Dugaan Manipulasi Data Rekapitulasi Pilkada Makassar, Panwaslu Akan Periksa Ketua KPU

Kompas.com - 29/06/2018, 22:54 WIB
Viral,  data hasil perolehan suara Pilkada Makassar yang diduga dimanipulasi beredar luas di media sosial. IstViral, data hasil perolehan suara Pilkada Makassar yang diduga dimanipulasi beredar luas di media sosial.

MAKASSAR, KOMPAS.com – Viral, foto rekapan data perolehan suara Pilkada Sulsel yang diduga dimanipulasi beredar luas di media sosial.

Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Makassar pun langsung melayangkan surat panggilan pemeriksaan terhadap Ketua KPU Makassar Syarif Amir.

Rekapan data yang diduga dimanipulasi merupakan data C1 hasil pemungutan suara asli dengan data C1 hasil pemungutan suara yang diduga palsu. Isi data C1 itu berbeda dari hasil pemungutan suara, padahal lokasi TPS sama.

Beragam tanggapan yang muncul dari netizen terkait data yang diduga dimanipulasi. Ada yang pro dan ada yang kontra, sehingga menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Rencananya, Ketua KPU Makassar Syarif Amir akan diperiksa oleh Panwaslu pada Sabtu (30/6/2018) sekitar pukul 08.00 Wita.

“Iya, Panwaslu Makassar sudah melayangkan surat panggilan terhadap KPU Makassar. Besok jadwal pemeriksaan ketua KPU Makassar sekitar pukul 08.00 Wita. Agenda pemeriksaan terkait banyak surat C1 yang diduga dimanipulasi beredar luas di media sosial,” kata Ketua Panwaslu Kota Makassar, Nursari ketika dikonfirmasi, Jumat (29/6/2018) malam.

Baca juga: Nurdin Abdullah-Andi Menang Pilkada Sulsel Versi Quick Count LSI

Sementara itu, lembaga pengawas Pilkada Makassar dari Pemuda Pancasil juga akan melaporkan kasus dugaan manipulasi hingga perubahan data hasil pemungutan suara.

Pemuda Pancasila pun memperingatkan KPU Makassar agar tidak mempermainkan hasil pemungutan suara Pilkada Makassar.

“Saya ingatkan kepada KPU agar tidak mempermainkan suara rakyat dalam Pilkada Makassar. Saya ingatkan juga kepada Panwaslu agar lebih meningkatkan pengawasannya dan menjalankan tugasnya dengan baik dalam mengawal Pilkada Makassar,” kata pimpinan Pemuda Pancasila wilayah Sulsel, Adi Rasyid Ali dalam konfrensi persnya, Jumat (29/6/2018) malam.

“Kami punya data, foto, video di seluruh TPS di Kota Makassar. Sudah ada beberapa hasil perolehan suara di TPS-TPS yang telah diubah dan kasus ini akan kami laporkan ke Panwaslu Makassar. Data kami lengkap, semua kami akan serahkan ke Panwaslu,” ancam dia.

Baca juga: Quick Count Populi Center Pilkada Sulsel Data 100 Persen: Nurdin-Sudirman Menang

Kompas TV Selain itu, panitia yang bekerja di TPS ini juga mengenakan seragam adat.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Pangandaran 5,9 Magnitudo Sempat Membuat Panik Wisatawan

Gempa Pangandaran 5,9 Magnitudo Sempat Membuat Panik Wisatawan

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Warga yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Polisi Masih Dalami Motif Warga yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Warga Diimbau Hati-hati Gempa Susulan

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Warga Diimbau Hati-hati Gempa Susulan

Regional
Korupsi Dana Desa Rp 387 Juta, Eks Kades Bontobaji Bulukumba Ditahan

Korupsi Dana Desa Rp 387 Juta, Eks Kades Bontobaji Bulukumba Ditahan

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
11 Nakes Positif Covid-19, Layanan Puskesmas di Kota Palopo Dialihkan

11 Nakes Positif Covid-19, Layanan Puskesmas di Kota Palopo Dialihkan

Regional
Kandang Ayam Terbakar di Grobogan, 40.000 Ekor Mati dan Kerugian Capai Rp 2,5 Miliar

Kandang Ayam Terbakar di Grobogan, 40.000 Ekor Mati dan Kerugian Capai Rp 2,5 Miliar

Regional
Ayah di Jember Tega Setubuhi Anak Tirinya hingga Hamil 6 Bulan

Ayah di Jember Tega Setubuhi Anak Tirinya hingga Hamil 6 Bulan

Regional
Kronologi Anggota DPRD Dibacok Saat Melerai Keributan soal Knalpot Bising

Kronologi Anggota DPRD Dibacok Saat Melerai Keributan soal Knalpot Bising

Regional
Sebelum Diperkosa 2 Pemuda, Remaja Putri di Kalbar Dicekoki Miras

Sebelum Diperkosa 2 Pemuda, Remaja Putri di Kalbar Dicekoki Miras

Regional
Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Diduga Jadi Kurir Sabu Diwarnai Tembakan

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Diduga Jadi Kurir Sabu Diwarnai Tembakan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kisah 4 Bocah Tak Terurus, Ibu ODGJ | Tarik-menarik dengan Buaya, Titus Selamatkan Adik

[POPULER NUSANTARA] Kisah 4 Bocah Tak Terurus, Ibu ODGJ | Tarik-menarik dengan Buaya, Titus Selamatkan Adik

Regional
Cemburu Berujung Maut, Perempuan Hamil 7 Bulan Tewas di Tangan Suami Siri

Cemburu Berujung Maut, Perempuan Hamil 7 Bulan Tewas di Tangan Suami Siri

Regional
Fakta Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Ditembak Saat Hendak Kabur dan Terancam Hukuman Mati

Fakta Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Ditembak Saat Hendak Kabur dan Terancam Hukuman Mati

Regional
Hendak Lerai Keributan, Anggota DPRD Ini Malah Dibacok Warga

Hendak Lerai Keributan, Anggota DPRD Ini Malah Dibacok Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X