Diduga Langgar UU Pilkada, Plt Wali Kota Bogor Terancam 1 Bulan Penjara

Kompas.com - 20/06/2018, 15:55 WIB
Plt Wali Kota Bogor Usmar Hariman KOMPAS.com / RAMDHAN TRIYADI BEMPAHPlt Wali Kota Bogor Usmar Hariman

BOGOR, KOMPAS.com - Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bogor, Usmar Hariman, diperiksa oleh penyidik Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu). Pemeriksaan berlangsung di kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bogor, Selasa (19/6/2018).

Usmar diperiksa berkaitan dengan dugaan pelanggaran Undang-undang Pilkada serta etika sebagai pejabat negara saat menghadiri acara buka puasa bersama dengan Lembaga Pemberdayaan Masyrakat (LPM) se-Kota Bogor, di Hotel Savero Bogor, Senin (11/6/2018).

Ketua Panwaslu Kota Bogor, Yustinus Elias Mau, mengatakan, pemeriksaan terhadap Usmar sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam Undang-undang Nomor 10 dan Peraturan Bawaslu Nomor 12.

Yustinus menjelaskan, penyidik sudah memeriksa dua alat bukti berupa rekaman video dan suara, termasuk dua orang saksi sebagai pelapor.

Baca juga: Kakek Ini Mengaku Dibayar Jadi Dukun Dadakan untuk Kampanye Hitam di Pilgub Jabar

Dalam rekaman tersebut, sambung Yustinus, seseorang yang diduga Usmar itu terdengar mengajak dan mengarahkan untuk memihak kepada salah satu pasangan calon peserta Pilkada Kota Bogor.

"Alat bukti dua, sudah lengkap. Karena sebelum diregister itu harus ada minimal dua alat bukti dan saksi harus dua. Syarat formil dan materil terpenuhi," ucap Yustinus, Rabu (20/6/2018).

Yustinus menyebut, jika dalam hasil pemeriksaan itu Usmar terbukti menyalahi aturan, sanksi terberat adalah satu bulan kurungan penjara dan denda maksimal Rp 12 juta sesuai dengan Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 dan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 4 Tahun 2017.

"Itu kalau pelanggaran pidana, tapi kalau pelanggaran administratif diselesaikan di Panwaslu dengan mengirim rekomendasi surat kepada pejabat tertinggi (Mendagri) untuk memberikan sanksi tertulis kepada yang bersangkutan," sebutnya.

"Yang dilaporin itu dugaan mengajak untuk memenangkan salah satu pasangan calon, tapi itu kan baru dugaan. Sampai sekarang masih proses pembahasan tim Sentra Gakkumdu," tambahnya.

Sementara itu, Plt Wali Kota Bogor, Usmar Hariman, mengaku dicecar 25 pertanyaan oleh penyidik selama 2 jam pemeriksaan.

Usmar juga tidak membantah bahwa rekaman yang beredar itu adalah dirinya. Namun, apa yang ia sampaikan dalam acara buka puasa bersama itu berasal dari bahan atau materi yang didapatnya dari seseorang.

“Tadi saya klarifikasi di dalam 25 pertanyaan yang diajukan penyidik. Lebih banyak ngobrolnya tadi. Substantifnya tanya ke penyidik, ya. Saya coba jawab sesuai dengan sumpah janji," ungkap Usmar.

Baca juga: Ikut Pilkada, Nilai Kekayaan Wali Kota Bogor Bima Arya Naik Jadi Rp 5,5 Miliar

"Ada penyampaian beberapa poin bagi kawan-kawan yang hadir saat buka bersama itu, iya. Jadi, informasi yang saya dapatkan, saya sampaikan apa adanya. Nggak ditambah, nggak dikurang. Tidak ada maksud lain kaitan dengan tendesius ke salah satu paslon, tidak ada,” jelas dia.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jurnalis Mongabay asal Amerika Serikat Ditahan Imigrasi Palangkaraya

Jurnalis Mongabay asal Amerika Serikat Ditahan Imigrasi Palangkaraya

Regional
Divonis 2 Bulan, Kakek Samirin yang Pungut Getah Karet Seharga RP 17.000 Akhirnya Bebas

Divonis 2 Bulan, Kakek Samirin yang Pungut Getah Karet Seharga RP 17.000 Akhirnya Bebas

Regional
Gibran Tanggapi Pidato Megawati soal Minta Rekomendasi: Saya Tak Lewat Pintu Belakang

Gibran Tanggapi Pidato Megawati soal Minta Rekomendasi: Saya Tak Lewat Pintu Belakang

Regional
Dua Kali Kabur, Terpidana Mati yang 5 Tahun Jadi Buron Ini Ditembak Polisi

Dua Kali Kabur, Terpidana Mati yang 5 Tahun Jadi Buron Ini Ditembak Polisi

Regional
Beli Motor NMAX Pakai Uang Koin Rp 24 Juta, Pria di Banyuwangi Menabung di Kaleng Biskuit

Beli Motor NMAX Pakai Uang Koin Rp 24 Juta, Pria di Banyuwangi Menabung di Kaleng Biskuit

Regional
Melihat Batik Siswa SLB di Kendal yang Disukai Turis Asing

Melihat Batik Siswa SLB di Kendal yang Disukai Turis Asing

Regional
Risma: Saya Enggak Mau Ditanya Malaikat Kenapa Ada Warga Kelaparan

Risma: Saya Enggak Mau Ditanya Malaikat Kenapa Ada Warga Kelaparan

Regional
Jalur Puncak Rawan Longsor, Pengendara Diminta Hati-hati

Jalur Puncak Rawan Longsor, Pengendara Diminta Hati-hati

Regional
Kronologi ABK Meninggal dan Jenazahnya Dilarung ke Laut, Terakhir Komunikasi Setahun Lalu

Kronologi ABK Meninggal dan Jenazahnya Dilarung ke Laut, Terakhir Komunikasi Setahun Lalu

Regional
Fakta Lengkap Mahasiswa Jember Tewas di Kamar Indekos, dari Bau Menyengat hingga Korban Sempat Mengeluh Sakit

Fakta Lengkap Mahasiswa Jember Tewas di Kamar Indekos, dari Bau Menyengat hingga Korban Sempat Mengeluh Sakit

Regional
Mengenal Lebih Dekat Ikan Dewa, Harganya Jutaan dan Selalu Diburu Jelang Imlek

Mengenal Lebih Dekat Ikan Dewa, Harganya Jutaan dan Selalu Diburu Jelang Imlek

Regional
Seorang Kakek di Temanggung Tewas Disengat Ratusan Lebah

Seorang Kakek di Temanggung Tewas Disengat Ratusan Lebah

Regional
Fakta Kapal Wartawan Istana Tenggelam di Labuan Bajo, Polisi Sebut Layar Belum Sempat Diturunkan

Fakta Kapal Wartawan Istana Tenggelam di Labuan Bajo, Polisi Sebut Layar Belum Sempat Diturunkan

Regional
[POPULER NUSANTARA] ABK Meninggal Dibuang ke Laut | Raja Agung Sejagat Minta Maaf

[POPULER NUSANTARA] ABK Meninggal Dibuang ke Laut | Raja Agung Sejagat Minta Maaf

Regional
Fakta KM Panji Saputra Hilang Kontak, Angkut Drum Avtur hingga Basarnas Kerahkan Pesawat

Fakta KM Panji Saputra Hilang Kontak, Angkut Drum Avtur hingga Basarnas Kerahkan Pesawat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X