Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Kompas.com - 05/07/2018, 21:27 WIB

BAUBAU, KOMPAS.com – Masing-masing saksi dari tiga pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Baubau, Sulawesi Tenggara, menolak hasil rekapitulasi penghitungan suara di KPU Kota Baubau, Kamis (5/7/2018).

“Proses ini banyak temuan dan kejanggalan. Besar kemungkinan kami tidak akan menandatangani pleno (hasil rekapitulasi suara di KPU),” kata La Nuhi, saksi dari pasangan calon Yusran Fahim-Ahmad, di kantor KPU.

Baca juga: Gerindra Tanggapi Real Count PKS yang Dimenangi Ridwan Kamil-Uu

Dia melihat kejanggalan adanya pemilih ganda dan bukti formulir A5 yang tidak diperlihatkan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

“Sampai hari ini kami minta seakan-akan kayak sebagai misteri, apa susahnya kalau diperlihatkan. Selanjutnya kami akan ke MK karena jalurnya ke sana,” ujarnya.

Baca juga: Ibu Hamil dan Anak Balitanya yang Berbagi Pelampung Saat Kapal Tenggelam Ditemukan Tewas

Hal yang sama dikemukakan, Jufri, saksi dari pasangan calon Ibrahim Marsela-Ilyas yang tidak menerima rekapitulasi yang dilakukan 8 PPK se-Kota Baubau.

“Di semua kecamatan itu terjadi syarat jual beli suara yang mempengaruhi pemilih sehingga mencoblos salah satu pasangan tertentu,” ucap Jufri.

“Oleh karena itu sangatlah beralasan kami tidak dapat menerima rekapitulasi di seluruh tingkatan PPK se-Kota Baubau dan juga KPU Baubau,” tambahnya.

Baca juga: Ayah Korban Ledakan Bom Pasuruan Memilih Melarikan Diri Ketimbang Urus Anaknya

Sofyan Kaepa, saksi pasangan calon dari Roslina Rahim-La Ode Yasin, mengatakan, pilkada pilwali terjadi banyak kecurangan, seperti pemilih ganda dan keberadaan surat keterangan siluman.

Sementara itu, Ketua KPU Baubau Edi Sabara tidak mempermasalahkan bila saksi menolak rekapitulasi hasil peghitungan suara di tingkat KPU.

“Mereka punya untuk tidak menandatangani, tapi KPU Baubau berkewajiban memberikan hasil rekapitulasi tersebut kepada saksi pasangan calon,” kata Edi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke