Gedung Pengadilan Negeri Bantul Dirusak Sekelompok Orang

Kompas.com - 28/06/2018, 18:28 WIB
Gedung Pengadilan Negeri Bantul, Yogyakarta, yang dirusak sekelompok orang. HandoutGedung Pengadilan Negeri Bantul, Yogyakarta, yang dirusak sekelompok orang.

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Kantor Pengadilan Negeri Bantul, Yogyakarta, dirusak sekelompok orang yang diduga dari sebuah ormas.

Peristiwa terjadi seusai pembacaan sidang vonis Doni Bimo Saptoto alias Doni Abdul Gani dalam kasus pembubaran dan perusakan pameran seni di Pusat Studi Hak Asasi Manusia (Pusham) Universitas Islam Indonesia, Mei 2017.

Humas Pengadilan Negeri Bantul, Zaenal Arifin menyampaikan, massa dari salah satu ormas melakukan orasi di depan gedung pengadilan seusai sidang putusan sekitar pukul 13.00 WIB.

"Setelah putusan, massa di luar melakukan orasi, mungkin tesulut emosinya (mendengar putusan majelis hakim)," kata Zaenal saat dihubungi Kamis (28/6/2018).

Baca juga: Dikiranya Kopi, Petugas TPS Minum Tinta Pemilu

Zaenal menjelaskan, sejumlah barang yang rusak di antaranya kaca di lobi, TV untuk menayangkan jadwal sidang, meja piket Satpam, kursi pengunjung persidangan, dan pot bunga.

Pengadilan, sambung dia, sudah berkoordinasi dengan Polres Bantul terkait pengamanan sidang. Namun jumlah puluhan aparat kalah dengan anggota ormas.

"Saya tidak tahu detail pengrusakan, semua pakai seragam. Jumlahnya (anggota ormas) sekitar 100-an orang," ucapnya.

Dalam sidang putusan yang dibacakan hakim Subagyo, Doni terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana memaksa orang lain dengan kekerasan, yakni melanggar pasal 335 ayat 1 ke 1KUHP.

Majelis hakim menjatuhkan vonis 5 bulan penjara dengan masa percobaan sembilan bulan.

"Majelis hakim menetapkan pidana itu tidak perlu dijalaninya, kecuali apabila di kemudian hari ada perintah lain. Intinya dipidana lima bulan dengan percobaan sembilan bulan," tuturnya. 

Baca juga: Imbas OTT KPK, Ganjar-Taj Yasin Tumbang di Purbalingga

Perlu diketahui, Mei 2017, Pusham UII melakukan pameran seni rupa. Saat itu sejumlah orang membubarkan acara.

Menanggapi putusan hakim, Direktur Pusham UII, Eko Riyadi mengapresiasi. Putusan tersebut merupakan tonggak penghormatan dan perlindungan terhadap aktivis akademik.

Putusan hukum tersebut resmi sebagai patokan mana yang sah dan tidak.

"Kami berharap agar semua pihak menghormati putusan tersebut dan menjadikannya sebagai pembelajaran publik mengenai pentingnya penghormatan atas aktivitas akademik," bebernya. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Costumer Service Bank Swasta di Kota Tegal Positif Corona ,131 Karyawan Jalani 'Rapid Test'

Costumer Service Bank Swasta di Kota Tegal Positif Corona ,131 Karyawan Jalani "Rapid Test"

Regional
Update Covid-19 Maluku: Tambah 9 Pasien Positif Setelah 2 Hari Nihil Kasus

Update Covid-19 Maluku: Tambah 9 Pasien Positif Setelah 2 Hari Nihil Kasus

Regional
Sabang Mulai Buka Tempat Wisata dan Transportasi Laut

Sabang Mulai Buka Tempat Wisata dan Transportasi Laut

Regional
Obat Corona yang Didapatkan Pemprov Maluku dari China Hanya untuk Pasien Gejala Ringan

Obat Corona yang Didapatkan Pemprov Maluku dari China Hanya untuk Pasien Gejala Ringan

Regional
Angka Reproduksi Covid-19 di Jabar Terus Menurun

Angka Reproduksi Covid-19 di Jabar Terus Menurun

Regional
Kaget Dapat Bantuan Lagi, Risma: Saya Bersyukur, BIN Bantu Selesaikan Covid-19 di Surabaya

Kaget Dapat Bantuan Lagi, Risma: Saya Bersyukur, BIN Bantu Selesaikan Covid-19 di Surabaya

Regional
BNPB Merilis 3 Daerah di Kepri yang Boleh Melaksanakan New Normal

BNPB Merilis 3 Daerah di Kepri yang Boleh Melaksanakan New Normal

Regional
Batal Berangkat, Calon Jemaah Haji Asal Cianjur Maklum dengan Kondisi

Batal Berangkat, Calon Jemaah Haji Asal Cianjur Maklum dengan Kondisi

Regional
8.328 Calon Jemaah Haji di Sumut Batal Berangkat, Uang Bisa Dikembalikan

8.328 Calon Jemaah Haji di Sumut Batal Berangkat, Uang Bisa Dikembalikan

Regional
Kronologi Video Viral Suami Aniaya Istri, Diduga karena Uang Belanja

Kronologi Video Viral Suami Aniaya Istri, Diduga karena Uang Belanja

Regional
Bukan PSBB, Kota Ambon Akan Terapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Bukan PSBB, Kota Ambon Akan Terapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Regional
Risma Pamit, Ada 19 Nama Mendaftar ke PDI-P yang Siap Menggantikan

Risma Pamit, Ada 19 Nama Mendaftar ke PDI-P yang Siap Menggantikan

Regional
Ridwan Kamil Sebut Aktivitas di Sekolah Diprediksi Mulai Januari 2021

Ridwan Kamil Sebut Aktivitas di Sekolah Diprediksi Mulai Januari 2021

Regional
Seorang Warga Tergencet Batu Saat Mencari Pohon Serut, Proses Evakuasi 10 Jam, Korban Meninggal di Rumah Sakit

Seorang Warga Tergencet Batu Saat Mencari Pohon Serut, Proses Evakuasi 10 Jam, Korban Meninggal di Rumah Sakit

Regional
Suami Istri Kerja Sama Jebak Temannya lalu Dibunuh, Jasadnya Dibuang ke Parit

Suami Istri Kerja Sama Jebak Temannya lalu Dibunuh, Jasadnya Dibuang ke Parit

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X