Pengamat Beberkan 3 Faktor Raihan Suara Asyik Melejit

Kompas.com - 28/06/2018, 19:18 WIB
Pasangan calon gubernur-wakil gubernur Jawa Barat, Sudrajat-Ahmad Syaikhu dalam debat publik Pilgub Jabar terakhir, Jumat (22/6/2018). KOMPAS.com/Dendi RamdhaniPasangan calon gubernur-wakil gubernur Jawa Barat, Sudrajat-Ahmad Syaikhu dalam debat publik Pilgub Jabar terakhir, Jumat (22/6/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Hitung cepat ( quick count) berbagai lembaga survei menunjukkan pasangan Sudrajat-Ahmad Syaihku (Asyik) naik menyalip Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi.

Padahal dalam survei selama ini, pasangan yang didukung Gerindra, PKS, dan PAN ini selalu berada di urutan ketiga setelah pasangan Ridwan-Uu dan Deddy-Dedi atau di bawah 10 persen.

Namun pada quick count usai pencoblosan, suara pasangan ini di angka 29 persenan atau naik 3-4 kali lipat.

Pengamat Politik dari Universitas Parahyangan Asep Warlan mengomentari hal tersebut. Menurut dia, ada tiga faktor yang membuat suara pasangan Asyik melonjak di Pilkada Jabar 2018.

Baca juga: Dikiranya Kopi, Petugas TPS Minum Tinta Pemilu

Faktor pertama, efektifnya kerja mesin partai. Mesin partai bekerja dengan maksimal, optimal, fungsional, serta sistematis.

"Karena begini, dalam kebiasaan budaya politik di PKS, ketika mereka bekerja memenangkan pimpinannya itu bagian dari ibadah dan jihad," ujar Asep saat dihubungi Kompas.com, Kamis (28/6/2018).

"Syiar politik misalnya bagian dari upaya ibadah, sehingga doktrinnya akan memberikan semangat luar biasa tanpa bantuan logistik, fasilitas. Dia bisa mengerjakan ini dengan tulus ikhlas dan murni. Semangat tinggi ini tidak dimiliki pasangan lainnya," imbuhnya.

Kedua, tokoh-tokoh umat saat ini sudah ekspilisit menyatakan dengan sangat lugas dan tegas merekomendasikan umatnya, pimpinan yang harus mereka dukung.

"Hal ini sangat berpengaruh cukup besar, karena mereka dari kelas menengah ke bawah itu tergantung pimpinannya, tokohnya, terutama tokoh ulama," ungkapnya.

"Tokoh ustadz, tokoh di pesantren menjadi pegangan mereka (pasangan Asyik) dan mereka itu sudah secara eksplisit dukung Asyik, maka bergulir dan berkerjarlah suara-suara di level itu," imbuhnya.

Baca juga: Gerindra Klaim Sudrajat-Ahmad Syaikhu Juara Pilkada Jawa Barat 2018

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meski Pandemi, Luwu Utara Surplus Beras Hingga 34.000 Ton Lebih

Meski Pandemi, Luwu Utara Surplus Beras Hingga 34.000 Ton Lebih

Regional
Pelempar Al Quran di Makassar: Saya Khilaf, Saya Minta Maaf

Pelempar Al Quran di Makassar: Saya Khilaf, Saya Minta Maaf

Regional
2 dari 6 Tahanan Covid-19 yang Kabur di Jayapura Menyerahkan Diri

2 dari 6 Tahanan Covid-19 yang Kabur di Jayapura Menyerahkan Diri

Regional
Tak Terima Penghulu Hendak Nikahkan Anaknya, Ibu Pengantin: Stop Bapak

Tak Terima Penghulu Hendak Nikahkan Anaknya, Ibu Pengantin: Stop Bapak

Regional
Tidak Mau Disebut Kebobolan Soal Klaster Secapa AD, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota Bandung

Tidak Mau Disebut Kebobolan Soal Klaster Secapa AD, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota Bandung

Regional
Kronologi Wanita Ngamuk dan Lempar Al Quran, Awalnya Kesal Dituduh Laporkan Tetangga Berjudi

Kronologi Wanita Ngamuk dan Lempar Al Quran, Awalnya Kesal Dituduh Laporkan Tetangga Berjudi

Regional
Industri Olahan Cokelat Nglanggeran Gunungkidul, Mulai Bangkit di Tengah Pandemi

Industri Olahan Cokelat Nglanggeran Gunungkidul, Mulai Bangkit di Tengah Pandemi

Regional
Terjatuh Saat Berolahraga, Ketua DPRD Samarinda Tutup Usia

Terjatuh Saat Berolahraga, Ketua DPRD Samarinda Tutup Usia

Regional
Duduk Perkara Wanita Ngamuk dan Lempar Alquran, Emosi Dituding Tukang Lapor Polisi

Duduk Perkara Wanita Ngamuk dan Lempar Alquran, Emosi Dituding Tukang Lapor Polisi

Regional
Investigasi Kematian Warga di Boven Digoel, Komnas HAM Papua Keluarkan 5 Rekomendasi

Investigasi Kematian Warga di Boven Digoel, Komnas HAM Papua Keluarkan 5 Rekomendasi

Regional
Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BPBD Klaten Petakan Tempat Evakuasi Warga

Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BPBD Klaten Petakan Tempat Evakuasi Warga

Regional
Menolak Dirawat di Bantul, Pasien Covid-19 Pilih Pulang ke Madura

Menolak Dirawat di Bantul, Pasien Covid-19 Pilih Pulang ke Madura

Regional
Ini Kondisi Covid-19 di Surabaya Setelah 2 Pekan Waktu yang Diberikan Jokowi Habis

Ini Kondisi Covid-19 di Surabaya Setelah 2 Pekan Waktu yang Diberikan Jokowi Habis

Regional
Ridwan Kamil: Klaster Secapa AD adalah Anomali, Akan Ditangani Langsung Mabes TNI

Ridwan Kamil: Klaster Secapa AD adalah Anomali, Akan Ditangani Langsung Mabes TNI

Regional
Ridwan Kamil Sarankan Pembatasan Akses Warga Sekitar Secapa AD Hegarmanah

Ridwan Kamil Sarankan Pembatasan Akses Warga Sekitar Secapa AD Hegarmanah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X