Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Kompas.com - 03/07/2018, 17:05 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Seorang wanita cantik berkebangsaan Thailand ditangkap jajaran Bea Cukai Jawa Tengah-DIY karena diduga menyelundupkan sabu-sabu saat masuk di wilayah Indonesia.

Warga Thailand berinsial WB (22) ini ditangkap diduga membawa sabu-sabu seberat 1,14 kg saat tiba di Terminal Baru Bandara Internaispnal Ahmad Yani Semarang, Minggu (1/7/2018) kemarin.

"Kami temukan 1 bungkus kristal bening di tas punggung milik tersangka WB, 1 bungkus itu disimpan di tas di bagian tersembunyi. Setelah dilakukan pemeriksaan kristal itu adalah metamphetamine," ujar Kepala Kantor Pengawasan dna Pelayanan Bea Cukai Jateng-DIY Tjertja Karja Adil, saat rilis kasus tersebut, Selasa (3/7/2018) di kantornya.

Baca juga: Lagi, Calon Penumpang Pesawat Tertangkap Bawa Sabu di Selangkangan

Tjertja mengatakan, WB tiba di terminal kedatangan Bandara Ahmad Yani pada Minggu (1/7/2018) sore. Saat datang, ia menaiki pesawat Silk Air dari Singapura dengan tujuan Semarang.

Petugas mencurigai WB karena saat pemeriksaan profiling terdapat tingkah laku mencurigakan. Setelah berjalan melewati X-ray, petugas melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap barang bawaan WB.

Untuk menambah keyakinan, petugas juga melakukan wawancara atas yang bersangkutan. Hasilnya, sambung Tjertja, didapati saru bungkus kristal bening yang diduga metamphetamine di dalam tas punggung dara 22 tahun tersebut.

"Setelah kita cek laboratorium, kristal bening itu positif mengandung methamphetamine atau sabu-sabu dengan total bruto 1.149 gram," tambahnya.

Baca juga: Polisi Gagalkan Penyelundupan 3 Kilogram Sabu di Perbatasan Entikong

Setelah diungkap, petugas bea cukai kemudian melimpahkan ke penyidik Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah.

"WB ini mengaku profesinya penyanyi, pengakuannya baru pertama kali datang ke Semarang. dia berencana untuk shopping," tambahnya.

Kepala BNN Jawa Tengah Brigadir Jenderal Tri Agus Heru menambahkan, WB yang merupakan WNA asal Thailand diduga merupakan seorang kurir.

WB terbang dari Bangkok ke Singapura menggunakan maskapai Singapore Air Line, sementara dari Singapura ke Semarang menaiki Silk Air.

Baca juga: 4 Tersangka Kasus Sabu 1 Ton Diadili di Batam

"WB mengaku diperintah seseorang yang ada di Thailand untuk menginap semalam di hotel di semarang, dan akan diberikan tiket pulang ketika berhasil," ujar Heru.

Atas penangkapan itu, WB terancam hukuman yang berat. Ia dijerat dengan pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 UU Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau seumur hidup. 

Kompas TV Polisi kembali menangkap seorang selebritas karena menggunakan narkotika dan obat obatan berbahaya narkoba.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Kemerdekaan Palestina, Ganjar Harap Piala Dunia U-20 Digelar Tanpa Israel

Dukung Kemerdekaan Palestina, Ganjar Harap Piala Dunia U-20 Digelar Tanpa Israel

Regional
Gus Muhaimin Silaturahmi ke IAY Darul Azhar Tanah Bumbu, Bupati Zairullah Ucapkan Rasa Syukur

Gus Muhaimin Silaturahmi ke IAY Darul Azhar Tanah Bumbu, Bupati Zairullah Ucapkan Rasa Syukur

Regional
Sejahterakan Umat, Danny Pomanto Raih Penghargaan Baznas Award 2023

Sejahterakan Umat, Danny Pomanto Raih Penghargaan Baznas Award 2023

Regional
Pemkot Cilegon Teken MoU dengan PT KAS dan PT CAP untuk Proyek Pembangunan Pelabuhan Warnasari

Pemkot Cilegon Teken MoU dengan PT KAS dan PT CAP untuk Proyek Pembangunan Pelabuhan Warnasari

Regional
Kemenko Kemaritiman Apresiasi Progres PSEL Makassar, Sebut Jadi Percontohan Nasional

Kemenko Kemaritiman Apresiasi Progres PSEL Makassar, Sebut Jadi Percontohan Nasional

Regional
Raih Penghargaan PPKM Award 2023, Pemkot Makassar Buktikan Keberhasilan Program Makassar Recover

Raih Penghargaan PPKM Award 2023, Pemkot Makassar Buktikan Keberhasilan Program Makassar Recover

Regional
Raih Penghargaan pada Baznas Award 2023, Ganjar: Saya Berikan untuk Baznas Jateng

Raih Penghargaan pada Baznas Award 2023, Ganjar: Saya Berikan untuk Baznas Jateng

Regional
Bupati Maluku Barat Daya Hadiri RUPS Bank Maluku-Malut, Ini Agenda yang Dibahas

Bupati Maluku Barat Daya Hadiri RUPS Bank Maluku-Malut, Ini Agenda yang Dibahas

Regional
Menakar Vonis Hakim dalam Tragedi Kanjuruhan

Menakar Vonis Hakim dalam Tragedi Kanjuruhan

Regional
Komitmen Dukung JKN, Pemkab Maluku Barat Daya Raih UHC Award 2023

Komitmen Dukung JKN, Pemkab Maluku Barat Daya Raih UHC Award 2023

Regional
Dompet Dhuafa dan The Harvest Panen Tambak Gurame di DD Farm Indramayu

Dompet Dhuafa dan The Harvest Panen Tambak Gurame di DD Farm Indramayu

Regional
Kota Makassar Masuk Nominasi Nasional PPD 2023

Kota Makassar Masuk Nominasi Nasional PPD 2023

Regional
Bertemu Empat Mata, Bupati Tamba dan Walkot Gibran Bahas Kerja Sama Bidang Budaya dan UMKM

Bertemu Empat Mata, Bupati Tamba dan Walkot Gibran Bahas Kerja Sama Bidang Budaya dan UMKM

Regional
Menggagas Komisi Antisipasi Konflik di Maluku

Menggagas Komisi Antisipasi Konflik di Maluku

Regional
Pemprov Kaltim Raih Dua Penghargaan APBD Award, Gubernur Isran: Berkat Peran Aktif Masyarakat

Pemprov Kaltim Raih Dua Penghargaan APBD Award, Gubernur Isran: Berkat Peran Aktif Masyarakat

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke