Cerita Pesepeda Mudik, Gowes Ciledug-Wonogiri Sejauh 704 Km

Kompas.com - 14/06/2018, 11:04 WIB
Yugo Purwanto (35) warga Ciledug, Tangerang, yang mudik naik sepeda ke Wonogiri, Jawa Tengah.KOMPAS.com/ROSIANA HARYANTI Yugo Purwanto (35) warga Ciledug, Tangerang, yang mudik naik sepeda ke Wonogiri, Jawa Tengah.

SURAKARTA, KOMPAS.com - Mudik Lebaran selalu menghadirkan cerita menarik.

Salah satunya, kisah Yugo Purwanto (35), yang memilih mudik ke kampung halaman istrinya di Wonogiri dengan mengayuh sepeda.

Dari kediamannya di Ciledug, Tangerang, Yugo harus menempuh jarak lebih dari 700 kilometer untuk sampai di Wonogiri.

Kompas.com berjumpa dengan Yugo ketika ia bersama dengan teman-teman satu timnya berkunjung ke Kantor Tribunnews di Klodran, Colomadu, Karanganyar, Rabu (13/6/2018) malam.


Yugo berangkat bersama dengan tiga orang rekannya yang tergabung dalam komunitas Bike to Work.

Tulisan “Gowes Mudik 2018, Tangerang – Wonogiri” ditempel pada bagian belakang sepedanya.

“Lebaran identik dengan budaya mudik. Jadi kami mengampanyekan gimana caranya bersepeda dengan cara aman dan nyaman menuju kampung halaman kami,” ujar pria yang berprofesi sebagai karyawan swasta ini.

Berbekal kebiasaan mengayuh sepeda ke tempat kerja, Yoga bersama teman-temannya melakukan perjalanan melewati ruas Pantura.

Mengayuh sepeda dari Tangerang ke Wonogiri bukan pertama kali ini ia lakukan.

Mudik Lebaran 2017, ia juga melakukan hal serupa dan butuh waktu empat hari lamanya untuk sampai ke tempat tujuan.

Bukan hanya karena hobi, ia bersama dengan kawan-kawannya di komunitas Bike to Work juga memberikan edukasi tentang gerakan berbagi jalan atau share the road.

“Mengkampanyekan bike to work dan share the road atau gerakan berbagi jalan. Pesepeda juga punya hak di jalan raya,” kata dia.

Selama perjalanan, Yugo mengaku tidak ada halangan berarti. 

“Sebenarnya sih ada ya, kadang kita lagi di jalan kita dikasih semangat, itu udah penghargaan yang tertingi lah bagi kami,” ujar dia..

Persiapan khusus

Untuk akomodasi, Yugo mengaku tidak membawa banyak barang.

Sebelum berangkat, ia  berkoordinasi dengan teman-teman komunitasnya yang secara sukarela mau disinggahi untuk melepas lelah.

Yugo juga membagikan tips dan trik dalam melakukan perjalanan panjang dengan bersepeda.

Selain perlengkapan keamanan seperti helm dan sarung tangan, pesepeda juga wajib menambahkan aksesori seperti lampu sepeda dan dinamo listrik.

Lampu sepeda berguna untuk memberikan penerangan dan sinyal kepada pengguna jalan yang lain.

Untuk dinamo, Yugo mengatakan, ia membuatnya sendiri.

Dengan memanfatkan tenaga dari gesekan ban sepeda, alat tersebut mampu menciptakan tenaga listrik yang cukup untuk lampu penerangan atau sekadar mengisi daya baterai smartphone.

Di bagian belakang sepedanya, Yugo memasang beberapa banner atau bendera kecil. Banner ini berfungsi sebagai tanda bagi pengendara jalan lain.

Bagi yang ingin melakukan perjalanan serupa, Yugo menyarankan, agar mengenakan pakaian khusus untuk pesepeda. Jersey dan celana padding jadi barang wajib yang harus dibawa.

