Minibus Hantam dan Seret Motor, Satu Keluarga Pemudik Tewas - Kompas.com

Minibus Hantam dan Seret Motor, Satu Keluarga Pemudik Tewas

Kompas.com - 14/06/2018, 07:12 WIB
Ilustrasi kecelakaan lalu lintastwitter.com/tmcpoldametro Ilustrasi kecelakaan lalu lintas

ROKAN HILIR, KOMPAS.com - Satu keluarga pemudik tewas dalam kecelakaan di Jalan Lintas Riau menuju Sumatera Utara, tepatnya Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir.

Satu keluarga tersebut mudik dengan sepeda motor. Di lokasi kejadian, motor tersebut bertabrakan dengan mobil minibus. Dalam insiden itu, satu orang tewas di tempat, dua lainnya meninggal di rumah sakit.

"Korban tewas merupakan satu keluarga yang hendak pulang kampung ke Medan," ujar Kapolres Rokan Hilir AKBP Sigit Adiwuryanto, di Pekanbaru, Kamis (14/6/2018).

Ia menjelaskan, korban atas nama Sugiono, istrinya Jumiem, serta anak perempuannya berusia 10 tahun, Anisa Nuraini.

Baca juga: Menyerahkan Diri, atau Saya Cari Sampai Liang Kubur...

Ketiganya diketahui merupakan warga asal Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis.

Sigit menuturkan, insiden itu terjadi di jalan lintas Riau-Sumut, Desa Teluk Berembun, Kecamatan Tanah Putih, Rabu (13/6/2018).

Kecelakaan berawal saat ketiga korban yang mengendarai sepeda motor jenis bebek dengan nomor polisi BM 5729 EJ bergerak dari arah Pekanbaru menuju Sumatera Utara.

Pada saat yang sama, tiba-tiba satu unit mobil jenis Avanza dengan nomor polisi BM 1108 RX melaju kencang dari arah berlawanan menyalip beberapa kendaraan.

Persis di tempat kejadian perkara, mobil Avanza kehilangan kendali dan menabrak sepeda motor yang ditumpangi ketiga korban.

Baca juga: Bripka Wawan, Polisi yang Fotonya Viral Saat Tertidur Setelah Bertugas di Tol Cipali

Kecelakaan pun tak terhindarkan. Korban sempat terseret beberapa meter di aspal. Sugiono dipastikan langsung meninggal di tempat, sementara anak istrinya sempat dilarikan ke rumah sakit, namun meninggal dalam perawatan.

"Anisa dan ibunya Jumiem meninggal di rumah sakit," kata Sigit.

Hasil dari olah TKP, sambung Sigit, insiden tersebut diduga kuat akibat kelalaian sopir mobil yang hingga kini masih terus didalami polisi keberadaannya.

"Pada saat hendak mendahului kendaraan lain, pengemudi mobil tidak memiliki ruang gerak yang cukup sehingga mengakibatkan kecelakaan," ungkapnya.


SumberAntara
Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X