Pada Pilkada 2018, Pemilih Difabel Antusias Salurkan Hak Pilihnya

Kompas.com - 26/06/2018, 08:55 WIB
Komisioner KPU Kota Malang Ashari Husen saat sosialisasi kepada pemilih difabel, Senin (25/6/2018).KOMPAS.com/Andi Hartik Komisioner KPU Kota Malang Ashari Husen saat sosialisasi kepada pemilih difabel, Senin (25/6/2018).

MALANG, KOMPAS.com - Supriyadi (53) terlihat antusias mengikuti sosialisasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang di sebuah rumah makan di Kota Malang, Senin (25/6/2018). Ditengah keterbatasannya sebagai kaum difabel penyandang tunanetra, Supriyadi tidak mau kehilangan hak suaranya untuk memilih.

"Saya kira kalau kita didampingi tidak ada kesulitan. Cuma yang saya khawatirkan teman - teman (sesama tunanetra) yang tidak dapat sosialisasi," katanya.

Supriyadi bersama 1.539 kaum difabel lainnya yang terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT) Kota Malang akan menghadapi dua pemilihan kepala daerah sekaligus. Yakni Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur dan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang pada Rabu (27/6/2018) nanti.

Baca juga: Pilih Siapa di Pilgub Jawa Tengah 2018?


Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur diikuti oleh dua pasangan calon. Yakni Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak dan Saifullah Yusuf - Puti Guntur Soekarno.

Sedangkan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang diikuti oleh tiga pasangan calon. Yakni, Yaqud Ananda Gudban - Ahmad Wanedi, M Anton - Samsul Mahmud serta Sutiaji - Sofyan Edi Jarwoko.

"Saya ikut terus setiap ada pemilihan. Beberapa kali pemilihan saya didampingi anak saya terus. Saya tidak mau didampingi orang lain. Antisipasi takut curang," kata Supriyadi yang merupakan Ketua Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kota Malang.

Pada pemilihan kali ini, Supriyadi juga tidak akan menyiakan hak suaranya. Supriyadi akan menyalurkan hak pilihnya di salah satu TPS di RW 2 Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru.

Nantinya, Supriyadi bersama penyandang tunanetra lainnya akan memilih dengan menggunakan alat bantu kertas yang bertuliskan huruf braille yang sudah disiapkan oleh KPU di semua TPS.

Baca juga: Jelang Pilkada Jatim, Disdukcapil Gresik Terbitkan 8.600 Surat Keterangan Pengganti e-KTP

"Tadi sudah simulasi, hurufnya (braille) jelas. Kan kita juga sambil menghafal pasangan calon supaya cepat," katanya.

Ada harapan yang mendalam dibalik antusiasme penyandang tunanetra itu untuk menyalurkan hak suaranya. Mereka menginginkan pasangan yang terpilih adalah pasangan yang mampu memperjuangkan nasib difabel.

"Karena kita punya keinginan supaya pemimpin yang saya pilih bisa membawa Indonesia lebih baik. Terutama perlindungan terhadap nasib kami," katanya.

Siska Widiyanti, salah satu difabel penyandang tunadaksa juga menunjukkan antusiasme yang sama. Ia terdaftar di TPS yang ada di RW 11, Kelurahan Cemoro Kandang, Kecamatan Kedung Kandang.

"Kalau di TPS saya kebetulan di RW cuma saya saja yang difabel. Jadi alhamdulillah petugasnya ramah," katanya.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X