Bandara Ngurah Rai Ditutup hingga Pukul 19.00 Wita karena Terdampak Abu Vulkanik

Kompas.com - 29/06/2018, 06:47 WIB
Sejumlah calon penumpang menunggu jadwal penerbangan di terminal keberangkatan internasional Bandara Ngurah Rai, Tuban, Bali, Minggu (26/11/2017). Sebanyak 28 jadwal penerbangan internasional dari dan menuju Bali dibatalkan karena dampak letusan Gunung Agung yang terjadi sejak Sabtu, 25 November 2017 ANTARA FOTO / WIRA SURYANTALASejumlah calon penumpang menunggu jadwal penerbangan di terminal keberangkatan internasional Bandara Ngurah Rai, Tuban, Bali, Minggu (26/11/2017). Sebanyak 28 jadwal penerbangan internasional dari dan menuju Bali dibatalkan karena dampak letusan Gunung Agung yang terjadi sejak Sabtu, 25 November 2017

DENPASAR, KOMPAS.com — Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, ditutup karena terdampak abu vulkanik dari letusan Gunung Agung.

Penutupan dilakukan mulai Jumat (29/6/2018) pukul 03.00 Wita. Penutupan diperkirakan berlangsung hingga pukul 19.00 Wita. Namun, penutupan ini akan terus dievaluasi seiring perkembangan kondisi Gunung Agung.

Keputusan itu diambil dalam rapat evaluasi Erupsi Gunung Agung oleh Komunitas Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali yang dipimpin Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV Bali Nusa Tenggara Yusfandri Gona, Jumat dini hari pukul 00.05 Wita.

"Dengan pertimbangan air space atau ruang udara bandara masih tertutup oleh sebaran volcanic ash (abu vulkanik) ke arah barat-barat daya atau mengarah ke Bandara I Gusti Ngurah Rai sesuai dengan ploting ASHTAM VAWR 5626 maka notam closed bandara terhitung mulai tanggal 29 Juni 2018 pukul 03.00 Wita sampai dengan pukul 19.00 Wita," kata Communication & Legal Section Head Bandara Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim.

Baca juga: Terdampak Abu Vulkanik Gunung Agung, Bandara Ngurah Rai Ditutup

Dari rapat evaluasi tersebut diketahui aktivitas Gunung Agung berada level III (Siaga), dan erupsi berlangsung terus-menerus sejak Kamis kemarin pukul 10.00.

Ploting VAAC Darwin memprediksi, terjadi sebaran abu vulkanik ke atas permukaan dengan ketinggian 23.000 feet (kaki) yang mempunyai kecepatan 10 knot. Abul vulkanik itu sudah menutupi ruang udara Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Dari catatan pilot report pada ketinggian 15.000-23.000 kaki ditemui adanya abu vulkanik di ruang udara dengan arah angin cenderung ke arah barat dan barat daya.

"Data RGB citra satelit terakhir, sejak 19.00-00.00 Wita bahwa volcanic ash sudah tersebar dengan cepat yang hampir menutupi ruang udara Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, dengan kecenderungan bergerak ke barat hinga barat daya," kata Arie.

Selain itu, RGB citra satelit cuaca Himawari pada pukul 01.00 Wita menunjukkan pergerakan debu vulkanik terdeteksi ke arah barat-barat daya dan menutupi aerodrome Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai.

"Sebaran debu vulkanik, berdasarkan model trayektori BMKG, diprediksi sebaran debu vulkanik akan terdapat di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pada pagi hari tanggal 29 Juni 2018," kata Arie.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapal Tenggelam, Alat Kerja Milik Wartawan Istana Terendam Air Laut

Kapal Tenggelam, Alat Kerja Milik Wartawan Istana Terendam Air Laut

Regional
Wisatawan Jakarta yang Hilang Terseret Ombak Pantai Sawarna Ditemukan Tewas

Wisatawan Jakarta yang Hilang Terseret Ombak Pantai Sawarna Ditemukan Tewas

Regional
Dukun Beranak Bawa Kabur Bayi Hasil Aborsi Saat Sang Ibu Pendarahan

Dukun Beranak Bawa Kabur Bayi Hasil Aborsi Saat Sang Ibu Pendarahan

Regional
Warga Parepare Diterkam Buaya Saat Menjaring Ikan

Warga Parepare Diterkam Buaya Saat Menjaring Ikan

Regional
Soal Banjir, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pihak Pengembang dan Pemkot

Soal Banjir, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pihak Pengembang dan Pemkot

Regional
Tangkap 3 Residivis Curanmor di Cianjur, 1 Orang Ditembak Polisi

Tangkap 3 Residivis Curanmor di Cianjur, 1 Orang Ditembak Polisi

Regional
Kesaksian Penumpang Selamat di Kapal Wartawan Istana yang Terbalik di Labuan Bajo

Kesaksian Penumpang Selamat di Kapal Wartawan Istana yang Terbalik di Labuan Bajo

Regional
Wartawan Istana Penumpang Kapal Tenggelam Dievakuasi ke Hotel Plataran

Wartawan Istana Penumpang Kapal Tenggelam Dievakuasi ke Hotel Plataran

Regional
Rekonstruksi Kasus Mahasiswi UIN Makassar Dibunuh Pacar, Pemeran Pengganti Tiba-tiba Kesurupan

Rekonstruksi Kasus Mahasiswi UIN Makassar Dibunuh Pacar, Pemeran Pengganti Tiba-tiba Kesurupan

Regional
Fakta Baru Kasus Pemerkosaan yang Melibatkan Pasutri di Bima

Fakta Baru Kasus Pemerkosaan yang Melibatkan Pasutri di Bima

Regional
Kapal Wartawan Istana Terbalik, Diduga karena Hantaman Ombak

Kapal Wartawan Istana Terbalik, Diduga karena Hantaman Ombak

Regional
Kapal Wartawan Istana Terbalik di Labuan Bajo, Semua Penumpang Selamat

Kapal Wartawan Istana Terbalik di Labuan Bajo, Semua Penumpang Selamat

Regional
Gubernur Kaltim: Dari Kuda Makan Tembaga Sampai Kuda Makan Mentega, Samarinda Sudah Banjir

Gubernur Kaltim: Dari Kuda Makan Tembaga Sampai Kuda Makan Mentega, Samarinda Sudah Banjir

Regional
Kapal Pinisi yang Tenggelam di Labuan Bajo Milik Hotel Plataran

Kapal Pinisi yang Tenggelam di Labuan Bajo Milik Hotel Plataran

Regional
Mendapat Kabar Anaknya Tewas di Indekos, Orangtua Korban Tak Percaya Dipikir Penipuan

Mendapat Kabar Anaknya Tewas di Indekos, Orangtua Korban Tak Percaya Dipikir Penipuan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X