Paus Sperma dengan Luka di Sekujur Tubuh Terdampar di Sabu Raijua

Kompas.com - 04/07/2018, 16:38 WIB
Paus sperma yang terdampar di Pantai Desa Halapaji, Kecamatan Liae, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (4/7/2018) dok. Polres KupangPaus sperma yang terdampar di Pantai Desa Halapaji, Kecamatan Liae, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (4/7/2018)

SABU RAIJUA, KOMPAS.com - Bangkai seekor paus sperma ditemukan terdampar di pinggir pantai di Desa Halapaji, Kecamatan Liae, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur ( NTT), Rabu (4/7/2018) sekitar pukul 09.00 Wita.

Bangkai paus tersebut ditemukan pertama kali oleh seorang nelayan yang bernama Kornelius Mangngi Edo (50).

Baca juga: Hilang 1,5 Tahun di Laut Sukabumi, Nining Ditemukan Selamat di Tepi Pantai

Kasubag Humas Polres Kupang Iptu Simon Seran mengatakan, bangkai paus telah dievakuasi oleh warga yang dibantu oleh polisi, petugas BPBD dan petugas dari Balai Konservasi Kawasan Perairan Nasional (BKKPN) Kupang.

Kejadian penemuan paus itu, lanjut Simon, bermula ketika Kornelius sedang melepas pukat di sekitar pantai Keppo Desa Halapaji.

"Saat itu, dia (Kornelis) melihat paus tersebut dan menginformasikan kepada warga sekitar. Saat itu, kebetulan Kepala Desa Halapaji, Eilogo Djamma Damu sedang berada di pantai, sehingga langsung menginformasikan kepada Camat Liae," ucap Simon, Rabu sore.

Baca juga: Cerita di Balik Demo 2019 Ganti Presiden di Depan Gerai Markobar Milik Anak Jokowi

Camat Liae lalu menyampaikan informasi tersebut kepada BPBD dan BKKPN Kupang untuk dilakukan evakuasi.

Kepala Balai Konservasi Kawasan Perairan Nasional (BKKPN) Kupang Ikram Sangadji mengatakan, mamalia jenis paus sperma itu memiliki panjang 9,8 meter.

"Saat diperiksa oleh empat orang tim dari BKKPN, terdapat luka di bagian atas badan sampai ke pangkal ekor dan sudah mengeluarkan bau," imbuhnya.

Baca juga: Cerita Pemilik 5 Ekor Ikan Arapaima, Biaya Rp 200.000 Per Hari hingga Didatangi Polisi

Menurut Ikram, bangkai paus yang sempat terlihat mengapung di laut kemudian ditarik ke bibir pantai dan selanjutnya dilakukan ritual adat oleh masyarakat desa setempat.

"Sesuai kepercayaan masyarakat, paus memiliki hubungan sosiologi dengan masyarakat setempat," tuturnya.

Evakuasi bangkai dan penguburan paus akan dilakukan dengan alat berat oleh BPBD Sabu Raijua yang saat ini telah berada di lokasi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus WNA Masuk Indonesia di Tengah Wabah Corona, TKA China di Ketapang hingga Bintan Dipulangkan

Kasus WNA Masuk Indonesia di Tengah Wabah Corona, TKA China di Ketapang hingga Bintan Dipulangkan

Regional
Fakta Dibongkarnya Makam Pasien Positif Corona, Warga Bunyikan Kentongan, Bupati Turun Tangan

Fakta Dibongkarnya Makam Pasien Positif Corona, Warga Bunyikan Kentongan, Bupati Turun Tangan

Regional
Duduk Perkara Penolakan Pemakaman Pasien Covid-19 di Banyumas, Bupati Minta Maaf dan Pimpin Pembongkaran Makam

Duduk Perkara Penolakan Pemakaman Pasien Covid-19 di Banyumas, Bupati Minta Maaf dan Pimpin Pembongkaran Makam

Regional
Keluarga Pasien Corona: Kenapa Kamu Larang Saya Keluar, Nanti Saya Bakar Sekalian Rumah Ini

Keluarga Pasien Corona: Kenapa Kamu Larang Saya Keluar, Nanti Saya Bakar Sekalian Rumah Ini

Regional
Dua Warga Pemalang Positif Corona, Punya Riwayat Pernah ke Semarang dan DIY

Dua Warga Pemalang Positif Corona, Punya Riwayat Pernah ke Semarang dan DIY

Regional
Menyoal Kedatangan 316 WNI dari Italia, Dinyatakan Sehat Setelah Karantina di Kapal dan Rapid Tes di Bali

Menyoal Kedatangan 316 WNI dari Italia, Dinyatakan Sehat Setelah Karantina di Kapal dan Rapid Tes di Bali

Regional
5 Fakta Siswi SMK Diperkosa 7 Temannya, Terbongkar dari Ancaman Pelaku di Ponsel, Korban Alami Trauma

5 Fakta Siswi SMK Diperkosa 7 Temannya, Terbongkar dari Ancaman Pelaku di Ponsel, Korban Alami Trauma

Regional
Oknum PNS Ditangkap Polisi Gara-gara Gadaikan 26 Mobil Sewaan

Oknum PNS Ditangkap Polisi Gara-gara Gadaikan 26 Mobil Sewaan

Regional
Purwakarta Batasi Hilir Mudik Kendaraan AKDP dan Bolehkan Angkot Tetap Beroperasi

Purwakarta Batasi Hilir Mudik Kendaraan AKDP dan Bolehkan Angkot Tetap Beroperasi

Regional
Dituding Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji Sebut Hanya Skenario Anggota Keluarga untuk Memeras Uang

Dituding Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji Sebut Hanya Skenario Anggota Keluarga untuk Memeras Uang

Regional
'Rapid Test', 11 Warga Sumedang Positif Covid-19 dan 4 di Antaranya Tenaga Medis

"Rapid Test", 11 Warga Sumedang Positif Covid-19 dan 4 di Antaranya Tenaga Medis

Regional
Puluhan Santri di Kaltim Berstatus ODP, Pernah Hadir di Ijtima Ulama Gowa

Puluhan Santri di Kaltim Berstatus ODP, Pernah Hadir di Ijtima Ulama Gowa

Regional
RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

Regional
Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Regional
9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X