Polisi Tetapkan Nakhoda Kapal Karam di Makassar sebagai Tersangka - Kompas.com

Polisi Tetapkan Nakhoda Kapal Karam di Makassar sebagai Tersangka

Kompas.com - 14/06/2018, 14:14 WIB
Proses evakuasi korban kapal tenggelam di perairan Makassar,  Rabu (13/6/2018).KOMPAS.com/Hendra Cipto Proses evakuasi korban kapal tenggelam di perairan Makassar, Rabu (13/6/2018).

MAKASSAR, KOMPAS.com – Nakhoda sekaligus pemilik kapal nelayan KM Arista yang karam di perairan Makassar ditetapkan sebagai tersangka.

Nakhoda kapal, Kila kini ditahan di Direktorat Polisi Air Polda Sulawesi Selatan.

"Kami sudah tetapkan nakhoda kapal sebagai tersangka. Sejak kemarin, nakhoda kapal diamankan di Polres KPPP Pelabuhan Makassar untuk menjalani pemeriksaan," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani ketika dikonfirmasi, Kamis (14/6/2018). 

Baca juga: Kapal Karam di Makassar, Korban Tewas Bertambah Jadi 15 Orang

Mulai Kamis ini, proses hukum akan ditangani Dit Polair Polda Sulawesi Selatan dan Kila akan ditahan di sana. 

Dicky mengatakan, tersangka dikenakan Pasal 359 KUHP tentang kealpaan yang menyebabkan orang meninggal dunia. 

"Tersangka memaksakan membawa penumpang, padahal kapalnya adalah kapal nelayan. Mengangkut lagi penumpang lebih dari 40 orang sampai kelebihan muatan," ujarnya. 

Baca juga: 13 Korban Tewas Kapal Karam di Makassar Mayoritas Lansia dan Anak-anak

Pihaknya masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang masih dinyatakan hilang.

Namun, dia tidak mengetahui jumlah total penumpang di kapal tersebut.

"Ini, kan, bukan kapal penumpang, jadi tidak ada manifesnya. Jadi saat ditanya, tersangka hanya mengira-mengira (jumlah penumpang) saja, tersangka hanya mengejar uang saja, tidak memikirkan keselamatan orang lain," kata Dicky.

Baca juga: Kapal Karam yang Tewaskan 13 Orang Disebut Kapal Nelayan yang Dipaksakan Memuat Penumpang

Penumpang, lanjut dia, juga tidak dilengkapi jaket pengaman saat berada di atas kapal.

Sebelumnya, berdasarkan kronologis kejadian, pada Rabu (13/6/2018) pukul 12.45 Wita, terjadi kecelakaan di perairan Makassar (perairan Gusung) Kecamatan Ujung Tanah Makassar, perahu KM Arista tenggelam.

Kapal yang dinakhodai Kila dengan puluhan penumpang itu, bergerak dari Pelabuhan Paotere menuju Pulau Barrang Lompo, Kelurahan Barrang Lompo Makassar Kecamatan Sangkarrang, Makassar.

Baca juga: Basarnas Terjunkan Personel untuk Evakuasi Korban Kapal Karam di Sungai Kong

Namun, di pertengahan jalan, kapal oleng dihempas ombak, karena diduga muatan berlebihan sehingga membuat kapal tidak bisa dikendalikan dan akhirnya terbalik dan selanjutnya karam.

Dalam kejadian itu, sebanyak 15 orang dinyatakan meninggal dunia.


Terkini Lainnya

Ketua KPU Persilakan Para Calon Kunjungi Lembaga Pendidikan asal...

Ketua KPU Persilakan Para Calon Kunjungi Lembaga Pendidikan asal...

Regional
Ada Pekerjaan 'Skybridge', Jalan Jatibaru Raya Dibuka Terbatas

Ada Pekerjaan "Skybridge", Jalan Jatibaru Raya Dibuka Terbatas

Megapolitan
Pengamat: Kampanye Negatif Boleh, tetapi Kampanye Positif Harus Diutamakan

Pengamat: Kampanye Negatif Boleh, tetapi Kampanye Positif Harus Diutamakan

Nasional
PPSU Temukan Botol Miras dalam Pembongkaran Rumah di Pekojan Jakbar

PPSU Temukan Botol Miras dalam Pembongkaran Rumah di Pekojan Jakbar

Megapolitan
ITB Harap Penelitiannya Berguna untuk Rekonstruksi Palu Pasca-Bencana

ITB Harap Penelitiannya Berguna untuk Rekonstruksi Palu Pasca-Bencana

Edukasi
Gelapkan 51 Sepeda Motor, Dua Ibu Rumah Tangga Ditangkap

Gelapkan 51 Sepeda Motor, Dua Ibu Rumah Tangga Ditangkap

Regional
3 Lokasi Ini Dipertimbangkan Jadi Area Hunian Tetap Bagi Korban Gempa Sulteng

3 Lokasi Ini Dipertimbangkan Jadi Area Hunian Tetap Bagi Korban Gempa Sulteng

Nasional
Kekeringan, 1.000 ASN Kota Bandung Gelar Shalat Minta Hujan di Balai Kota

Kekeringan, 1.000 ASN Kota Bandung Gelar Shalat Minta Hujan di Balai Kota

Regional
Polri: Banyak yang Catut Nama Kapolri Tito Karnavian

Polri: Banyak yang Catut Nama Kapolri Tito Karnavian

Nasional
Sambangi Syafi'i Maarif, Ma'ruf Amin Minta Saran Terkait Pilpres

Sambangi Syafi'i Maarif, Ma'ruf Amin Minta Saran Terkait Pilpres

Nasional
Perpanjangan Ganjil-Genap demi Penuhi Target Kecepatan 21 Km Per Jam

Perpanjangan Ganjil-Genap demi Penuhi Target Kecepatan 21 Km Per Jam

Megapolitan
Tak Ada di RKPD, Taufik Paksa Anggaran Rehab Kantor Lurah dan Camat Masuk APBD

Tak Ada di RKPD, Taufik Paksa Anggaran Rehab Kantor Lurah dan Camat Masuk APBD

Megapolitan
Selasa, Polisi Periksa Sohibul Iman Terkait Laporan Fahri Hamzah

Selasa, Polisi Periksa Sohibul Iman Terkait Laporan Fahri Hamzah

Megapolitan
Surabaya Dilewati Dua Sesar Aktif Berpotensi Gempa, Apa yang Dilakukan Pemkot?

Surabaya Dilewati Dua Sesar Aktif Berpotensi Gempa, Apa yang Dilakukan Pemkot?

Regional
PKS Perbolehkan Kampanye Negatif, Ini Tanggapan Ketua Bawaslu

PKS Perbolehkan Kampanye Negatif, Ini Tanggapan Ketua Bawaslu

Nasional
Close Ads X