20 Rumah Sewa Disiapkan untuk Warga Tergusur Bandara Baru Yogyakarta

Kompas.com - 14/06/2018, 15:20 WIB
Warga melintas dengan sepeda kayuh di dekat lahan proyek pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport di Temon, Selasa (14/11/2017). Tampak di latar belakang, aktivitas pekerja mengoperasikan instalasi pemasang tiang pancang atau paku bumi dalam proyek tersebut. TRIBUNJOGJA.com/Singgih WahyuWarga melintas dengan sepeda kayuh di dekat lahan proyek pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport di Temon, Selasa (14/11/2017). Tampak di latar belakang, aktivitas pekerja mengoperasikan instalasi pemasang tiang pancang atau paku bumi dalam proyek tersebut.

KULON PROGO, KOMPAS.com - Sebanyak 20 rumah sewa disiapkan PT Angkasa Pura I (Persero) untuk warga yang masih bertahan di lahan pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).

"Kami menyiapkan sekitar 20 rumah seperti ini. Kalau merasa kurang, nanti kami tambah," kata Direktur Utama AP I Faik Fahmi saat mengunjungi salah satu rumah sewa di Desa Glagah itu, Rabu (13/6/2018).

Angkasa Pura, lanjut Faik, menghindari upaya paksa mengeluarkan warga yang coba bertahan tanpa jalan keluar bagi warga.

Jalan keluar yang diterapkan adalah warga yang akhirnya keluar IPL akan langsung menempati rumah dengan kondisi yang layak tinggal.


Baca juga: Bandara New Yogyakarta International Airport, Warga Jangan Cuma Menonton

Angkasa Pura berniat menangguh sementara biaya sewa rumah hingga 3 bulan ke depan. Selanjutnya, mereka mengharapkan warga sendiri yang bisa mulai berdaya.

Sampai sekarang, masih ada 37 kepala keluarga yang bertahan di izin penetapan lokasi (IPL) NYIA. Mereka menempati 31 rumah di sana, membuka usaha, menempatkan barang-barangnya, maupun bercocok tanam.

Jauh sebelum memasuki Bulan Ramadhan, AP sudah mengumumkan niat mengeluarkan paksa warga yang masih bertahan lantas memindahkannya seluruh harta hingga ternak mereka ke rumah sewa. Rencana itu urung terwujud hingga kini.

Baca juga: Kata Kapolda, Para Kapolres Stres karena Instruksi Kapolri soal Begal

Pada waktu penundaan sepanjang Ramadhan ini dimanfaatkan untuk melakukan pendekatan persuasif pada warga hingga mendata kebutuhan-kebutuhan warga bila benar terjadi upaya memindahkan itu.

Kini, rencana pemindahan tidak akan ditunda lagi. Eksekusi akan berlangsung setelah musim Lebaran. Sebelumnya, AP perlu koordinasi dengan Kepolisian Daerah Yogyakarta.

"Terkait ini harus ada koordinasi dengan pihak terkait. Ini masalah waktu saja," kata Faik.

Setelah eksekusi, maka pembangunan bisa dikejar. Sementara ini, proyek pembangunan NYIA sendiri masih dalam tahap pematangan lahan. AP merencanakan konstruksi mulai didirikan setelah pematangan lahan selesai pasca-Lebaran.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Rumah Warga di Minahasa Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

9 Rumah Warga di Minahasa Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Regional
Zaenal Tewas Dianiaya Polisi, Keluarga: Dia Juga Tidak Berdaya

Zaenal Tewas Dianiaya Polisi, Keluarga: Dia Juga Tidak Berdaya

Regional
Rekonstruksi Kasus Tewasnya Zaenal karena Dianiaya Polisi: 29 Adegan, Dipukul Traffic Corn

Rekonstruksi Kasus Tewasnya Zaenal karena Dianiaya Polisi: 29 Adegan, Dipukul Traffic Corn

Regional
Pengolahan Aspal Banyumas Diminta Ditutup karena Sebabkan Polusi, Pemilik: Terlalu Berlebihan

Pengolahan Aspal Banyumas Diminta Ditutup karena Sebabkan Polusi, Pemilik: Terlalu Berlebihan

Regional
Diduga Tipu Keluarga Sendiri, Dosen PTN di Sumbar Ditangkap

Diduga Tipu Keluarga Sendiri, Dosen PTN di Sumbar Ditangkap

Regional
4 Tahanan Narkoba Polresta Malang Kabur, Kapolresta: Kalau Ada Kelalaian Akan Diproses

4 Tahanan Narkoba Polresta Malang Kabur, Kapolresta: Kalau Ada Kelalaian Akan Diproses

Regional
Iming-iming Uang Rp 4.000, Kakek di Brebes Cabuli 8 Anak di Bawah Umur

Iming-iming Uang Rp 4.000, Kakek di Brebes Cabuli 8 Anak di Bawah Umur

Regional
Gubernur Ridwan Kamil Akan Desain Stasiun Al Jabbar

Gubernur Ridwan Kamil Akan Desain Stasiun Al Jabbar

Regional
Jelang Natal dan Tahun Baru, BPOM Purwokerto Temukan Makanan Tak Layak Edar

Jelang Natal dan Tahun Baru, BPOM Purwokerto Temukan Makanan Tak Layak Edar

Regional
Asyik Ngopi, Mahasiswa di Kediri Tewas Tertimpa Pohon

Asyik Ngopi, Mahasiswa di Kediri Tewas Tertimpa Pohon

Regional
Polisi Gadungan Peras Para Wanita Lewat Video Bugil, Korbannya Gadis hingga Wanita 50 Tahun

Polisi Gadungan Peras Para Wanita Lewat Video Bugil, Korbannya Gadis hingga Wanita 50 Tahun

Regional
Polisi Cek Legalitas Mobil Lamborghini yang Terbakar di Surabaya

Polisi Cek Legalitas Mobil Lamborghini yang Terbakar di Surabaya

Regional
Kronologi Penemuan Jasad Wanita Tanpa Busana Mengambang di Sungai

Kronologi Penemuan Jasad Wanita Tanpa Busana Mengambang di Sungai

Regional
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Landa Bangkalan, Pohon Tumbang dan Tiang Listrik Roboh

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Landa Bangkalan, Pohon Tumbang dan Tiang Listrik Roboh

Regional
Mari Bantu Dimas, Bocah 12 Tahun yang Lahir Prematur, Alami Gangguan Saraf Punggung dan Sang Ibu Meninggal karena Serviks

Mari Bantu Dimas, Bocah 12 Tahun yang Lahir Prematur, Alami Gangguan Saraf Punggung dan Sang Ibu Meninggal karena Serviks

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X