Kima, Perempuan yang Mudik Naik Vespa Tua dari Tangerang ke Lampung - Kompas.com

Kima, Perempuan yang Mudik Naik Vespa Tua dari Tangerang ke Lampung

Kompas.com - 14/06/2018, 13:10 WIB
Novita alias Kima, yang menempuh perjalanan mudik dengan mengendarai Vespa dari Tangerang ke LampungInstagram & Dok. Pribadi Novita Novita alias Kima, yang menempuh perjalanan mudik dengan mengendarai Vespa dari Tangerang ke Lampung

JAKARTA, KOMPAS.com - Foto seorang perempuan yang melakukan perjalanan mudik dengan mengendarai vespa viral beberapa hari terakhir.

Perempuan itu bernama Novita Dwi Arini.

Novita membagikan foto perjalanan mudiknya melalui akun Instagram pribadinya @novitadwiarini_.

Foto yang diunggah Novita mendapatkan respons dari warganet, dengan lebih dari 1.000 likes.

Baca juga: Nyanyikan Parodi Syantik Siti Badriah, Dua Polisi Ini Bikin Video Imbauan untuk Pemudik

Saat dihubungi Kompas.com, Novita mengatakan, sudah dua kali melakukan perjalanan mudik dengan vespa miliknya.

Kima, panggilan akrab Novita, mengendarai vespa seorang diri dari Tangerang, Banten, ke kampung halamannya di Pringsewu, Lampung.

Perjalanan ditempuhnya selama lebih dari 24 jam, berangkat Minggu (9/6/2018) dini hari dan sampai di Lampung pada Senin (10/6/2018) malam.

"Kebetulan libur kerjanya agak lama. Jadi ya udah berangkat duluan kan. Berangkatnya tengah malam jam 01.30 WIB. Tapi mampir dulu ke Cilegon pas waktu Subuh, karena sudah mulai ramai banyak yang ke arah pelabuhan. Nanti takut macet lagi kayak tahun kemarin, jadi mending istirahat dulu daripada capek dijalan," kata Kima kepada Kompas.com, Kamis (14/6/2018).

Kisah perjalanan

Vespa milik Kima tergolong tua. Vespa itu modifikasi gabungan bodi vespa super dengan mesin PS Strada tahun 1987 sempat mengalami masalah pada koplingnya.

"Sempat trouble pas mau ke Merak, bagian koplingnya. Terus minta bantuan temen buat benerin kopling yang rusak," ujar Kima.

Baca juga: Bripka Wawan, Polisi yang Fotonya Viral Saat Tertidur Setelah Bertugas di Tol Cipali

Selain masalah pada kopling, Vespa tersebut juga mengalami kerusakan pada lampu motor yang kadang mati, kadang menyala.

"Dari Bandar Lampung ke Pringsewu sekitar satu jam ga pake lampu. Pelan-pelan banget, mau nyalip, enggak berani. Karena stop kontak listriknya kan jatuh, jadi lampu kadang hidup kadang mati," kata dia.

Kesan orang lain 

Sepanjang perjalanan, Kima mengisahkan, banyak orang yang heran dan bertanya kepadanya.

Sebagian besar, menurut dia, menyatakan kekagumannya melihat Novita. 

"Pas mau keluar kapal itu kan agak macet. Ada yang bilang, 'Mbak ini naik vespa nih, hebat', gitu," ujar dia.

Ada pula pengemudi lain yang memberikan acungan jempol setelah berhasil mendahuluinya.

Hobi kendarai Vespa

Mengenai kesukaan Kima terhadap Vespa, tak ada sejarah turun-menurun dari keluarganya. Kima mengatakan, ia menyukai Vespa sejak lama.

Vespa tua milik Kima yang mengantarkannya mudik dari Tangerang ke LampungDok. Pribadi Kima Vespa tua milik Kima yang mengantarkannya mudik dari Tangerang ke Lampung

Setelah mengumpulkan uang, Kima berhasil membeli Vespa pada tahun 2012 dengan harga Rp 2.300.000.

"Dulu waktu sekolah kalau lihat Vespa itu pengen banget. Pengen punya. Kayaknya bagus naik Vespa. Dulunya Vespa bukan dengan bodi itu kan, terus aku dapat bodi Vespa lain, terus pindahin," kata dia.

