"Kami Miris Melihat Pekerja Asing Banyak Tak Bisa Berbahasa Indonesia"

Kompas.com - 29/06/2018, 14:37 WIB
Ilustrasi pekerja thikstockphotosIlustrasi pekerja

BATAM, KOMPAS.com - Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah), Abdul Malik mengatakan, perlu adanya kebijakan tegas pemerintah daerah dan pusat untuk mewajibkan pekerja asing di Provinsi Kepri memiliki kemampuan berbahasa Indonesia.

"Kami miris melihat para pekerja asing yang ada di sejumlah kawasan industri di Kepri, baik Batam, Bintan maupun di Karimun yang masih banyak tidak bisa berbahasa Indonesia. Segarusnya mereka paham bahasa Indonesia karena berada di wilayah Indonesia," kata Abdul Malik di sela-sela penyuluhan penggunaan bahasa negara di Kantor Bahasa Provinsi Kepri, Jumat (29/6/2018).

Seharusnya, kata Malik, setiap pekerja asing yang bekerja di Indonesia wajib untuk bisa menguasai bahasa Indonesia agar bisa berkomunikasi dengan pekerja lokal.

"Mereka berada di Indonesia, sudah seharusnya bisa berbahasa Indonesia," katanya.

Baca juga: Pemprov Awasi Ketat 2.000 Pekerja Asing yang Ada di Jawa Tengah

Hal ini juga bertujuan untuk menjaga bahasa Indonesia sebagai salah satu alat komunikasi nasional di negeri ini.

"Jangan sampai bertahun-tahun bekerja di Indonesia, namun tak mengerti bahasa Indonesia," kata Abdul Malik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Malik mengatakan, kebijakan pekerja asing wajib bisa berbahasa Indonesia bisa saja terlaksana apabila ada ketegasan dari Kantor Bahasa bersama Pemerintah Provinsi Kepri, terutama soal izin bagi perusahaan asing.

"Salah satunya perizinan bagi perusahaan multinasional yang memiliki pekerjaan asing dapat menerapkan persyaratan memiliki kemampuan berbahasa Indonesia," jelasnya.

Baca juga: Rawan Pelanggaran Pekerja Asing, Kantor Imigrasi Belakang Padang Awasi 138 Pulau di Kepri

Sehingga ke depannya, lanjut Abdul Malik, setiap pekerja asing yang bekerja di Indonesia, khususnya di Provinsi Kepri, tidak canggung berkomunikasi, karena mereka mahir berbahasa Indonesia.

"Tidak menutup kemungkinan hal ini juga akan mempengaruhi suasana kerja, khususnya hubungan antara pekerja lokal dengan pekerja asing," ujar Abdul Malik.

Kompas TV Hal itu yang semakin mempermudah pekerja asing menguasai pasar Indonesia. 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.