Merapinomic, Saat Merapi Menjadi Penyangga Ekonomi Warga

Kompas.com - 26/06/2018, 20:47 WIB
Seorang petani menyiram tanaman strawberry akibat terdampak abu vulkanik Gunung Merap, Jumat, (1/6/2018). KOMPAS.com/Ika Fitriana Seorang petani menyiram tanaman strawberry akibat terdampak abu vulkanik Gunung Merap, Jumat, (1/6/2018).

SEJAK 11 Mei 2018, Gunung Merapi ditetapkan statusnya ke level II, yaitu Waspada, oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Badan Geologi Kementerian ESDM.

Hal ini mengingat adanya kenaikan aktivitas Merapi yang ditandai dengan erupsi freatik yang terjadi pada 11 Mei, 21 Mei, dan 1 Juni 2018, yang menyebabkan asap yang membubung tinggi ke angkasa mencapai sekitar 6000 meter. Abu Merapi mengguyur daerah-daerah nun jauh ke arah barat karena terbawa oleh angin.

Dengan status tersebut, penduduk yang berada di radius lebih dari 3 kilometer dari puncak Merapi tidak diinstruksikan untuk mengungsi, namun diminta untuk dalam kondisi selalu waspada oleh berbagai kemungkinan. Jika aktivitas meningkat, maka level bisa dinaikkan ke Siaga dan Awas.

Pada level Waspada, belum perlu ada yang dikhawatirkan dari aktivitas Merapi. Masyarakat maupun pengunjung wisata bisa tetap berekreasi dan berkunjung di kawasan-kawasan wisata yang ada di sekitar Merapi. Kawasan wisata tersebut diantaranya Kaliurang, Kaliadem, Selo, Ndeles, dan lain-lain.

Baca juga: Melihat Panorama Gunung Merbabu dan Merapi dari Jarakan View

Namun ternyata, sepanjang pengamatan saat berada di Kaliurang dan sekitarnya pada pekan Lebaran yang lalu, terjadi penurunan kunjungan wisatawan. Arus kedatangan wisatawan baru terjadi pada lebaran hari kedua, itupun jauh menurun dibandingkan masa sebelumnya.

Ketika saya bertanya pada beberapa pengunjung, mereka menyatakan masih khawatir dengan kondisi Merapi oleh karena mendengar dan melihat berita/informasi yang beredar di media sosial.

Pada hari-hari sebelumnya, wisatawan sudah berkunjung namun kebanyakan hanya untuk menikmati kuliner di warung-warung makan, setelah itu akan turun lagi ke kota Yogyakarta yang jaraknya 25 kilometer dari Kaliurang.

Selain itu, beberapa wisatawan mulai menikmati tour jeep Merapi yang bertarif sekitar Rp 400.000 sekali jalan dengan perjalanan selama sekitar 3 jam. Hal ini menunjukkan bahwa pusat-pusat kuliner menjadi salah satu magnet dan pemicu gairah wisata.

Di Rumah Makan Pak Parto, misalnya, setiap pengunjung menghabiskan waktu sekitar 1 jam, dihitung sejak datang, pesan makanan, menikmati makanan, dan kepergian. Dengan begitu, tidak banyak waktu yang dihabiskan kecuali hanya untuk makan.

Berbeda dengan wisata rekreasi, yang wisatawan akan menghabiskan waktu rata-rata 3-6 jam, untuk menikmati alam sekitar, jalan-jalan, bercengkrama dan menikmati makanan. Begitu juga dengan penginapan atau akomodasi, sejak aktivitas Merapi meningkat, banyak yang membatalkan pesanan hotel di Kaliurang dan sekitarnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X