Antrean Kendaraan hingga 15 Km dari Karangsawah Brebes hingga Tegal

Kompas.com - 13/06/2018, 18:49 WIB
Kemacetan panjang hingga 15 kilometer yang didominasi kendaraan pemudik terjadi dari arah Karangsawah, Brebes, Jawa Tengah, hingga flyover Klonengan, Prupuk, Kabupaten Tegal, Rabu (13/6/2018).ANTARA News/Hanni Sofia Kemacetan panjang hingga 15 kilometer yang didominasi kendaraan pemudik terjadi dari arah Karangsawah, Brebes, Jawa Tengah, hingga flyover Klonengan, Prupuk, Kabupaten Tegal, Rabu (13/6/2018).

BREBES, KOMPAS.com - Kemacetan sepanjang 15 kilometer terjadi dari pos pengamanan di Karangsawah, Brebes, Jawa Tengah, hingga flyover Klonengan, Prupuk, Kabupaten Tegal, Rabu (13/6/2018) sore.

Joko Susanto, petugas jaga dari Dinas Perhubungan Jawa Tengah, mengatakan, kemacetan terjadi sebagai imbas dari antrean pada lintasan kereta api Karangsawah.

"Ini imbas lintasan kereta api Karangsawah yang setiap 10 menit dilalui kereta rel ganda jalur utara dan selatan," katanya di Pospam 11 Karangsawah, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Rabu.

Baca juga: Bantah Hoaks, Kakorlantas Polri Taklukkan Tanjakan Kali Kenteng dengan Sepeda Lipat

Selain itu, lanjut Joko, antrean kendaraan yang mengular juga disebabkan karena meningkatnya volume kendaraan sejak Rabu siang.

"Pekerjaan underpass yang sedang dilakukan diharapkan nantinya bisa mengurangi kemacetan seperti ini," katanya.

Aipda Hery Aktikudin, perwira jaga Pospam 11 Karangsawah, Tonjong, Kabupaten Brebes, menambahkan, untuk memperlancar arus mudik beberapa rekayasa lalu lintas dilakukan.

"Jalur dari selatan wilayah Balaikambang yang mau ke utara ke Pejagan ditutup tepat di tikungan Balaikambang atau di perbatasan Bumiayu. Jalur ini diprioritaskan untuk kendaraan yang dari utara menuju ke Purwokerto," ujarnya.

Baca juga: Menyerahkan Diri, atau Saya Cari Sampai Liang Kubur...

Rabu siang hingga dini hari diperkirakan akan menjadi puncak arus mudik di wilayah Pejagan, Brebes, dan sekitarnya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Potensi Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno Dinilai Belum Dioptimalkan

Potensi Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno Dinilai Belum Dioptimalkan

Nasional
Ganjar Pranowo Pastikan UNBK Hari Pertama Berjalan Lancar

Ganjar Pranowo Pastikan UNBK Hari Pertama Berjalan Lancar

Regional
Kronologi Kecelakaan Maut di Jambi, 5 Pegawai Bank Tewas Terjebak di Mobil yang Terbakar

Kronologi Kecelakaan Maut di Jambi, 5 Pegawai Bank Tewas Terjebak di Mobil yang Terbakar

Regional
Pentagon Sepakat Kucurkan Dana Rp 14 Triliun untuk Bangun Tembok Perbatasan

Pentagon Sepakat Kucurkan Dana Rp 14 Triliun untuk Bangun Tembok Perbatasan

Internasional
Ketika Jokowi dan Prabowo Mengaku Kerap Dihina dan Difitnah...

Ketika Jokowi dan Prabowo Mengaku Kerap Dihina dan Difitnah...

Nasional
Masih Bingung Pilih Calon Pemimpin? Saksikan 'KandidatFest'!

Masih Bingung Pilih Calon Pemimpin? Saksikan "KandidatFest"!

Nasional
26 Maret 1885, Kremasi Dilegalkan di Inggris

26 Maret 1885, Kremasi Dilegalkan di Inggris

Internasional
Tak Laporkan Dana Kampanye, 4 Parpol di Ngada Flores Didiskualifikasi dari Pileg 2019

Tak Laporkan Dana Kampanye, 4 Parpol di Ngada Flores Didiskualifikasi dari Pileg 2019

Regional
Ini Tarif Baru Ojek Online di Sumatera, Jawa dan Bali Mulai Mei 2019

Ini Tarif Baru Ojek Online di Sumatera, Jawa dan Bali Mulai Mei 2019

Regional
Transjakarta ke Pondok Cabe dan UI Diminati Masyarakat, tapi Terkendala Macet

Transjakarta ke Pondok Cabe dan UI Diminati Masyarakat, tapi Terkendala Macet

Megapolitan
Ratna Sarumpaet Keluhkan Kondisi Tahanan Polda Metro Jaya

Ratna Sarumpaet Keluhkan Kondisi Tahanan Polda Metro Jaya

Megapolitan
Mulai April 2019, Alat Perekam Transaksi 'Online' Digunakan di Kepulauan Riau

Mulai April 2019, Alat Perekam Transaksi "Online" Digunakan di Kepulauan Riau

Nasional
MRT Sasar Pekerja di Sudirman-Thamrin

MRT Sasar Pekerja di Sudirman-Thamrin

Megapolitan
Ayah Korban Penembakan Massal SD Sandy Hook Tewas, Diduga Bunuh Diri

Ayah Korban Penembakan Massal SD Sandy Hook Tewas, Diduga Bunuh Diri

Internasional
Moeldoko Sebut Bencana di Lombok dan Papua Masih Jadi Urusan Pemerintah Daerah

Moeldoko Sebut Bencana di Lombok dan Papua Masih Jadi Urusan Pemerintah Daerah

Regional

Close Ads X