Drone 3 Kali Terbang di Atas Lapas Magelang, Petugas Ancam Tembak Jatuh

Kompas.com - 26/06/2018, 19:14 WIB
Ilustrasi drone yang dilengkapi kamera untuk merekam atau mengambil gambar. THINKSTOCKIlustrasi drone yang dilengkapi kamera untuk merekam atau mengambil gambar.

MAGELANG, KOMPAS.com - Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kota Magelang, Jawa Tengah, beberapa kali mendapati sebuah drone terbang di atas kompleks lapas. Belum diketahui siapa yang menerbangkan kamera tanpa izin tersebut.

Kasubsi Registrasi Lapas Kelas IIA Kota Magelang, Cahyo Sunarko, menjelaskan, drone tersebut diketahui petugas terbang mengitari kawasan lapas sebanyak 3 kali sebulan lalu.

"Sebulan lalu kami ketahui ada drone terbang di wilayah kami, sebanyak 3 kali. Kami sudah kontak Polres Magelang Kota untuk memastikan siapa pemilik drone tersebut," ujar Cahyo, Selasa (26/6/2018).

Menurut Cahyo, pihak kepolisian menyatakan tidak menerbangkan drone tersebut. Selain itu, tidak ada izin pula dari pihak tertentu yang masuk ke kepolisian terkait operasional drone tersebut di sekitar wilayah lapas.

"Sejauh ini kami pastikan drone itu ilegal karena ternyata pihak kepolisian tidak menerbangkan drone, dan tidak ada pihak yang mengajukan izin yang masuk ke kepolisian maupun pihak lapas,” tutur Cahyo.

Baca juga: Guru Asal Mesir Ditemukan Meninggal Dunia di Ponpes Pabelan Magelang

Cahyo mengungkapkan drone terbang pada malam hari, sempat terpantau dari pos pengamanan lapas terbang melintasi Blok B dan C, serta sempat terbang rendah ke tengah lapangan lapas.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Petugas lapas hampir menembak jatuh drone tersebut, namun gagal karena kamera langsung terbang menjauh ke arah kawasan Alun-alun Kota Magelang yang jaraknya sekitar 500 meter dari lapas.

Dijelaskan, lapas merupakan kawasan yang dilarang ada penerbangan pesawat tanpa awak atau drone tanpa izin terlebih dahulu.

Peraturan yang sama juga diterapkan di markas kepolisian, TNI, dan kawasan dilindungi lainnya dengan alasan keamanan.

"Kami minta masyarakat atau pemilik drone, jangan main-main menerbangkan drone di kawasan lapas. Kami tegas akan tembak jatuh dan yang bersangkutan kami kenakan pidana,” tegasnya.

Baca juga: Polisi Temukan 20 Kantong Tulang Bayi di Belakang Rumah Dukun Pijat di Magelang

Ada hal-hal yang dikhawatirkan jika drone menerobos masuk karena akan mengganggu kamanan dan ketertiban di dalam lapas. Misalnya, drone menjadi alat untuk membawa narkoba dan benda-benda terlarang lainnya.

“Karena melalui drone dimungkinkan terjadi penyelundupan narkoba ke dalam sel. Ini yang kami beri perhatian khusus. Kami telah memperketat pengamanan," paparnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X