Kompas.com - 21/06/2018, 14:02 WIB
Perawat Tim Nusantara Sehat, Merixz, memberikan imunisasi di tengah hutan kepada seorang bayi berusia 2 bulan. Para tenaga kesehatan ini ditugaskan di Distrik Ninati, Boven Digoel, Papua. Dok. WahidPerawat Tim Nusantara Sehat, Merixz, memberikan imunisasi di tengah hutan kepada seorang bayi berusia 2 bulan. Para tenaga kesehatan ini ditugaskan di Distrik Ninati, Boven Digoel, Papua.

JAKARTA, KOMPAS.com – Bertugas di pedalaman dengan segala keterbatasan memberikan tantangan bagi para tenaga kesehatan.

Hal ini pula yang dialami oleh Tim Nusantara Sehat dari Kementerian Kesehatan yang ditugaskan di Distrik Ninati, Kabupaten Boven Digoel, Papua.

Tim ini telah bertugas di Boven Digoel sejak Mei 2017.

Salah seorang anggota tim, Wahid Sabaan yang merupakan apoteker, mengungkapkan, ia dan rekan-rekannya pernah memberikan imunisasi untuk seorang bayi berusia dua bulan di tengah hutan.

Pemberian imunisasi di tengah hutan dilakukan karena rumah warga yang jauh dari fasilitas kesehatan.

Wahid menceritakan, hal itu terjadi secara tidak sengaja saat rombongannya akan mengadakan posyandu di Kampung Kawaktembut yang berjarak 17 kilometer dari puskesmas tempatnya bekerja di Kampung Ninati.

Baca juga: Foto-fotonya Bertugas di Pedalaman Papua Viral, Ini Kisah Dokter Amalia

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di perjalanan, tim bertemu seorang ibu yang tengah menggendong bayinya berjalan melintasi hutan menuju kampung lain untuk mendapatkan bahan pangan.

Kampung tempat si ibu tinggal sulit dijangkau untuk mendapatkan bahan makanan seperti mie instan atau ikan kalengan.

Perawat Tim Nusantara Sehat, Merixz. memberikan imunisasi di tengah hutan pedalaman Papua kepada seorang bayi berusia 2 bulan.Dok. Wahid Perawat Tim Nusantara Sehat, Merixz. memberikan imunisasi di tengah hutan pedalaman Papua kepada seorang bayi berusia 2 bulan.
Saat perjalanan pulang, tim yang terdiri dari 4 tenaga kesehatan dan seorang warga ini kembali bertemu dengan ibu dan bayinya karena melalui jalan yang sama.

“Setelah kami cek ternyata jadwal imunisasinya (bayi) di bulan itu masih kosong. Kami tidak mau menyulitkan pasien dengan jalan 17 km lagi ke ibu kota distrik tempat kami tinggal (puskesmas). Maka kami lakukan imunisasi di tengah hutan agar cakupan imunisasi anak ini bisa diberikan semua,” kata Wahid kepada Kompas.com, Kamis (21/6/2018).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Regional
Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X