Gerindra Tanggapi Real Count PKS yang Dimenangi Ridwan Kamil-Uu

Kompas.com - 05/07/2018, 06:19 WIB
Calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Barat nomor urut tiga Sudrajat (tengah) dan Ahmad Syaikhu (kedua kanan) didampingi Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Tate Qomaruddin (kedua kiri) memberikan keterangan pers hasil hitung cepat Pilgub Jawa Barat 2018 di Hotel Preanger, Bandung, Jawa Barat, Rabu (27/6/2018). Pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu menyatakan tetap menunggu real count dari hasil rekapitulasi KPU Jawa Barat serta tetap optimistis menang Pilgub Jawa Barat 2018. ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBICalon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Barat nomor urut tiga Sudrajat (tengah) dan Ahmad Syaikhu (kedua kanan) didampingi Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Tate Qomaruddin (kedua kiri) memberikan keterangan pers hasil hitung cepat Pilgub Jawa Barat 2018 di Hotel Preanger, Bandung, Jawa Barat, Rabu (27/6/2018). Pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu menyatakan tetap menunggu real count dari hasil rekapitulasi KPU Jawa Barat serta tetap optimistis menang Pilgub Jawa Barat 2018.

BANDUNG, KOMPAS.com — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merilis hasil survei internalnya yang menyatakan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum unggul di Pilkada Jabar 2018.

Berbeda dengan rekan koalisinya, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Barat menyatakan, hasil survei internal PKS tidak mewakili tim pemenangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik). 

“Pernyataan pers Ketua PKS Jabar Nur Supriyanto, yang merilis hasil perhitungan suara, tidaklah mewakili tim pemenangan Asyik, melainkan atas nama PKS Jawa Barat," ujar Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi, Rabu (5/7/2018).

"Meski demikian, kami menghormati sikap dan langkah tersebut,” tuturnya.

Baca juga: Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum Menang di Real Count PKS

Mulyadi menambahkan, partai pengusung pasangan Asyik bukan hanya PKS. Masih ada partai lainnya, yakni Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Idaman. 

“Saat ini, tim pemenangan gabungan belum selesai merekap hasil suara dan masih mengumpulkan data C1 dari seluruh TPS di Jawa Barat," katanya.

"Tahapan yang sedang dilakukan adalah merekap perolehan suara dari setiap kabupaten dan kota,” akunya.

Meski berseberangan dengan PKS, Mulyadi mengatakan, pihaknya akan tetap memegang teguh optimisme kemenangan pasangan Asyik hingga benar-benar ada pengumuman pemenang Pilkada Jawa Barat oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Baca juga: Pesan Terakhir Korban Penjambretan di Cempaka Putih untuk Calon Suami

“Tim pemenangan Asyik akan tetap menjunjung tinggi demokrasi dan menaati konstitusi. Karena itu, kami bersikap tetap menunggu hasil pengumuman KPUD Jawa Barat pada 9 Juli 2019,” ujarnya.

Tim pemenangan gabungan, lanjut Mulyadi, baru akan bersikap dan menentukan langkah selanjutnya apabila terjadi ketidakcocokan perolehan suara antara versi pengumuman KPU dengan rekapitulasi versi C1 asli yang dimiliki tim gabungan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

Regional
Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Regional
Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Regional
Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Regional
Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Regional
Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Regional
2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

Regional
Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Regional
Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Regional
Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Regional
Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Regional
Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Regional
Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Regional
Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X