Hobinya inilah yang mengantarkan Kima bertekad menempuh perjalanan mudik dengan Vespa kesayangannya.

"Pengen ngerasain mudik pakai motor kuat ga gitu," ujar Kima.

Baca juga: Cerita Pesepeda Mudik, Gowes Ciledug-Wonogiri Sejauh 704 Km

Kima mengatakan, orangtuanya juga mengizinkan dengan pilihannya.

"Orangtua memang tahu, kalau enggak diizinkan, enggak berani. Restu orangtua itu yang memperlancar perjalanan," kata dia.

Diakhir perbincangan, Kima berpesan agar para pemudik yang melakukan perjalanan untuk tetap berhati-hati.

"Hati-hati aja dijalan. Kalau capek mah istirahat, kalau ngantuk jangan dipaksain, mending istirahat," kata dia.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo HATI-HATI LINTASI 5 TANJAKAN DI PULAU JAWA


Terkini Lainnya

Bantuan Korban Gempa Sulteng Terkendala, Pemerintah Minta Dukungan Forklift

Bantuan Korban Gempa Sulteng Terkendala, Pemerintah Minta Dukungan Forklift

Nasional
Mengenang Shenzhou 5, Misi Luar Angkasa Berawak Pertama Milik China...

Mengenang Shenzhou 5, Misi Luar Angkasa Berawak Pertama Milik China...

Internasional
Pihak SMK 1 Jakpus: Hanya 1 Siswa yang Sakit di Gunung Salak

Pihak SMK 1 Jakpus: Hanya 1 Siswa yang Sakit di Gunung Salak

Megapolitan
Cairkan Dana Bantuan Rumah, Korban Gempa Lombok Kini Cukup Isi Satu Formulir

Cairkan Dana Bantuan Rumah, Korban Gempa Lombok Kini Cukup Isi Satu Formulir

Nasional
Waketum Gerindra: Prabowo Punya Gaya dan Cara Sendiri dalam Berkampanye

Waketum Gerindra: Prabowo Punya Gaya dan Cara Sendiri dalam Berkampanye

Nasional
Suparno Ditemukan Tewas dengan Jebakan Tikus Menempel di Dada

Suparno Ditemukan Tewas dengan Jebakan Tikus Menempel di Dada

Regional
Rehabilitasi Lombok, Pemerintah Siapkan Dana Segar Rp 1,1 triliun

Rehabilitasi Lombok, Pemerintah Siapkan Dana Segar Rp 1,1 triliun

Nasional
Kabarkan Pengeroyokan Ratna Sarumpaet ke Prabowo Jadi Alasan Nanik S Deyang Diperiksa

Kabarkan Pengeroyokan Ratna Sarumpaet ke Prabowo Jadi Alasan Nanik S Deyang Diperiksa

Megapolitan
Penjelasan Polri soal Penahanan Presenter Augie Fantinus

Penjelasan Polri soal Penahanan Presenter Augie Fantinus

Nasional
Usut Pungli, Tim Tipikor Polda Sulsel Geledah Kantor BPN Luwu Timur

Usut Pungli, Tim Tipikor Polda Sulsel Geledah Kantor BPN Luwu Timur

Regional
Tes Sertifikasi TOEIC SMK Bisa Menggunakan Dana BOS

Tes Sertifikasi TOEIC SMK Bisa Menggunakan Dana BOS

Edukasi
Warga Korban Bencana yang Tinggalkan Sulteng Diharapkan Segera Kembali

Warga Korban Bencana yang Tinggalkan Sulteng Diharapkan Segera Kembali

Nasional
Masuk Musim Kampanye, Spanduk Jokowi-Ma’ruf Menjamur di Palembang

Masuk Musim Kampanye, Spanduk Jokowi-Ma’ruf Menjamur di Palembang

Regional
Pura-pura Shalat Duha, Pria Bermobil Ini Curi Kotak Amal di Masjid

Pura-pura Shalat Duha, Pria Bermobil Ini Curi Kotak Amal di Masjid

Regional
Kisah Taman Baca Kolong Ciputat, Diremehkan Satpol PP hingga Hidupkan Mimpi Anak-anak

Kisah Taman Baca Kolong Ciputat, Diremehkan Satpol PP hingga Hidupkan Mimpi Anak-anak

Regional
Close Ads X