"Mas GM Sudarta Itu Figur Bapak Sekaligus Guru Kartunis di Indonesia" - Kompas.com

"Mas GM Sudarta Itu Figur Bapak Sekaligus Guru Kartunis di Indonesia"

Kompas.com - 03/07/2018, 05:26 WIB
Karikatur GM Sudarta karya para kartunis Indonesia yang terpasang di halaman Bentara Budaya Yogyakarta. Abu jenazah almarhum GM Sudarta disemayamkan di Bentara Budaya Yogyakarta sebelum esok Selasa (3/7/2018) dimakamkan di Makam Seniman Girisapto, Imogiri, Bantul.KOMPAS.com/Wijaya Kusuma Karikatur GM Sudarta karya para kartunis Indonesia yang terpasang di halaman Bentara Budaya Yogyakarta. Abu jenazah almarhum GM Sudarta disemayamkan di Bentara Budaya Yogyakarta sebelum esok Selasa (3/7/2018) dimakamkan di Makam Seniman Girisapto, Imogiri, Bantul.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 13 karya karikatur figur Kartunis senior harian Kompas  GM Sudarta berjejer di halaman depan Bentara Budaya Yogyakarta (BBY).

Karya-karya ini dibuat secara spontan oleh para kartunis usai mendapat kabar GM Sudarta meninggal dunia.

"Ini semuanya ada 13 karya. Ada Satu yang merupakan karya Mas GM (GM Sudarta) sendiri, karya lama," ujar Agus Jumianto, Ketua Paguyuban Kartunis Yogyakarta saat ditemui Kompas.com di Bentara Budaya Yogyakarta (BBY), Senin (2/7/2018).

Agus menjelaskan, karikatur GM Sudarta yang terpasang di halaman Bentara Budaya Yogyakarta (BBY) merupakan karya para kartunis. Tidak hanya kartunis Yogyakarta, namun juga dari luar kota.

Baca juga: Mengenal Sosok Karikaturis GM Sudarta, Si Pengkritik Yang Humoris

"Jadi karya ini figur dan karakter Mas GM Sudarta menurut teman-teman kartunis. Ada karya kartunis dari Jakarta, Bandung, Aceh, Yogyakarta, dan Semarang," tegasnya.

Karya karikatur ini dibuat para kartunis dalam waktu singkat. Karya ini dibuat setelah mendapat informasi GM Sudarta meninggal dunia dan abu jenazahnya akan disemayamkan di Bentara Budaya Yogyakarta.

"Ini spontan, mendapat kabar langsung bikin karya, ya hanya dalam hitungan jam saja. Kita kejar cetak agar sore ini bisa langsung dipasang," urainya.

Sebenarnya, banyak para kartunis yang hendak mengirimkan karya-karyanya ke Bentara Budaya Yogyakarta. Hanya saja, urung dikirimkan karena keterbatasan waktu.

"Sebetulnya masih ada beberapa teman kartunis yang akan kirim, tapi waktunya ga ngejar. Pemakamannya kan besok," ungkapnya.

Baca juga: Pemred Kompas: Karikatur GM Sudarta seperti Bisikan di Tengah Keramaian...

Agus mengatakan, GM Sudarta pernah tinggal, kuliah, dan berkarya di Yogyakarta.

Meski tinggal dan berkarya di Jakarta setelah dari Yogyakarta, namun GM Sudarta tidak pernah melupakan teman-teman kartunis di daerah.

"Terus terang, bagi kami, Mas GM itu figur seorang bapak sekaligus guru kartunis di Indonesia. Saya dan teman-teman sempat menjenguk Mas GM, waktu itu saat dirawat di Pantirapih," tandasnya.

Abu almarhum GM Sudarta tiba di Bentara Budaya Yogyakarta (BBY) sekitar pukul 20.00 WIB. Almarhum disemayamkan di Bentara Budaya Yogyakarta (BBY) sebelum pada Selasa (3/7/2018) dimakamkan di Makam Seniman Girisapto, Imogiri, Bantul. 

Kompas TV Karikaturis Harian Kompas, Gerardus Mayela Sudarta meninggal dunia.


Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X