Bupati Anas Tetapkan Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang Banyuwangi

Kompas.com - 23/06/2018, 23:37 WIB
Para relawan sedang membersihkan lumpur yang merendam rumah di Desa Alasmalang Banyuwangi KOMPAS.COM/Ira RachmawatiPara relawan sedang membersihkan lumpur yang merendam rumah di Desa Alasmalang Banyuwangi


BANYUWANGI, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menetapkan status darurat bencana tujuh hari pasca banjir bandang yang menerjang ratusan rumah di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Jumat (22/6/2018).

Hal tersebut diungkapkan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat datang dilokasi bencana banjir bandang, Sabtu (23/6/2018).

"Kami sudah tetapkan status darurat bencana tujuh hari ke depan dan saya sudah tandatangan Surat Pernyataan Tanggap Darurat untuk mempercepat penanganan, sehingga dana untuk penanganan APBD lewat anggaran belanja tidak terduga bisa segera dioptimalkan," jelas Anas.

Baca juga: Ratusan Rumah Terdampak Banjir Bandang di Banyuwangi

Rencananya, anggaran tersebut digunakan untuk itu akan digunakan untuk kegiatan seperti penyediaan air bersih, pendirian dapur umum, pemenuhan sandang, sewa alat berat, dan pembiayaan lainnya yang harus segera diselesaikan.

Selain itu, Anas juga mengapresiasi masyarakat Banyuwangi yang telah membantu masyarakat Desa Alasmalang untuk membersihkan lumpur yang merendam ratusan rumah.

"Saya tidak menyangka antusias dan spontanitas dari masyarakat yang datang untuk membantu sangat besar. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua komunitas dan organisasi atau kelompok siapa pun yang turun tangan mengerjakan ini bersama sama," jelasnya.

Baca juga: Cerita Hari Selamatkan Kucing Panik Terjebak Dekat Lumpur Usai Banjir Bandang Banyuwangi

Anas juga menyerahkan beras sebanyak 5 ton dan sayur mayur serta bahan makanan untuk konsumsi para korban, yang berasal dari iuran para pegawai Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

"Ini sumbangan dari pegawai Pemkab," jelasnya.

Sementara itu dari data BPBD Banyuwangi ada 549 kepala keluarga yang terdampak dan berada di desa Alasmalang tersebar di empat dusun yaitu Karangasem, Bangunrejo, Garit, dan Wonorekso. Ada 43 rumah rusak sangat parah, 139 rusak parah, 307 rumah rusak sedang dan 60 rumah rusak ringan.

"Kita sekarang fokus untuk membersihkan lumpur di rumah-rumah warga dan membuka akses jalan provinsi. Dapur umum setiap harinya menyediakan hampir 4.500 nasi bungkus untuk warga yang terdampak," jelas Muhammad Lutfi, camat Singojuruh.

Seperti diberitakan sebelumnya, empat dusun di Desa Alas Malang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, diterjang banjir bandang yang membawa material lumpur dan kayu, Jumat (22/6/2018). Banjir diakibatkan adanya gerakan tanah di lereng Gunung Raung, tepatnya di kawasan Gunung Pendil akibat curah hujan tinggi.

Kompas TV Pemkab Banyuwangi tetapkan status tanggap bencana hingga 29 Juni.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X