"Head to Head" Dihapus, Debat Final Pilgub Jabar Diprediksi Antiklimaks

Kompas.com - 21/06/2018, 08:13 WIB
Para kontestan Pilkada Jabar 2018 dalam acara debat publik 2018 di Sabuga, Senin (12/3/2018). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIPara kontestan Pilkada Jabar 2018 dalam acara debat publik 2018 di Sabuga, Senin (12/3/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Pilkada Jawa Barat 2018 memasuki fase akhir debat publik. Rencananya, debat ketiga akan digelar di Grand Ballroom Sudirman, Bandung pada Jumat (22/6/2018).

Dalam debat, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar mengubah sistem debat dengan meniadakan debat antarpasangan calon (head to head). Alasan ketertiban jadi pertimbangan.

Baca juga: Survei Kompas: Megapolitan Jadi Penentu Kemenangan di Pilgub Jabar

Namun, sistem ini diprediksi Pengamat Ilmu Politik dan Pemerintahan Universitas Katolik Parahyangan Asep Warlan Yususf justru membuat jalannya debat ketiga akan berakhir antiklimaks.

Hilangnya head to head akan membuat pasangan calon cenderung hati-hati agar tak kehilangan citra.

"Substansi akan antiklimaks. Menurut saya panggung debat itu hnya sebatas menggugurkan kewajiban adanya debat publik saja," kata Asep saat dihubungi via telepon selular, Rabu (20/6/2018).

Baca juga: Sudrajat-Syaikhu Bawa Kaus 2018 Asyik Menang, 2019 Ganti Presiden, Debat Pilgub Jabar Berakhir Panas

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Asep, esensi debat akan hilang dengan ditiadakannya debat terbuka antarpasangan calon. Apalagi, dari dua debat sebelumnya, pasangan calon belum memperlihatkan secara detail program dan gagasannya untuk Jabar.

"Padahal makna debat itu adalah antar kandidat. Karena lagi-lagi hemat saya pada pasangan calon yang diungkapkan itu-itu saja," ucapnya.

Baca juga: Kenapa Debat Publik Kedua Pilgub Jabar Digelar di Depok?

Asep menilai, langkah antisipasi yang dilakukan KPU cenderung mundur dari substansi debat. Idealnya, lanjut Asep, rambu-rambu debat mesti diperketat tanpa mengurangi esensi dari debat itu sendiri.

"Ya harusnya rambunya yang diperketat tidak boleh saling menghina, tidak boleh bawa isu Pilpres, tidak boleh ada hubungan dengan tokoh. Mungkin itu (faktor ketertiban) jadi pertimbangnya. Pihak keamanan tidak ingin mengandung dan mengundang potensi (gesekan) yang ada. Tapi kan bisa diatur, bukan mereka (paslon) yang dijinakan," tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.