Isak Tangis di Pemakaman 16 Korban Kapal Karam Sehari Sebelum Idul Fitri - Kompas.com

Isak Tangis di Pemakaman 16 Korban Kapal Karam Sehari Sebelum Idul Fitri

Kompas.com - 15/06/2018, 00:12 WIB
Kapolda Sulsel,  Irjen Polisi Umar Septono ikut proses pemakaman 16 warga Pulau Barrang Lompo yang tewas tenggelam,  Kamis (14/6/2018).KOMPAS.com/Hendra Cipto Kapolda Sulsel, Irjen Polisi Umar Septono ikut proses pemakaman 16 warga Pulau Barrang Lompo yang tewas tenggelam, Kamis (14/6/2018).

MAKASSAR, KOMPAS.com – Ke-16 korban meninggal dunia dalam peristiwa karamnya kapal nelayan KM Arista tenggelam di Perairan MakassarSulawesi Selatan, Rabu (13/6/2018) siang, dimakamkan.

Setelah berhasil diidentifikasi, 16 jenazah itu langsung dibawa ke kampung halaman mereka di Pulau Barrang Lompo untuk dishalati di Masjid Pulau Barang Lompo dan dimakamkan di pemakaman umum setempat, Kamis (14/6/2018).

Baca juga: 13 Korban Tewas Kapal Karam di Makassar Mayoritas Lansia dan Anak-anak

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Polisi Umar Septono ikut dalam proses pemakaman 16 jenazah korban tenggelam KM Arista. Dia pun ikut mengusung jenazah.

Pemakaman para korban diiringi isak tangis keluarga dan handai taulan. Warga Pulau Barang Lompo kehilangan banyak warganya menjelang perayaan Idul Fitri.

Kapal yang karam itu berangkat dengan membawa sekitar 73 warga Pulau Barrang Lompo yang hendak mudik ke kampung halamannya dengan menggunakan kapal nelayan.

Baca juga: Daftar 16 Korban Tewas Kapal yang Karam di Makassar

Hingga saat ini, 16 orang dinyatakan tewas, 55 orang selamat dan 2 orang hilang. Keduanya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR Gabungan.



Komentar
Close Ads X