Tabrakan "Speedboat", Seorang TKI Mengaku 2 Anaknya Masih Hilang - Kompas.com

Tabrakan "Speedboat", Seorang TKI Mengaku 2 Anaknya Masih Hilang

Kompas.com - 30/06/2018, 12:46 WIB
Salah satu keluarga korban yang menjemput jenazah korban tabrakan speedboat TKI ilegal di perairan perbatasan Pulau Sebatik. Sebuah sebuah speedboad yang membawa belasan TKI illegal dari Kota Tawau Malaysia menujau Pulau Sebatik Kabupaten  Nunukan Kalimantan Utara dilaporkan terlibat tabrakan dengan sebuah speedboat yang diduga dari Negara Filipina.KOMPAS.com/SUKOCO Salah satu keluarga korban yang menjemput jenazah korban tabrakan speedboat TKI ilegal di perairan perbatasan Pulau Sebatik. Sebuah sebuah speedboad yang membawa belasan TKI illegal dari Kota Tawau Malaysia menujau Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara dilaporkan terlibat tabrakan dengan sebuah speedboat yang diduga dari Negara Filipina.

NUNUKAN, KOMPAS.com – Bernard Waton (34) TKI dari Flores Nusa Tenggara Timur yang bekerja sebagai buruh mebel di Kota Keke Sabah Malaysia mengaku 2 anaknya, yakni Yordimus Eban (9) dan Cherlin Waton (4) belum diketahui nasibnya pasca tabrakan maut speedboat yang terjadi di perairan perbatasan Pulau Sebatik Jumat kemarin.

Dia mengatakan, kedua anaknya ikut bersama istrinya Agustina Jawa Kellen naik speedboat yang mengalami kecelakaan itu.  istri Bernard sendiri ditemukan meninggal.

“Anak saya dua belum tahu nasibnya. Mereka terpaksa pulang lewat samping karena paspornya habis masa berlakunya,” kata dia, Sabtu (30/6/2018).

Bernard mengaku mereka berangkat bersama dari kota Keke pada hari Kamis dan sempat bermalam di Kota Tawau sebelum melanjutkan perjalanan ke Nunukan.

Baca juga: Satu TKI Korban Tabrakan Speed Boat di Sebatik Belum Teridentifikasi

Sementara Bernard pulang pada Jumat siang melalui jalur resmi karena paspor yang dimilikinya masih berlaku, sementara kedua anak dan istrinya pulang melalui jalur tikus di Pulau Sebatik pada Jumat malam.

Sementara salah satu keluarga korban lainnya, Sebastian Maran juga mengaku salah satu keluarganya atas nama Solin Kelen (21) belum diketahui nasibnya. Perempuan yang hamil 6 bulan tersebut dilaporkan ikut naik speedboat yang mengalami kecelakaan di perairan perbatasan tersebut.

“Dii ikut rombongan speed itu, sampai saat ini belum diketahui nasibnya. Dari daftar korban yang dirilis basarnas juga tidak ada,” ujarnya.

Sebuah sebuah speedboat yang membawa belasan TKI ilegal dari Kota Tawau Malaysia menuju Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara dilaporkan tabrakan dengan sebuah speedboat yang diduga dari Filipina.

Tabrakan antar speedboat yang terjadi di perairan Perbatasan Pulau Sebatik dengan Tawau Malaysia tersebut terjadi pada Jumat sekitar pukul 19:00 Wita. Dari 19 penumpang speedboat 5 dilaporkan meninggal, 13 selamat dengan mengalami luka luka sementar 2 penumpang masing-masing Olong dan penumpang anak-anak bernama Bastian (6) belum dikatahui nasibnya.


Terkini Lainnya

Ini 5 Poin Penting Gaya Kepemimpinan menurut Ignasius Jonan

Ini 5 Poin Penting Gaya Kepemimpinan menurut Ignasius Jonan

Edukasi
 ICJR: Rutan dan Lapas di Indonesia Sudah 'Extreme Overcrowding'

ICJR: Rutan dan Lapas di Indonesia Sudah "Extreme Overcrowding"

Nasional
Kepolisian Turki Geledah Kediaman Konsul Arab Saudi di Istanbul

Kepolisian Turki Geledah Kediaman Konsul Arab Saudi di Istanbul

Internasional
Pramuka Teriak '2019 Ganti Presiden', Gus Ipul Minta Kwarnas Ambil Tindakan Tegas

Pramuka Teriak "2019 Ganti Presiden", Gus Ipul Minta Kwarnas Ambil Tindakan Tegas

Regional
KPK Nilai Permohonan Praperadilan Irwandi Yusuf Tak Berdasar

KPK Nilai Permohonan Praperadilan Irwandi Yusuf Tak Berdasar

Nasional
Suap Bupati Bekasi Diduga untuk Dapatkan IMB Meikarta

Suap Bupati Bekasi Diduga untuk Dapatkan IMB Meikarta

Nasional
Aparat Gabungan Segera Razia Alat Pengolahan Emas di Gunung Botak

Aparat Gabungan Segera Razia Alat Pengolahan Emas di Gunung Botak

Regional
7 Jam Penggeledahan, KPK Bawa Dokumen Terkait Izin Meikarta, Undangan, hingga Notulensi Rapat

7 Jam Penggeledahan, KPK Bawa Dokumen Terkait Izin Meikarta, Undangan, hingga Notulensi Rapat

Megapolitan
Guru Besar UGM: 75-375 Juta Manusia Terancam Alih Profesi di Era 4.0

Guru Besar UGM: 75-375 Juta Manusia Terancam Alih Profesi di Era 4.0

Edukasi
Biografi Tokoh Dunia: Pu Yi, Kaisar Terakhir China

Biografi Tokoh Dunia: Pu Yi, Kaisar Terakhir China

Internasional
Cerita Ni'matul Fauziah, Atlet Tuna Netra Peraih Perak Lawnball Asian Para Games 2018 (2)

Cerita Ni'matul Fauziah, Atlet Tuna Netra Peraih Perak Lawnball Asian Para Games 2018 (2)

Regional
Unggah Foto Bareng Prabowo, Jokowi Ucapkan Selamat Ulang Tahun

Unggah Foto Bareng Prabowo, Jokowi Ucapkan Selamat Ulang Tahun

Nasional
Sekjen Koalisi Prabowo Datangi KPU Minta Penjelasan 31 Juta Pemilih yang Belum Masuk DPT

Sekjen Koalisi Prabowo Datangi KPU Minta Penjelasan 31 Juta Pemilih yang Belum Masuk DPT

Nasional
KPK Geledah Rumah Billy Sindoro di Tangerang

KPK Geledah Rumah Billy Sindoro di Tangerang

Nasional
Terjebak Akibat Badai Michael, Keluarga Ini Selamat Berkat Foto Satelit

Terjebak Akibat Badai Michael, Keluarga Ini Selamat Berkat Foto Satelit

Internasional
Close Ads X