Kompas.com - 26/06/2018, 21:37 WIB
Sekitar 400 warga pengungsi syiah asal Sampang, Madura merayakan peringatan Maulud Nabi di Rusun Jemundo, Kabupaten Sidoarjo hari Sabtu (17/12). Perayaan sempat dipindah dari rencana semula Masjid Rusun Jemundo ke kompleks rusun untuk mengantisipasi kerawanan. Namun peringatan berjalan lancar. Kompas/ dody wisnu pribadiSekitar 400 warga pengungsi syiah asal Sampang, Madura merayakan peringatan Maulud Nabi di Rusun Jemundo, Kabupaten Sidoarjo hari Sabtu (17/12). Perayaan sempat dipindah dari rencana semula Masjid Rusun Jemundo ke kompleks rusun untuk mengantisipasi kerawanan. Namun peringatan berjalan lancar.

SURABAYA, KOMPAS.com - Pengungsi Syiah di Rumah Susun Jemundo Sudoarjo Jawa Timur, menaruh harapan besar kepada siapapun pasangan gubernur dan wakil gubernur yang terpilih melalui Pilkada Jatim 2018.

Mereka berharap, gubernur Jatim pengganti Soekarwo bisa mengembalikan mereka ke kampung halaman di Kabupaten Sampang.

"Gubernur yang baru, siapapun yang dilantik saya harap bisa menyelesaikan masalah pengungsi Syiah," kata Tajul Muluk, koordinator pengungsi Syiah Sampang saat dihubungi, Selasa (26/6/2018).

Penyelesaian masalah pengungsi Syiah, sambung dia, termasuk mengembalikan mereka ke kampung halaman di Desa Karanggayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang.

Baca juga: Sebut Jokowi Himpun Fee Proyek, Fahri Hamzah Dilaporkan ke Polisi

 

"Termasuk mengatur rekonsiliasi dan menjamin keamanan kami saat di kampung halaman," jelasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Masalah Syiah, lanjut dia, hanyalah masalah kecil yang membutuhkan keberpihakan secara politik pemerintah kepada warga penganut faham Syiah.

"Ini hanya masalah kecil, bagaimana nanti provinsi bisa mengatasi masalah besar jika masalah kecil saja tidak bisa diselesaikan," ucapnya.

Saat pemungutan suara, Rabu (27/6/2018), ratusan pengungsi Syiah akan mencoblos di 2 TPS yang disediakan di sekitar rumah susun Jemundo Sidoarjo.

Baca juga: Opsi Pengungsi Syiah Sampang saat Pemungutan Suara Pilkada Serentak

 

Saat ini ada 300 lebih warga penganut Syiah Sampang yang mendiami Rusun Jemundo.

Para penganut Syiah tersebut terpaksa diungsikan ke Rusun Jemundo pada Agustus 2012, karena aktivitas mereka tidak dikehendaki dan dianggap sesat oleh warga di Dusun Nagkrenang, Desa Karanggayam, Kecamatan Omben.

Warga setempat sempat membakar rumah para pengungsi Syiah dan memaksa mereka untuk keluar dari desa. Aksi pembakaran juga pernah terjadi pada 2011. 

Kompas TV Bom bunuh diri terjadi di ibu kota Afghanistan, Kabul.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.