Kompas.com - 18/06/2018, 13:26 WIB
Sepasang burung maleo (Macrocephalon maleo) di kawasan peneluran Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. handoutSepasang burung maleo (Macrocephalon maleo) di kawasan peneluran Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.

GORONTALO, KOMPAS.com – Pelepasliaran anak maleo (Macrocephalon maleo) yang baru menetas di hatchery akan memiliki prosedur khusus.

Prosedur ini akan menjadi panduan penanganan maleo oleh semua pihak, termasuk wisatawan dan peneliti.

Prosedur ini disusun berdasarkan kasus-kasus yang pernah terjadi. Ada wisatawan, misalnya, melakukan pelepasan anak maleo dengan cara yang membahayakan satwa endemik ini, seperti dengan melempar ke udara.

Cara ini dinilai bisa menyebabkan anak maleo yang masih lemah menjadi stres, terluka, cacat atau bahkan mati.

Baca juga: Perjuangan Dua Warga Pinogu Gorontalo Selamatkan Maleo dari Kepunahan

Standar operasional ini juga mengatur waktu kunjungan, perilaku, hingga jumlah orang yang bisa masuk dalam kawasan ladang peneluran burung maleo di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.

“Tidak hanya anakan maleo, perlakuan terhadap telurnya pun sebaiknya harus ada aturannya, termasuk untuk kepentingan penelitian atau pengelolaan itu sendiri, bukan hanya untuk kepentingan wisata semata,” kata Hanom Bashari, Protected Area Specialist, Enhancing the Protected Area System in Sulawesi for Biodiversity Conservation (E-PASS) Bogani Nani Wartabone, Senin (18/6/2018).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Prosedur pelepasliaran anak maleo ini sedang dalam proses penyelesaian yang melibatkan 3 lembaga, E-PASS, Wildlife Conservation Society (WCS) dan Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW).

“Prosedur standar ini diharapkan akan menjadi acuan penanganan maleo di semua daerah di Sulawesi,” ujar Hanom Bashari.

Baca juga: Mengintip Desa Wisata Bongo, dari Masjid Berkubah Emas hingga Fosil Kayu Berusia Jutaan Tahun

Kepala Balai TNBNW Lukita Awang Nistyantara saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini mereka sedang membuat prosedur operasi standar perlakukan terhadap maleo dan kunjungan wisatawan maupun petugas di kawasan peneluran.

Dengan adanya prosedur standar ini, pengelolaan ladang peneluran diharapkan semakin berkualitas dan tingkat kehidupan anakan maleo meningkat.

Aturan ini juga menjadi acuan yang akan ditaati semua pihak, tidak hanya yang terlibat pengelolaan maleo saja namun juga mengikat semua pihak, termasuk aparatur pemerintah daerah.

Baca juga: Kisah Masjid Menara Kudus yang Bikin Ciut Nyali Pejabat Nakal (3)

Hanom berharap, pada Juli ini aturan dan prosedur standar penganganan maleo sudah selesai.

Pada cara pelepasliaran, anakan maleo saat dipegang tidak boleh lebih dari 20 cm di atas permukaan tanah. Posisi hadap maleo harus ke arah hutan dan dibiarkan lari sendiri dari genggaman tangan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.