Jersey khusus pesepeda berfungsi untuk menyerap keringat, sedangkan celana padding berguna untuk menghilangkan kelembaban dan mencegah gesekan di bagian selangkangan akibat terlalu lama mengayuh sepeda.

Selain itu, sebaiknya pesepeda memiliki keahlian untuk memperbaiki sepeda.

Dengan demikian, jika sewaktu-waktu mengalami masalah atau kerusakan, pesepada mampu mengatasinya sendiri.

Perbekalan seperti air minum juga harus disiapkan jelang keberangkatan untuk menghindari dehidrasi.

“Sebenarnya sih kalo udah terbiasa bersepeda, kalo jarak jauh sih bukan halangan ya. Cuma ya bisa ngatur ritmenya aja lah. Kapan lelah kita berhenti, kapan badan fit kita jalan lagi,” kata Yugo.


Terkini Lainnya

Benarkah China dan Rusia Berada di Balik Upaya Peretasan Data KPU?

Benarkah China dan Rusia Berada di Balik Upaya Peretasan Data KPU?

Nasional
[POPULER NUSANTARA] 74 Warga Hilang Akibat Banjir di Jayapura | Kisah Rendra Raih Gelar Doktor di Usia 24

[POPULER NUSANTARA] 74 Warga Hilang Akibat Banjir di Jayapura | Kisah Rendra Raih Gelar Doktor di Usia 24

Regional
Pria Ini Kembalikan Buku yang Dipinjamnya 53 Tahun Lalu

Pria Ini Kembalikan Buku yang Dipinjamnya 53 Tahun Lalu

Internasional
Jaga Kerukunan Umat Beragama, FKUB Minta Anggaran Rp 300 Juta-Rp 1 Miliar per Tahun

Jaga Kerukunan Umat Beragama, FKUB Minta Anggaran Rp 300 Juta-Rp 1 Miliar per Tahun

Nasional
Pembajakan Truk Tangki Pertamina oleh Sopir Korban PHK yang Berujung Pidana..

Pembajakan Truk Tangki Pertamina oleh Sopir Korban PHK yang Berujung Pidana..

Megapolitan
Keberatan Pengacara Terdakwa Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi atas Dakwaan Jaksa

Keberatan Pengacara Terdakwa Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi atas Dakwaan Jaksa

Megapolitan
BPN: UN Jadi Beban Para Pelajar dan Orangtua

BPN: UN Jadi Beban Para Pelajar dan Orangtua

Nasional
Tim DVI Kembali Identifikasi 4 Jenazah Korban Banjir Bandang Jayapura

Tim DVI Kembali Identifikasi 4 Jenazah Korban Banjir Bandang Jayapura

Regional
Melawan Manifesto Kebencian

Melawan Manifesto Kebencian

Internasional
Sepakat Berdamai, Siswa SMA Peluk Kepala Sekolah yang Dianiayanya

Sepakat Berdamai, Siswa SMA Peluk Kepala Sekolah yang Dianiayanya

Regional
Presiden Mozambik Sebut Korban Tewas Topan Idai Bisa Capai 1.000 Orang

Presiden Mozambik Sebut Korban Tewas Topan Idai Bisa Capai 1.000 Orang

Internasional
Pentingnya Bekal bagi Warga Binaan Sebelum Menghirup Udara Bebas..

Pentingnya Bekal bagi Warga Binaan Sebelum Menghirup Udara Bebas..

Megapolitan
Dua Jenazah Warga Malaysia Dipulangkan, Keluarga Disantuni  Rp 15 Juta

Dua Jenazah Warga Malaysia Dipulangkan, Keluarga Disantuni Rp 15 Juta

Regional
500 Hektar Lahan Sawah di Manggarai Barat Terendam Banjir

500 Hektar Lahan Sawah di Manggarai Barat Terendam Banjir

Regional
Bantu Napi Bawa Telepon Genggam ke Penjara, Petugas Bisa Dipecat

Bantu Napi Bawa Telepon Genggam ke Penjara, Petugas Bisa Dipecat

Megapolitan

Close Ads X