Warga Sabu Raijua Kubur Bangkai Paus dengan Ritual Adat

Kompas.com - 04/07/2018, 22:46 WIB
Warga Desa Halapaji, Kecamatan Sabu Liae, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), sedang mengubur bangkai Paus dengan menggunakan alat berat di Pantai Keppo, Rabu (4/7/2018) Dokumen Balai Konservasi Kawasan Perairan Nasional (BKKPN) KupangWarga Desa Halapaji, Kecamatan Sabu Liae, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), sedang mengubur bangkai Paus dengan menggunakan alat berat di Pantai Keppo, Rabu (4/7/2018)

MENIA, KOMPAS.com - Masyarakat Desa Halapaji, Kecamatan Sabu Liae, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur ( NTT), menggelar ritual adat saat mengubur bangkai paus yang telah mati.

Saat mengubur mamalia jenis Paus Sperma di Pantai Keppo, Desa Halapaji, hadir pula petugas dari Balai Konservasi Kawasan Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sabu Raijua, Polres, TNI AL, Satpol PP dan Kepala Desa.

Kepala Balai Konservasi Kawasan Perairan Nasional (BKKPN) Kupang Ikram Sangadji mengatakan, paus dengan ukuran panjang 9,8 meter itu dikubur dengan menggunakan alat berat ekskavator.

Baca juga: Paus Sperma dengan Luka di Sekujur Tubuh Terdampar di Sabu Raijua

"Prosesi penguburan diawali dengan ritual adat oleh pemuka adat. Masyarakat meyakini bahwa paus adalah nenek moyang mereka," ucap Ikram kepada Kompas.com, Rabu (4/7/2018) malam.

Ikram menjelaskan, matinya paus itu berawal ketika empat orang tim BKKPN Kupang mendapat informasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sabu Raijua tentang adanya kejadian Paus terdampar.

Selanjutnya tim BKKPN bersama dua orang staf dari Dinas Kelautan dan Perikanan setempat, kemudian bergerak menuju lokasi.

Baca juga: 8 Hiu Paus Jadi Magnet Pariwisata Gorontalo

"Informasi dari masyarakat, paus sudah terlihat mati di tengah laut sekitar pukul 06.00 Wita pagi tadi. Masyarakat menunggu air surut lalu dilakukan penarikan bangkai paus ke arah darat,"jelasnya.

Menurut Ikram, paus tersebut diduga sudah mati sejak dua hari yang lalu, karena pada bagian dalam perut terburai keluar dan tergores di bagian bawah.

Saat itu, di lokasi telah berkumpul BPBD, Polres, TNI AL, Satpol PP Kecamatan dan Kepala Desa.

"Awalnya masyarakat ingin memotong daging paus untuk dikosumsi. Namun setelah dilakukan sosialisasi tentang perlindungan paus serta penanganan paus terdampar, maka disepakati penanganan harus dikubur, Sehingga BPBD melakukan koordinasi untuk mendatangkan ekskavator," jelasnya.

Baca juga: Paus Melon Terdampar di Pantai Wisata dalam Kondisi Terluka

Setelah ekskavator tiba di lokasi, selanjutnya dilakukan penggalian lubang dengan dalam sekitar dua meter dan panjang sekitar 10 meter.

"Setelah dilakukan penggalian, ekskavator kemudian menarik bangkai paus secara perlahan ke dalam lubang yang sudah dibuat. Kuburan paus berjarak sekitar 200 meter dari bibir pantai," tutupnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasien Sembuh dari Covid-19 di Sultra Capai 2.675 Orang

Pasien Sembuh dari Covid-19 di Sultra Capai 2.675 Orang

Regional
Wakil Bupati Dompu Arifuddin Dinyatakan Positif Covid-19

Wakil Bupati Dompu Arifuddin Dinyatakan Positif Covid-19

Regional
7 Daerah di Jateng Masih Zona Merah, Ganjar Terjunkan Tim Pendampingan

7 Daerah di Jateng Masih Zona Merah, Ganjar Terjunkan Tim Pendampingan

Regional
Wali Kota Jadi Tersangka karena Arahkan Warga Pilih Paslon Tertentu di Pilkada Jambi

Wali Kota Jadi Tersangka karena Arahkan Warga Pilih Paslon Tertentu di Pilkada Jambi

Regional
Santri Jember Laporkan Gus Nur karena Dianggap Menghina NU

Santri Jember Laporkan Gus Nur karena Dianggap Menghina NU

Regional
Zona Merah Covid-19 di Jabar Tinggal 2 Daerah

Zona Merah Covid-19 di Jabar Tinggal 2 Daerah

Regional
Ganjar Sebut Klaster Pesantren Penyumbang Kasus Covid-19 Tertinggi di Jateng

Ganjar Sebut Klaster Pesantren Penyumbang Kasus Covid-19 Tertinggi di Jateng

Regional
Gubernur Banten Sesalkan Penyaluran Bantuan Presiden Tanpa Protokol Kesehatan

Gubernur Banten Sesalkan Penyaluran Bantuan Presiden Tanpa Protokol Kesehatan

Regional
Masyarakat DIY Diminta Waspadai Penularan Covid-19 di Lingkungan Keluarga

Masyarakat DIY Diminta Waspadai Penularan Covid-19 di Lingkungan Keluarga

Regional
Meski Pandemi Corona, Produksi Padi di Jatim Meningkat, Naik Dibanding Tahun Lalu

Meski Pandemi Corona, Produksi Padi di Jatim Meningkat, Naik Dibanding Tahun Lalu

Regional
Mobil Ambulans Disalahgunakan untuk Antarkan Pengantin, Dinkes Turun Tangan

Mobil Ambulans Disalahgunakan untuk Antarkan Pengantin, Dinkes Turun Tangan

Regional
Konsumen Bayar Tunai Diberi Motor Kredit, Oknum Sales Ditangkap Polisi

Konsumen Bayar Tunai Diberi Motor Kredit, Oknum Sales Ditangkap Polisi

Regional
Viral Video Calon Wali Kota Semarang Petahana Nyanyi Tanpa Masker, Ganjar: Sudah Minta Maaf

Viral Video Calon Wali Kota Semarang Petahana Nyanyi Tanpa Masker, Ganjar: Sudah Minta Maaf

Regional
Ada Lima Warga Bernama “Tuhan” Dalam DPT Pilkada Jember 2020

Ada Lima Warga Bernama “Tuhan” Dalam DPT Pilkada Jember 2020

Regional
Sebanyak 106 Santri di Sleman Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Sebanyak 106 Santri di Sleman Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X