Mimpi Paman Sebelum Nining yang Dilaporkan Hilang Selama 1,5 Tahun Ditemukan di Tepi Pantai - Kompas.com

Mimpi Paman Sebelum Nining yang Dilaporkan Hilang Selama 1,5 Tahun Ditemukan di Tepi Pantai

Kompas.com - 02/07/2018, 19:00 WIB
Nining Sunarsih sedang tertidur saat dikunjungi tim Basarnas di Kampung Cibunar, Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Sukabumi, jawa Barat, Selasa (2/7/2018). KOMPAS.com/BUDIYANTO Nining Sunarsih sedang tertidur saat dikunjungi tim Basarnas di Kampung Cibunar, Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Sukabumi, jawa Barat, Selasa (2/7/2018).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Setelah dikabarkan hilang tenggelam di perairan Sukabumi, Jawa Barat, selama 18 bulan, Nining Sunarsih (52) akhirnya ditemukan kembali dalam kondisi selamat.

Warga Kampung Cibunar RT 5/2 Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, ditemukan keluarganya di tepi Pantai Citepus, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (1/7/2018) dini hari.

Adik Nining, Elah (35), mengatakan, kakaknya yang dikenal sebagai kader posyandu di kampungnya itu ditemukan dalam posisi terlentang dengan menghadap ke darat. Seluruh tubuhnya masih terkena air laut.

"Awalnya paman saya (Jejen) beberapa kali mimpi bila Teh Nining ingin pulang dan dijemput di mana saat dia tenggelam," ungkap Elah (35) di rumah Nining di Kampung Cibunar, Senin (2/7/2018) siang.

Baca juga: Hilang 1,5 Tahun di Laut Sukabumi, Nining Ditemukan Selamat di Tepi Pantai

Akhirnya keluarga sepakat menjemput ke Pantai Citepus, Palabuhanratu. Berangkat dari Kadudampit pada Sabtu (30/6/2018) malam dan tiba sekitar pukul 23.30 WIB.

"Kami menyebar dan akhirnya Teh Nining ditemukan tergeletak di tepi pantai, Posisinya terlentang membelakangi pantai jam 00.00 WIB," ujarnya.

"Saat ditemukan, pakaiannya sama yang dipakai saat hilang dan basah air laut. Sandalnya juga masih berpasir," tambah Elah.

Baca juga: Cerita di Balik Demo 2019 Ganti Presiden di Depan Gerai Markobar Milik Anak Jokowi

Setelah ditemukan langsung dibawa ke rumah, lanjut dia, sampai jam 04.00 WIB. Sampai di rumah langsung tubuhnya dibersihkan dan pakaiannya diganti.

"Selama perjalanan pulang, Teh Nining enggak bisa bicara. Bagian kepalanya tuh panas, kakinya dingin," katanya.

Koordinator Pos SAR Sukabumi-Basarnas Aulia Sholihanto membenarkan bahwa pada tanggal 8 Januari 2017 menerima laporan hilang tenggelam di laut Citepus atas nama Nining Sunarsih, warga Kecamatan Kadudampit.

"Tim SAR gabungan pun melakukan upaya pencarian. Saat itu kondisi laut sedang tidak bersahabat, dan korban Nining ini merupakan yang terakhir dilaporkan hilang," tutur Aulia usai mengunjungi rumah Nining.

Baca juga: Kapolri: Kalau Tidak Bisa Atasi Begal, Kapolresnya yang Saya Begal...

Aulia menjelaskan, saat pencarian pada hari ketujuh tanggal 14 Januari 2017, Polsek Cisolok menemukan jasad manusia yang sudah tidak utuh. Penemuan tersebut dikonfirmasikan kepada pihak keluarga.

"Keluarga pun menolak. Karena tidak sesuai dengan ciri-ciri. Seperti kuku tangannya berbeda dan tidak ada tanda lahir di bagian perut," ungkapnya.

Koordinator Forum Koordinasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi, Okih Pajri, menambahkan, Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Polres Sukabumi melakukan tes DNA terhadap jasad yang ditemukan dengan anak korban Nining.

