Fatwa Ulama Pilkada Jatim Disebut Ujaran Kebencian, Jampi PMII Lapor Polisi - Kompas.com

Fatwa Ulama Pilkada Jatim Disebut Ujaran Kebencian, Jampi PMII Lapor Polisi

Kompas.com - 13/06/2018, 23:54 WIB
Pelapor fatwa ulama di Polda JatimKOMPAS.com/Achmad Faizal Pelapor fatwa ulama di Polda Jatim

SURABAYA, KOMPAS.com - Isu fatwa ulama jelang Pilkda Jatim menggelinding ke ranah hukum.

Jaringan Alumni Muda Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( Jampi PMII) Jatim menyebut fatwa tersebut sebagai ujaran kebencian, dan meleporkannya ke Mapolda Jatim, Rabu (13/6/2018).

"Pernyataan jika umat Islam memilih Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno dalam Pilkada Jatim 2018, maka sama saja berkhianat kepada Allah SWT dan Rasulnya, ini sama dengan ujaran kebencian," kata Ketua Jampi PMII Jatim, Abdul Hamid.

Dia melaporkan hal tersebut dengan barang bukti berupa foto, rekaman pembacaan fatwa dan juga surat fatwa yang dibacakan sekelompok ulama pendukung Khofifah-Emil di Pilkada Jatim 3 Mei lalu di Mojokerto, Jawa Timur.

Salah satu pimpinan ulama dalam forum tersebut, kata Hamid, bahkan terang-terangan menjelekkan pasangan lain.

"Ini pembunuhan karakter yang dilarang di undang-undang pemilu juga," jelasnya.

Ia menyebut keluarnya fatwa itu sebagai kemunduran demokrasi. Dalam sistem keterbukaan, masyarakat memiliki hak kebebasan untuk memilih siapapun di pesta demokrasi seperti Pilkada Jatim.

Baca juga: Ke Mana Restu Istana di Pilkada Jawa Timur?

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, dikonfirmasi, mengatakan, Polda Jatim akan memproses semua laporan masyarakat.

"Kita tunggu saja, semua ada prosesnya," terang Barung.

Polemik fatwa ulama muncul beberapa saat menjelang pencoblosan Pilkada Jatim pada 27 Juni mendatang.

Spanduk-spanduk fatwa sebelumnya juga beredar di wilayah Surabaya dan Sidoarjo, namun sudah ditertibkan oleh Panwaslu.

Salah satu ulama pendukung Cagub Khofifah Indar Parawansah, KH Hisyam Syafaat, yang dikonfirmasi, menyebut polemik pro dan kontra soal fatwa fardhu ain sudah lumrah dan sudah bisa diprediksi sejak awal.

Namun bagi para ulama pendukung Khofifah, kata dia, fatwa tersebut merupakan keyakinan berdasarkan keilmuan agama yang dimiliki.

"Bagi kami fatwa itu adalah keyakinan kami dengan patokan ilmu agama yang ada," jelas pengasuh Ponpes Darussalam Banyuwangi itu.

Renville Antonio, sekretaris tim pemenangan Khofifah-Emil yang dikonfirmasi menegaskan bahwa masalah fatwa fardhu ain bukanlah ranah urusannya.

"Itu bukan urusan kami, kecuali jika pasangan calon yang dilaporkan," katanya.

Dia juga membantah bahwa fatwa fardhu ain adalah salah satu strategi tim pemenangan Khofifah-Emil.

Baca juga: Fakta Seputar Pilkada Jawa Timur

Strategi timnya secara umum adalah pasangan calon harus semaksimal mungkin menyapa warga dan menjelaskan program pembangunan yang diusung.

"Begitu juga relawan pendukung. Mereka harus menyebar alat peraga kampanye dan atribut secara merata ke masyarakat dari pintu ke pintu," tegasnya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Ketua KPU Persilakan Para Calon Kunjungi Lembaga Pendidikan asal...

Ketua KPU Persilakan Para Calon Kunjungi Lembaga Pendidikan asal...

Regional
Ada Pekerjaan 'Skybridge', Jalan Jatibaru Raya Dibuka Terbatas

Ada Pekerjaan "Skybridge", Jalan Jatibaru Raya Dibuka Terbatas

Megapolitan
Pengamat: Kampanye Negatif Boleh, tetapi Kampanye Positif Harus Diutamakan

Pengamat: Kampanye Negatif Boleh, tetapi Kampanye Positif Harus Diutamakan

Nasional
PPSU Temukan Botol Miras dalam Pembongkaran Rumah di Pekojan Jakbar

PPSU Temukan Botol Miras dalam Pembongkaran Rumah di Pekojan Jakbar

Megapolitan
ITB Harap Penelitiannya Berguna untuk Rekonstruksi Palu Pasca-Bencana

ITB Harap Penelitiannya Berguna untuk Rekonstruksi Palu Pasca-Bencana

Edukasi
Gelapkan 51 Sepeda Motor, Dua Ibu Rumah Tangga Ditangkap

Gelapkan 51 Sepeda Motor, Dua Ibu Rumah Tangga Ditangkap

Regional
3 Lokasi Ini Dipertimbangkan Jadi Area Hunian Tetap Bagi Korban Gempa Sulteng

3 Lokasi Ini Dipertimbangkan Jadi Area Hunian Tetap Bagi Korban Gempa Sulteng

Nasional
Kekeringan, 1.000 ASN Kota Bandung Gelar Shalat Minta Hujan di Balai Kota

Kekeringan, 1.000 ASN Kota Bandung Gelar Shalat Minta Hujan di Balai Kota

Regional
Polri: Banyak yang Catut Nama Kapolri Tito Karnavian

Polri: Banyak yang Catut Nama Kapolri Tito Karnavian

Nasional
Sambangi Syafi'i Maarif, Ma'ruf Amin Minta Saran Terkait Pilpres

Sambangi Syafi'i Maarif, Ma'ruf Amin Minta Saran Terkait Pilpres

Nasional
Perpanjangan Ganjil-Genap demi Penuhi Target Kecepatan 21 Km Per Jam

Perpanjangan Ganjil-Genap demi Penuhi Target Kecepatan 21 Km Per Jam

Megapolitan
Tak Ada di RKPD, Taufik Paksa Anggaran Rehab Kantor Lurah dan Camat Masuk APBD

Tak Ada di RKPD, Taufik Paksa Anggaran Rehab Kantor Lurah dan Camat Masuk APBD

Megapolitan
Selasa, Polisi Periksa Sohibul Iman Terkait Laporan Fahri Hamzah

Selasa, Polisi Periksa Sohibul Iman Terkait Laporan Fahri Hamzah

Megapolitan
Surabaya Dilewati Dua Sesar Aktif Berpotensi Gempa, Apa yang Dilakukan Pemkot?

Surabaya Dilewati Dua Sesar Aktif Berpotensi Gempa, Apa yang Dilakukan Pemkot?

Regional
PKS Perbolehkan Kampanye Negatif, Ini Tanggapan Ketua Bawaslu

PKS Perbolehkan Kampanye Negatif, Ini Tanggapan Ketua Bawaslu

Nasional
Close Ads X