan Raja'e memperoleh sebanyak 257.738 suara. Pasangan ini diusung oleh PKS, PAN, Partai Gerindra dan PKB.

Sedangkan pasangan nomor urut 2 Kholilurrahman dan Fathorrahman memperoleh 228.596 dari total 680.392 daftar pemilih tetap. Pasangan ini diusung oleh PPP, Nasdem dan Golkar. 

Sedangkan jumlah warga Pamekasan yang tidak memilih atau golput, mencapai 181.314 suara. 

Kompas TV Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri dilaporkan pengasuh Pondok Pesantren Al Islah Pamekasan, Jawa Timur.


 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Melalui Anaknya, Seorang Ibu Sumbang Sandiaga Uno Rp 500.000

Melalui Anaknya, Seorang Ibu Sumbang Sandiaga Uno Rp 500.000

Regional
Dukung Ma'ruf Amin, Ketua PWNU Jatim Sebut Masa Depan Negara di Tangan NU

Dukung Ma'ruf Amin, Ketua PWNU Jatim Sebut Masa Depan Negara di Tangan NU

Regional
Akar Masalah Mandeknya Dunia Riset Tanah Air Dinilai Belum Tersentuh Kedua Paslon

Akar Masalah Mandeknya Dunia Riset Tanah Air Dinilai Belum Tersentuh Kedua Paslon

Nasional
Menyangkut Masa Depan Bangsa, Pengamat Kecewa Imunisasi Tak Dibicarakan di Debat Ketiga

Menyangkut Masa Depan Bangsa, Pengamat Kecewa Imunisasi Tak Dibicarakan di Debat Ketiga

Nasional
Pengungsi Banjir Bandang di Jayapura Butuh Selimut dan Tenda

Pengungsi Banjir Bandang di Jayapura Butuh Selimut dan Tenda

Regional
Terbukti Bersalah, Mantan Direktur Keuangan Pertamina Tak Dihukum Uang Pengganti

Terbukti Bersalah, Mantan Direktur Keuangan Pertamina Tak Dihukum Uang Pengganti

Nasional
Atasi Pengangguran, Kedua Paslon Dinilai Tak Manfaatkan Infrastruktur yang Ada

Atasi Pengangguran, Kedua Paslon Dinilai Tak Manfaatkan Infrastruktur yang Ada

Nasional
2 Jenazah WNA Malaysia Korban Longsoran Air Terjun di Lombok Dipulangkan

2 Jenazah WNA Malaysia Korban Longsoran Air Terjun di Lombok Dipulangkan

Regional
Korban Ungkap Teroris di Selandia Baru Bingung dengan Denah Masjid

Korban Ungkap Teroris di Selandia Baru Bingung dengan Denah Masjid

Internasional
Ketika Matematika Digunakan untuk Menangani Wabah Penyakit

Ketika Matematika Digunakan untuk Menangani Wabah Penyakit

Edukasi
Polisi Tangkap 2 Penjambret Mahasiswi di Kupang, 1 Pelaku Ditembak

Polisi Tangkap 2 Penjambret Mahasiswi di Kupang, 1 Pelaku Ditembak

Regional
KPK Temukan Uang di Ruangan Menterinya, Ini Tanggapan Kementerian Agama

KPK Temukan Uang di Ruangan Menterinya, Ini Tanggapan Kementerian Agama

Nasional
Menurut Pengamat, Ini Alasan Mengapa Ma'ruf Tampil 'di Luar Ekspektasi' saat Debat Ketiga

Menurut Pengamat, Ini Alasan Mengapa Ma'ruf Tampil "di Luar Ekspektasi" saat Debat Ketiga

Nasional
Kekerasan Seksual Itu Bernama 'Revenge Porn', Apa Itu? Ini 6 Tandanya

Kekerasan Seksual Itu Bernama "Revenge Porn", Apa Itu? Ini 6 Tandanya

Edukasi
Banjir di Gunungkidul, Puluhan Kepala Keluarga Masih Mengungsi

Banjir di Gunungkidul, Puluhan Kepala Keluarga Masih Mengungsi

Regional

Close Ads X