Kompas.com - 04/07/2018, 09:51 WIB
Salah satu ikan Arapaima yang ada di Kawasan Hutan Mata Kucing Kota Batam yang tewas beberapa waktu lalu. Ikan asal sungai Amazon, Brasil, ini sudah lebih kurang 14 tahun berada di kawasan wisata tersebut. DOK. KAWASAN HUTAN WISATA MATA KUCING BATAMSalah satu ikan Arapaima yang ada di Kawasan Hutan Mata Kucing Kota Batam yang tewas beberapa waktu lalu. Ikan asal sungai Amazon, Brasil, ini sudah lebih kurang 14 tahun berada di kawasan wisata tersebut.

BATAM, KOMPAS.com — UPT Stasiun Karantina Ikan Batam kembali menemukan keberadaan ikan berbahaya jenis arapaima dan ikan aligator di kawasan Temiang.

Ikan tersebut dipelihara salah satu warga di kolam pribadinya. 

Kepala UPT Stasiun Karantina Ikan Batam Agung Sila membenarkan temuan tersebut. Mereka pun langsung menyosialilasikan bahaya ikan arapaima itu.

Selain berbahaya, ikan itu pun dilarang untuk dirawat, dipasarkan, hingga dilepasliarkan.

"Sampai hari ini baru dua titik temuan yang memiliki dan memelihara ikan yang berasal dari Sungai Amazon, Brasil, ini," kata Agung, Rabu (4/7/2018).

Baca juga: Cerita Pemilik 5 Ekor Ikan Arapaima, Biaya Rp 200.000 Per Hari hingga Didatangi Polisi

Menurut Agung, masih ada beberapa titik yang akan didatangi. Namun, ia enggan merinci lokasi-lokasi yang dicurigai menjadi tempat pemeliharaan atau perawatan ikan berbahaya itu.

"Kami pastikan dulu, biar tidak salah persepsi terhadap keberadaan ikan ini. Lagi pula kami turun masih sebatas sosialisasi, bukan penindakan," ujar Agung.

Di Batam, pihaknya tidak hanya menemukan ikan arapaima, tetapi juga menemukan ikan berbahaya jenis lainnya.

"Seperti di Mata Kucing selain ikan arapaima, kami juga menemukan ada ikan aligator (ikan buaya) satu ekor," tuturnya.

"Begitu juga di lokasi Temiang. Selain ikan arapaima juga ada ikan aligator yang sama dengan di Mata Kucing sebanyak dua ekor," ucapnya.

Baca juga: Di Batam, Ikan Arapaima Jadi Idola Pengunjung Hutan Wisata Mata Kucing

Dari dasar itulah, pihaknya terus menggali informasi tempat-tempat yang diduga memelihara jenis-jenis ikan invasif dan berbahaya tersebut.

Agung menambahkan, dirinya membuka posko pengaduan terhadap keberadaan ikan berbahaya ini di kantor UPT Stasiun Karantina Ikan Batam yang berada di Batam Centre.

"Jika ada warga yang melihat dan mengetahui keberadaan ikan arapaima, ikan aligator, ikan piranha, dan ikan sapu-sapu yang jenis buas bisa segera melaporkan ke posko pengaduan kami," kata Agung.

Sebab, ikan jenis itu dilarang dirawat, dipasarkan, hingga dilepasliarkan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia, yakni UU 31 Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan UU 45 tahun 2009 tentang Perikanan. Serta dilarang Permen Kelautan dan Perikanan No 41 Tahun 2014.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X