Basarnas Analisa Objek Diduga Bangkai KM Sinar Bangun di Danau Toba

Kompas.com - 25/06/2018, 13:40 WIB
Kepala Basarnas M Syaugi saat memberikan keterangan pers di Tigaras, Kabupaten Simalungun, Minggu (24/6/2018). KOMPAS.com/Tigor MuntheKepala Basarnas M Syaugi saat memberikan keterangan pers di Tigaras, Kabupaten Simalungun, Minggu (24/6/2018).

TIGARAS, KOMPAS.com - Setelah mendeteksi dua objek di Danau Toba berjarak 2,5 kilometer dan 2 kilometer arah Barat Daya dari lokasi jatuhnya KM Sinar Bangun, tim khusus dari Basarnas masih terus bekerja menganalisa objek dimaksud.

Hal itu disampaikan Kepala Basarnas M Syaugi kepada sejumlah wartawan di Pelabuhan Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Senin (25/6/2018).

Menurut dia, tim khusus tersebut masih berada di tengah danau guna menganalisa dua objek dimaksud, apakah merupakan bangkai KM Sinar Bangun atau kapal lain yang pernah jatuh di Danau Toba.

Baca juga: Polda Sumut Tetapkan 4 Tersangka Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

"Ada tim khusus masih bekerja di danau guna menganalisa objek dimaksud," terangnya.

Dikatakannya, jika benar nanti objek itu benar merupakan KM Sinar Bangun yang tenggelam, maka akan ditindaklanjuti bagaimana menarik kapal dari danau atau jika Basarnas tak mampu akan meminta bantuan semua pihak termasuk masyarakat.

Baca juga: Basarnas akan Menganalisa Temuan Objek di Kedalaman 490 Meter di Danau Toba

Kepala Kantor SAR Medan, Budiawan menyebutkan, tak kurang 70 petugas turun ke lokasi melakukan proses analisa objek yang ditemukan di dua titik yakni di kilometer 2, 5 kilometer dan 2 kilometer arah Barat Daya dari lokasi jatuhnya KM Sinar Bangun.

Para petugas itu dibantu sebanyak 9 kapal motor milik warga bekerja sejak Senin (25/6/2018) pagi pukul 07.00 WIB hingga sore pukul 18.00 WIB.

"Para petugas bekerja, mulai dari menentukan titik pencarian, memasang alat, dan ada juga yang mengawasi lokasi pencarian serta dibantu kapal milik warga," terangnya. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

Regional
Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Regional
Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Regional
Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Regional
Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Regional
Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Regional
Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Regional
Gubernur Gorontalo Jelaskan Penyebab Pulau Dudepo Belum Teraliri Listrik

Gubernur Gorontalo Jelaskan Penyebab Pulau Dudepo Belum Teraliri Listrik

Regional
Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang, Satgas: Sebenarnya Bisa Dibubarkan, Cuma...

Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang, Satgas: Sebenarnya Bisa Dibubarkan, Cuma...

Regional
Ratusan TPS di NTT Tak Miliki Listrik dan Jaringan Internet yang Memadai

Ratusan TPS di NTT Tak Miliki Listrik dan Jaringan Internet yang Memadai

Regional
Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang Saat PSBB, Kapolres Serang Bilang Tak Tahu

Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang Saat PSBB, Kapolres Serang Bilang Tak Tahu

Regional
Gegara Unggahan Bernada Sumbang soal Covid-19, Pria Ini Disidang Bupati Banyumas

Gegara Unggahan Bernada Sumbang soal Covid-19, Pria Ini Disidang Bupati Banyumas

Regional
Pohon Tumbang Timpa Mobil Berpenumpang Lima Orang di Madiun

Pohon Tumbang Timpa Mobil Berpenumpang Lima Orang di Madiun

Regional
Prajurit TNI di Perbatasan Amankan Kantong Plastik Isi 4 Bundel Amplop, Diduga untuk Serangan Fajar

Prajurit TNI di Perbatasan Amankan Kantong Plastik Isi 4 Bundel Amplop, Diduga untuk Serangan Fajar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X