Perusakan Gedung Pengadilan Negeri Bantul, Polisi Tetapkan 3 Tersangka

Kompas.com - 29/06/2018, 16:07 WIB
Gedung Pengadilan Negeri Bantul, Yogyakarta, yang dirusak sekelompok orang. HandoutGedung Pengadilan Negeri Bantul, Yogyakarta, yang dirusak sekelompok orang.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menetapkan tiga tersangka kasus perusakan Pengadilan Negeri (PN) Bantul yang terjadi Kamis (28/06/2018).

"Kita sudah olah TKP, memeriksa saksi-saksi dan melihat rekaman CCTV," ujar Direktur Ditreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo dalam jumpa pers, Jumat (29/6/2018).

Hadi menjelaskan, dari hasil penyelidikan dan barang bukti, pihaknya menetapkan tiga orang tersangka yang diduga pelaku perusakan di Pengadilan Negeri (PN).

Mereka adalah NK (22), SN (29) dan AS (18), warga Bantul. Ketiganya diamankan di rumah masing-masing pada Kamis (28/6/2018) malam.

Baca juga: Gedung Pengadilan Negeri Bantul Dirusak Sekelompok Orang

"Saat ini ketiganya sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Bantul. Ketiganya merupakan anggota salah satu organisasi masyarakat (Ormas)," bebernya

Hingga kini, sambung Hadi, polisi terus mengembangkan kasus tersebut. Dari hasil pengembangan, polisi mengamankan satu orang yang diduga turut melakukan perusakan di PN Bantul.

"Ada satu orang lagi yang kita diamankan, sekarang masih dilakukan pemeriksaan," urainya.

Dari lokasi, polisi mengamankan barang bukti berupa pecahan kaca, topi hitam, selongsong kembang api, pecahan pot, batu bata, dan kumpulan rekaman video CCTV.

Ketiga tersangka dijerat pasal 170 KUHP tentang tindak pidana secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara.

Baca juga: Kemenangannya Terancam, Ridwan Kamil Tak Khawatir

"Saya sampaikan, boleh menyampaikan pendapat asal dengan cara yang benar, tidak dengan anarkisme," ucapnya.

"Manakala ada anarkisme pasti akan saya tindak tegas, Yogya milik kita bersama mari kita jaga bersama," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Kantor Pengadilan Negeri Bantul, Yogyakarta, Kamis (28/06/2018) dirusak sekelompok orang yang diduga dari sebuah ormas.

Peristiwa terjadi seusai pembacaan sidang vonis Doni Bimo Saptoto alias Doni Abdul Gani dalam kasus pembubaran dan perusakan pameran seni di Pusat Studi Hak Asasi Manusia (Pusham) Universitas Islam Indonesia, Mei 2017.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Takut Temukan Hiu Berwajah Manusia, Nelayan Ini Sempat Membuangnya, Begini Kronologi dan Penjelasan Ahli

Takut Temukan Hiu Berwajah Manusia, Nelayan Ini Sempat Membuangnya, Begini Kronologi dan Penjelasan Ahli

Regional
Salatiga Ditetapkan sebagai Kota Paling Toleran 2020 versi Setara Institute

Salatiga Ditetapkan sebagai Kota Paling Toleran 2020 versi Setara Institute

Regional
Ini Daftar Daerah di Jawa Timur Berstatus Siaga dan Waspada Banjir

Ini Daftar Daerah di Jawa Timur Berstatus Siaga dan Waspada Banjir

Regional
Anggota DPR Ditampar 2 Kali oleh Pria yang Anaknya Hendak Diselamatkan

Anggota DPR Ditampar 2 Kali oleh Pria yang Anaknya Hendak Diselamatkan

Regional
Polda Sulut Akan Berlakukan Tilang Elektronik di Manado, Ini Lokasinya

Polda Sulut Akan Berlakukan Tilang Elektronik di Manado, Ini Lokasinya

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 25 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 25 Februari 2021

Regional
Seorang Polisi Ditangkap Terkait Pembunuhan 2 Wanita di Medan dan Serdang Bedagai

Seorang Polisi Ditangkap Terkait Pembunuhan 2 Wanita di Medan dan Serdang Bedagai

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 25 Februari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 25 Februari 2021

Regional
Duduk Perkara Wali Kota Tegal Laporkan Wakilnya ke Polisi, Bermula Penggerebekan hingga Ganjar Berikan Wejangan

Duduk Perkara Wali Kota Tegal Laporkan Wakilnya ke Polisi, Bermula Penggerebekan hingga Ganjar Berikan Wejangan

Regional
Pelantikan 6 Kepala Daerah Terpilih di Bali Digelar Tatap Muka

Pelantikan 6 Kepala Daerah Terpilih di Bali Digelar Tatap Muka

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Febuari 2021

Regional
Terseret Banjir Bersama Mobilnya, Mantan Kades di Sumbawa Ditemukan Tewas

Terseret Banjir Bersama Mobilnya, Mantan Kades di Sumbawa Ditemukan Tewas

Regional
Jangan sampai Kalap jika Tiba-tiba Jadi Miliarder, Ini Cara Pintar Membelanjakan Uang Anda

Jangan sampai Kalap jika Tiba-tiba Jadi Miliarder, Ini Cara Pintar Membelanjakan Uang Anda

Regional
Kasus Investasi Bodong, Polisi Amankan 5 Mobil Mewah Bos Butik dan Pegawainya

Kasus Investasi Bodong, Polisi Amankan 5 Mobil Mewah Bos Butik dan Pegawainya

Regional
Jadwal Vaksinasi untuk Pelayan Publik dan Lansia di Sumut

Jadwal Vaksinasi untuk Pelayan Publik dan Lansia di Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X