Di Batam, Ikan Arapaima Jadi Idola Pengunjung Hutan Wisata Mata Kucing

Kompas.com - 03/07/2018, 17:20 WIB
Salah satu ikan Arapaima yang ada di Kawasan Hutan Mata Kucing Kota Batam yang tewas beberapa waktu lalu. Ikan asal sungai Amazon, Brasil, ini sudah lebih kurang 14 tahun berada di kawasan wisata tersebut. DOK. KAWASAN HUTAN WISATA MATA KUCING BATAMSalah satu ikan Arapaima yang ada di Kawasan Hutan Mata Kucing Kota Batam yang tewas beberapa waktu lalu. Ikan asal sungai Amazon, Brasil, ini sudah lebih kurang 14 tahun berada di kawasan wisata tersebut.

BATAM, KOMPAS.com - Meski dibeberapa daerah ikan Arapaima ini sangat ditakuti masyarakat, berbeda di Batam, tepatnya di Hutan Wisata Mata Kucing, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) ikan ini sangat disukai para pengunjungnya saat berkunjung ke Mata Kucing tersebut.

Netty Herawatie, pengelola Hutan Wisata Mata Kucing kepada Kompas.com mengatakan, sejak 14 tahun lalu hingga saat ini tidak ada masalah dengan keberadaan ikan Arapaima ini, hanya saja dari sebelumnya berjumlah lima ekor, saat ini tinggal dua ekor.

"Tiga ekor sudah mati karena banyak sebagian pengunjung yang penasaran dengan ikan ini, hingga akhirnya melempari ikan ini dengan batu," kata Netty.

Menurut Netty, sebuas apapun hewan jika diberi makan dengan cukup maka hewan tersebut akan menjadi sahabat bagi pemiliknya.

Baca juga: Warga Mojokerto Pelihara 30 Ekor Ikan Arapaima di Rumahnya

"Alhamdulillah untuk di Hutan Wisata Mata Kucing ikan Arapaima ini cukup diberi makan, sehingga sudah 14 tahun ini sama sekali tidak ada masalah. Hanya saja ada tiga ekor yang mati, itu karena keusilan pengunjung," jelasnya.

Untuk penempatan ikan predator ini, Netty mengaku tidak ada yang spesial, dimana ikan yang berasal dari Sungai Amazon, Brasil, ini ditempatkan dikolam ikan yang bersatu dengan ikan lele dan ikan air tawar lainnya.

"Yang mati kemarin panjangnya mencapai 2 meter, mungkin yang dua ekor ini panjangnya melebihi dari yang mati kemarin," kata Netty.

Baca juga: Menteri Susi Beri Warning Para Pemilik Ikan Predator

Mengenai larangan yang disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan terhadap keberadaa ikan Arapaima di Indonesia, Netty mengaku sangat menyetujui larangan itu karena semua penangan hewan harus ada prosedur yang bertanggungjawab.

"Tidak seenaknya, apalagi hewan yang masuk kategori hewan berbahaya. Namun saya pastikan ikan Arapaima yang ada di Kawasan Wisata Hutan Mata Kucing dalam pengawasan yang profesional dan ada prosedur yang bertanggungjawab," jelasnya.

Sementara itu Kepala UPT Stasiun Karantina Ikan Batam Agung Sila kepada Kompas.com mengaku untuk di Batam ada beberapa titik yang memelihara ikan sungai Amazon tersebut, salah satunya di kawasan Wisata Hutan Mata Kucing tersebut.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X