KM Ramos Risma Marisi Terseret Arus Danau Toba, Satu Orang Hilang setelah Lompat dari Kapal

Kompas.com - 23/06/2018, 02:36 WIB
Ilustrasi kapal nelayan di Sungai Jeneberang, Kelurahan Barombong, Makassar, Rabu (23/12/2015). KOMPAS.com/Hendra CiptoIlustrasi kapal nelayan di Sungai Jeneberang, Kelurahan Barombong, Makassar, Rabu (23/12/2015).

MEDAN, KOMPAS.com - Satu awak Kapal Motor Ramos Risma Marisi hilang di perairan Danau Toba di Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Jumat (22/6/2018). 

Kepala Kantor SAR Medan Budiawan yang dikonfirmasi mengatakan, Rahmat Dani (28) hilang setelah melompat ke danau dan berusaha berenang ke tepi bersama temannya, Joifan Situmorang (17). Joifan ditemukan selamat.

"Satu korban sedang dalam pencarian. Anggota sudah turun ke danau melakukan penyisiran," kata Budiawan, Sabtu (23/6/2018) dini hari.

Baca juga: 12 Keluargaku Hilang di Danau Toba, Tak Bisa Lagi Aku Nangis...

Peristiwa ini, lanjut dia, terjadi pada pukul 19.00 WIB. Sekitar pukul 20.20 WIB, Koordinator Pos SAR Danau Toba berkoordinasi dengan Kapolsek Onanrunggu meminta bantuan warga yang memiliki kapal untuk membantu memberikan pertolongan.

KM Petrus dan KM Horas Bunda lalu bergerak menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi SAR. Namun melihat jauhnya lokasi musibah dari Posko Onangrunggu, pencarian pada malam hari tidak efektif. Tim akan kembali melakukan pencarian pada Sabtu pagi.

Baca juga: Prabowo: Banyak yang Membenci Saya

Koordinator Basarnas Danau Toba Torang M Hutahaean menuturkan, kejadian berawal pada insiden KM Ramos Risma Marisi mengalami mati mesin usai mengantar penumpangnya dari Pulau Sibandang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara.

Kapal ini diduga tidak memiliki penerangan sehingga menyeberangi danau tanpa cahaya. Saat hampir mencapai tepi, kapal lalu menabrak bambu.

"Mesin langsung mati. Saat itu cuaca sedang buruk. Ama Monang meminta Joifan dan Rahmat melihat baling-baling kapal. Kapal yang sudah mendekati tepi danau itu tiba-tiba terbawa arus kencang, kapal kembali ke tengah danau," kata Torang, Jumat.

Baca juga: Kesaksian Riko, Korban Selamat Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

Joifan dan Rahmat seketika menyelamatkan diri dengan terjun ke danau untuk berenang menuju pantai. Namun, Rahmat terbawa arus dan sampai saat ini belum ditemukan.

Joifan dan nakhoda kapal Ama Monang Lumbanraja (40) serta dua rekan awak yang lain, Sahat Simorangkir (16) dan Jolom Sipayung (18) dirawat di Puskesmas Nainggolan. 

"Kapal sudah ditarik ke kawasan Nainggolan. Sejak sore tadi, hujan dan angin terus turun di kawasan Danau Toba," ujar Torang.

Baca juga: Kami Tidak Malu, Itu Anak Kami Pemberian Tuhan...

Peringatan dini cuaca Sumatera Utara menurut Prakirawan-BMKG Medan menyebutkan, hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah Langkat, Humbahas, Tobasa, Asahan, Tapteng, Sibolga, Taput, Tapsel, Padangsidimpuan, Madina, Palas, dan Paluta.

Lalu meluas ke wilayah Simalungun, Pematangsiantar, Batubara, Labura, Labuhanbatu, Sergai, Tebingtinggi, Labusel, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Samosir dan sekitarnya. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga pukul 03.00 WIB pada 23 Juni 2018.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pesta Narkoba Saat Liburan di Bali, Selebgram Berinisial S Ditangkap Polisi

Pesta Narkoba Saat Liburan di Bali, Selebgram Berinisial S Ditangkap Polisi

Regional
Kejari Lhokseumawe Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Pengaman Pantai Senilai Rp 4,9 M

Kejari Lhokseumawe Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Pengaman Pantai Senilai Rp 4,9 M

Regional
Video Viral Artis TikTok Gelar Acara Jumpa Fan, Penggemar Berkerumun Tanpa Jaga Jarak

Video Viral Artis TikTok Gelar Acara Jumpa Fan, Penggemar Berkerumun Tanpa Jaga Jarak

Regional
Wali Kota dan Ketua DPRD Kota Tegal Batal Divaksin karena Alasan Kesehatan

Wali Kota dan Ketua DPRD Kota Tegal Batal Divaksin karena Alasan Kesehatan

Regional
'Olus Itu Tulang Punggung Keluarga, Dia Telah Pergi, Kini Keluarganya Kehilangan Segalanya'

"Olus Itu Tulang Punggung Keluarga, Dia Telah Pergi, Kini Keluarganya Kehilangan Segalanya"

Regional
Kasus Covid-19 Selama PPKM di Banyumas Menunjukkan Tren Menurun

Kasus Covid-19 Selama PPKM di Banyumas Menunjukkan Tren Menurun

Regional
Satgas Tipikor Selidiki 4 Kasus Dugaan Korupsi, 10 Pejabat Pemkot Tegal Diperiksa

Satgas Tipikor Selidiki 4 Kasus Dugaan Korupsi, 10 Pejabat Pemkot Tegal Diperiksa

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Januari 2021

Regional
Polisi Sebut Perumahan di Lokasi Longsor yang Tewaskan 40 Orang Langgar Aturan

Polisi Sebut Perumahan di Lokasi Longsor yang Tewaskan 40 Orang Langgar Aturan

Regional
Tangis Haru Keluarga Menyambut Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ 182 di Ende, NTT

Tangis Haru Keluarga Menyambut Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ 182 di Ende, NTT

Regional
Jadi Orang Pertama Divaksin, Bupati Jepara: Seperti Digigit Semut Hitam Bukan Semut Merah

Jadi Orang Pertama Divaksin, Bupati Jepara: Seperti Digigit Semut Hitam Bukan Semut Merah

Regional
PPKM Jilid 2 di Jateng, PKL Bakal Dibuatkan Aplikasi Khusus Jualan

PPKM Jilid 2 di Jateng, PKL Bakal Dibuatkan Aplikasi Khusus Jualan

Regional
Bikin Fans Berkerumun, Seorang Artis TikTok Diperiksa Polisi

Bikin Fans Berkerumun, Seorang Artis TikTok Diperiksa Polisi

Regional
Dua Kepala Daerah di DIY Positif Covid-19 , Sekda: Makan Tidak Usah Bareng-bareng

Dua Kepala Daerah di DIY Positif Covid-19 , Sekda: Makan Tidak Usah Bareng-bareng

Regional
Kesal Harga Turun, Seorang Peternak Buang Telur Ayamnya ke Sawah, Videonya Viral

Kesal Harga Turun, Seorang Peternak Buang Telur Ayamnya ke Sawah, Videonya Viral

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X