Bayi hingga Dewasa Alami Gatal Bernanah, Cerita Warga Desa yang Pakai Air Selokan untuk Minum - Kompas.com

Bayi hingga Dewasa Alami Gatal Bernanah, Cerita Warga Desa yang Pakai Air Selokan untuk Minum

Kompas.com - 14/06/2018, 17:15 WIB
Dua warga mencuci di atas kolam yang airnya bersumber dari selokan di Kampung Pasir Tengah, Desa Gede Pangrango, kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (13/6/2018). KOMPAS.com/BUDIYANTO Dua warga mencuci di atas kolam yang airnya bersumber dari selokan di Kampung Pasir Tengah, Desa Gede Pangrango, kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (13/6/2018).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Sejumlah warga di Kampung Pasir Tengah, Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat, terjangkit penyakit kulit berupa gatal-gatal.

Penyakit gatal-gatal mirip kutu air dan bernanah ini diderita warga, mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa. Bahkan, bayi usia di bawah lima tahun (balita) juga mengalaminya.

Warga yang mengalami gatal-gatal itu adalah warga pengguna air dari selokan yang berasal dari Sungai Cigunung Hutan Gunung Gede Pangrango di Situgunung sejak delapan bulan lalu. Gatal-gatal masih terus dialami beberapa warga hingga kini.

Baca juga: Kisah Warga Pinggiran Situgunung Manfaatkan Air Selokan untuk Minum

Selain warga Kampung Pasir Tengah yang jaraknya hanya sekitar 2 kilometer dari Kantor Kecamatan Kadudampit di Jalan Raya Cisaat-Situgunung, gatal-gatal juga dialami warga Kampung Kembar, Desa Sukamanis.

Seorang ibu memperlihatkan kaki bayinya yang terjangkit penyakit gatal-gatal di Kampung Pasir Tengah, Desa Gede Pangrango, Kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (13/6/2018). KOMPAS.com/BUDIYANTO Seorang ibu memperlihatkan kaki bayinya yang terjangkit penyakit gatal-gatal di Kampung Pasir Tengah, Desa Gede Pangrango, Kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (13/6/2018).
Penyakit kulit yang belum diketahui pasti penyebabnya ini diderita belasan warga di dua desa tersebut, Desa Gede Pangrango dan Desa Sukamanis.

"Keluarga kami semua terkena penyakit gatal-gatal, termasuk saya dan suami juga dua anak saya," ungkap Cicih (45), seorang ibu rumah tangga, saat ditemui di rumahnya di Kampung Pasir Tengah, Desa Gede Pangrango, Rabu (13/6/2018).

Baca juga: Walhi Soroti Amdal Pembangunan Tempat Wisata Gunung Pangrango di Sukabumi

Menurut dia, penyakit gatal ini sudah berlangsung sekitar delapan bulan lalu. Bahkan, kedua anaknya malah sudah berkali-kali diperiksa ke dokter dan Puskesmas.

Anaknya, Ilham (10) sudah dua kali dibawa ke Puskesmas dan 9 kali ke dokter, sedangkan Jihan (6) dua kali dibawa ke Puskesmas dan 3 kali ke dokter.

"Gatal-gatalnya ini menyerang sekujur tubuh, mulai tangan, kaki, badan, bahkan juga ke muka," ujar dia.

"Kalau sudah digaruk jadi gatal semua di badan, terasa perih dan panas," sambungnya.

Pada naknya anak laki-lakinya, gatal-gatal menyerang bagian sekitar selangkangan kedua pahanya. Akibatnya sempat beberapa kali, dia tidak bisa pergi ke sekolah.

"Ini Pak, anak saya. Lihat saja bekas-bekasnya, di selangkangannya juga ada," ungkap Cicih sambil menunjukkan ke bekas luka akibat gatal yang diderita anaknya.

Seorang ibu memperlihatkan penyakit gatal yang diderita bayinya di Kampung Pasir Tengah, Desa Gede Pangrango, Kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (13/6/2018). KOMPAS.com/BUDIYANTO Seorang ibu memperlihatkan penyakit gatal yang diderita bayinya di Kampung Pasir Tengah, Desa Gede Pangrango, Kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (13/6/2018).
Seorang ibu rumah tangga lainnya, Sri (29), menuturkan, bayinya, Salsabila (14 bulan), yang sedang digendongnya terserang penyakit gatal sejak November 2017.

"Enam bulan yang lalu mulai terserang gatal-gatalnya. Sudah dibawa ke dokter hampir lima kali. Tapi sekarang bekas-bekasnya masih ada," ungkap Sri sambil memperlihatkan gatal-gatal yang dialami anaknya.

Kisah lainnya dialami Nengsih (23). Putri pertamanya, Siti Humaira, juga mengalami gatal-gatal di bagian badan dan kakinya. Akibatnya, bayi 12 bulan itu sulit tidur.

"Gatal-gatalnya sudah dialami sekitar dua bulan lalu, padahal sudah saya bawa ke dokter sekitar 3 kali. Sampai sekarang belum sembuh total," kata Sri.

"Saya juga tertular Pak, sekitar tiga minggu lalu," lanjutnya sambil memperlihatkan gatal-gatalnya pada bagian kaki dan tangannya.

Menurut penuturan sejumlah warga, selain di Kampung Pasir Tengah, penyakit gatal-gatal juga menyerang beberapa warga di kampung tetangga, yaitu Kampung Kembar, Desa Sukamanis.

"Saya ketemu warga Kampung Kembar saat pengajian juga mengakui mengalami penyakit yang sama, gatal-gatal," kata Cicih.

Namun hingga saat ini, penyebab penyakit gatal-gatal belum diketahui secara pasti. Meskipun warga yang mengalami penyakit tersebut telah memeriksakan diri baik ke Puskesmas Kadudampit, maupun ke dokter praktik di wilayah Kecamatan Cisaat.


Komentar
Close Ads X