Cerita Klinik Sunat Legendaris di Bekasi, Didatangi Ratusan Orang hingga Tolak Anak Gemuk

Kompas.com - 05/07/2018, 07:00 WIB
Klinik Haji Amung yang beralamat di Kampung Bulak Temu, Kelurahan Sukabudi, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sudah puluhan tahun klinik ini melayani pasien khusus khitanan atau sunatan. Ratusan orang per hari datang ke klinik ini. SONORA/S Jumar SudiyanaKlinik Haji Amung yang beralamat di Kampung Bulak Temu, Kelurahan Sukabudi, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sudah puluhan tahun klinik ini melayani pasien khusus khitanan atau sunatan. Ratusan orang per hari datang ke klinik ini.

BEKASI, KOMPAS.com - Liburan sekolah menjadi kesempatan bagi para orangtua untuk menggelar hajatan rumah tangga, khususnya khitanan bagi anak-anaknya.

Ritual khitanan atau sunatan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia merupakan sebuah momen penting yang selalu dinantikan bagi setiap anak laki-laki.

Adalah Klinik Haji Amung yang beralamat di Kampung Bulak Temu, Kelurahan Sukabudi, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sudah puluhan tahun klinik ini melayani pasien khusus khitanan atau sunatan.

Baca juga: Cerita Pemilik 5 Ekor Ikan Arapaima, Biaya Rp 200.000 Per Hari hingga Didatangi Polisi

Samsuri (35), warga Desa Pete Cina, Sukaraja, Tambelang, Kabupaten Bekasi, mengatakan, dia beserta keluarga besarnya sengaja datang ke Klinik Haji Aming pagi-pagi untuk mengantarkan keponakannya, Riski (4,5), demi mendapatkan antrean awal.

"Sengaja kami datang lebih awal agar dapat antrean pagi. Namun karena saking ramainya pasien, baru pukul 11.00 WIB baru dapat antrean," ujar Samsuri, Minggu (1/7/2018).

Dari mulut ke mulut

Hal senada juga diutarakan Linda (45), warga Jatinegara, Jakarta Timur, yang sudah sejak pagi-pagi buta ikut mengantre untuk mengantarkan keponakannya dikhitan.

Baca juga: Kisah Soesilo Toer, Adik Pramoedya Ananta Toer yang Bergelar Doktor dan Kini Jadi Pemulung (1)

Linda menuturkan, informasi tentang Klinik Sunat Haji Amung diterimanya dari sanak saudaranya dari mulut ke mulut beberapa tahun lalu. Pada saat itu, dia hendak menyunatkan kedua putranya.

"Kabar tentang Klinik Haji Amung sebenarnya tersiar lewat mulut ke mulut, yang menurut orang kalau sunat di sini, anak yang awalnya tidak mau sunat menjadi mau dan berani," ujar Linda.

Baca juga: Cerita Nanda, Pengemudi Ojek Online yang Dicari-cari Ridwan Kamil

Sementara itu, menurut Irfan (21), salah satu karyawan Klinik Haji Amung yang melayani bagian pendaftaran pasien, Klinik Haji Amung awalnya merupakan klinik dokter umum yang sudah beroperasi sejak 1997.

Namun karena banyak orang yang datang untuk mendapatkan pelayanan khitan atau sunat, klinik ini lebih dikenal sebagai klinik khitan hingga saat ini.

"Haji Muhtani (55) atau lebih dikenal dengan Haji Amung sudah beroperasi sejak 1997, dengan melayani pasien dari berbagai penjuru daerah mulai Jakarta, Tangerang, Bogor, Bekasi, bahkan dari luar kota seperti Brebes, Cirebon," ucap Irfan.

Bersambung ke halaman dua: Ratusan orang datang ke klinik ini setiap hari...

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X