"Informasi yang saya terima dari Dokpol Polres Sukabumi hasil test DNA itu negatif dan jasad yang ditemukan berejenis kelamin pria," kata Okih.

Baca juga: Terima Kasih Pak Jokowi, Kami Tak Dihukum Mati di Negeri Orang

Saat ini, Nining masih menjalani penanganan medis di RSUD R Syamsudin Kota Sukabumi. Nining kembali dibawa ke rumah sakit oleh pihak Polres Sukabumi Kota. Sehari sebelumnya, Minggu (1/7/2018) Nining sempat dibawa ke IGD RSUD Syamsudin.


Terkini Lainnya

Penyebab Banjir Sulsel, Pintu Air di Dua Bendungan Dibuka

Penyebab Banjir Sulsel, Pintu Air di Dua Bendungan Dibuka

Regional
Lantik Bupati dan Wabup Garut, Ini Janji Ridwan Kamil

Lantik Bupati dan Wabup Garut, Ini Janji Ridwan Kamil

Regional
Takut Longsor, Warga Cisolok Sukabumi Ada yang Mengungsi ke Banten

Takut Longsor, Warga Cisolok Sukabumi Ada yang Mengungsi ke Banten

Regional
Mahasiswa UNG Korban Kekerasan Alami Gangguan Pendengaran Hingga Trauma

Mahasiswa UNG Korban Kekerasan Alami Gangguan Pendengaran Hingga Trauma

Regional
Terpeleset Saat Bermain, Bocah SD Ditemukan Tewas di Dasar Embung

Terpeleset Saat Bermain, Bocah SD Ditemukan Tewas di Dasar Embung

Regional
Fakta Rencana Penutupan TN Komodo oleh Gubernur NTT, Tawarkan Revitalisasi hingga Tanggapan Wapres Jusuf Kalla

Fakta Rencana Penutupan TN Komodo oleh Gubernur NTT, Tawarkan Revitalisasi hingga Tanggapan Wapres Jusuf Kalla

Regional
Sumur Semburkan Lumpur dan Gas, 10 Kepala Keluarga Mengungsi

Sumur Semburkan Lumpur dan Gas, 10 Kepala Keluarga Mengungsi

Regional
Sidang Kasus Penguasaan Lahan, Hercules Cecar Pertanyaan ke Bos PT Nila Alam

Sidang Kasus Penguasaan Lahan, Hercules Cecar Pertanyaan ke Bos PT Nila Alam

Megapolitan
Ridwan Kamil: Dalam Waktu Dekat, Kredit Infrastruktur Daerah Diluncurkan

Ridwan Kamil: Dalam Waktu Dekat, Kredit Infrastruktur Daerah Diluncurkan

Regional
Penagihan Door-to-Door Efektif Kumpulkan Pajak

Penagihan Door-to-Door Efektif Kumpulkan Pajak

Megapolitan
Polri: Hasil Analisis Rekaman CCTV Bom di Rumah Pimpinan KPK Masih Kabur

Polri: Hasil Analisis Rekaman CCTV Bom di Rumah Pimpinan KPK Masih Kabur

Nasional
Biografi Tokoh Dunia: Fabian Gottlieb, Penjelajah Pertama Rusia ke Kutub Selatan

Biografi Tokoh Dunia: Fabian Gottlieb, Penjelajah Pertama Rusia ke Kutub Selatan

Internasional
Pasca-bencana Banjir, PLN Segera Pulihkan Sistem Kelistrikan di Sulsel

Pasca-bencana Banjir, PLN Segera Pulihkan Sistem Kelistrikan di Sulsel

Regional
Karangan Bunga untuk BTP Berdatangan di Mako Brimob Depok

Karangan Bunga untuk BTP Berdatangan di Mako Brimob Depok

Megapolitan
Ada Rumah dan Bangunan Rusak Jelang Amblesnya Jalan Raya Gubeng

Ada Rumah dan Bangunan Rusak Jelang Amblesnya Jalan Raya Gubeng

Regional

Close Ads X