Jelang Lebaran, Warga di Pamekasan Cat Kuburan dengan Warna-warni - Kompas.com

Jelang Lebaran, Warga di Pamekasan Cat Kuburan dengan Warna-warni

Kompas.com - 13/06/2018, 22:47 WIB
Komplek pemakaman umum di Desa Jambringin yang dicat warna-warni.Kode Penulis : KOMPAS.com/Taufiqurrahman Komplek pemakaman umum di Desa Jambringin yang dicat warna-warni.

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Warga Desa Jambribgin, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, menjelang lebaran Idul Fitri tahun 1439 H, mengecat kuburan di tempat pemakaman umum desa setempat dengan warna yang beragam.

Dengan cat warna-warni, kuburan tampak lebih indah dan bersih.

Muhammad Elman, warga desa setempat mengatakan, pengecatan kuburan dengan beragam warna untuk menghilangkan kesan angker.

Sebab, banyak kuburan yang usianya sudah sangat tua dan tak terawat karena tidak diketahui sanak keluarganya. Dengan pengecatan beragam warna, lokasi kuburan juga lebih indah.

"Selain tidak angker, kuburan yang ada semakin indah," terang Muhammad Elman, Rabu (13/6/2018).

Pria yang juga pengajar di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura ini menambahkan, kuburan yang indah dengan warna-warni itu diharapkan bisa mengundang sanak keluarga untuk mengunjungi makam leluhurnya. Baik sebelum lebaran atau sesudahnya.

Baca juga: H-3 Lebaran, 377.704 Penumpang Padati Bandara Juanda Surabaya

Tradisi di Madura, imbuh Elman, warga rutin melakukan ziarah kubur para leluhurnya. Namun lebih banyak warga yang melakukannya di hari raya, terutama setelah shalat Idul Fitri.

Setelah saling bermaafan dengan sanak famili dan para tetangga, warga kemudian berduyun-duyun melakukan ziarah kubur.

"Kalau warga perantauan banyak yang ziarah kubur setelah shalat Idul Fitri. Sedangkan penduduk setempat ada yang sebelum dan ada yang sesudahnya," ungkapnya.

Kuburan cat warna-warni ini baru pertama dilakukan secara menyeluruh di dalam kompleks pemakaman. Tahun-tahun sebelumnya, hanya sebagian kuburan saja yang dicat.

Baca juga: Antisipasi Tumpukan Sampah Selama Lebaran, TPS Mobile Disiagakan

Namun berdasarkan kesepakatan warga, maka semua kuburan dicat. Biaya pengecatan, merupakan swadaya masyarakat. Yang mengerjakan juga dilakukan dengan cara gotong-royong.

"Mungkin hanya di desa kami yang ada kuburan yang dicat warna-warni. Kalau kampung warna-warni kayaknya banyak di beberapa daerah lain," ujar Junaidi, warga Desa Jambribgin lainnya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Close Ads X