4 Fakta Tanjakan Kenteng di Tol Salatiga–Kartasura - Kompas.com

4 Fakta Tanjakan Kenteng di Tol Salatiga–Kartasura

Kompas.com - 13/06/2018, 15:12 WIB
petugas kepolisian bersiaga di titik jembatan Kalikenteng di ruas Salatiga-Kartasura, Rabu (13/6/2018)KOMPAS.com/NAZAR NURDIN petugas kepolisian bersiaga di titik jembatan Kalikenteng di ruas Salatiga-Kartasura, Rabu (13/6/2018)

SALATIGA, KOMPAS.com - Ruas tol Salatiga-Kartasura ramai diperbincangkan setelah tersebarnya video sebuah city car gagal melaju di Tanjakan Kenteng yang terdapat di ruas tol tersebut.

Dalam video itu, pengemudi dibantu oleh petugas untuk dapat melalui tanjakan tersebut.

Beredarnya video ini diikuti dengan beragam informasi yang tidak benar seputar tanjakan ini. Misalnya, informasi yang menyebutkan bahwa kemiringan Tanjakan Kenteng mencapai 50 derajat.

Baca juga: [HOAKS] Informasi Tanjakan di Tol Salatiga-Kartasura 50 Derajat

Jangan percaya begitu saja informasi yang tidak dapat dipastikan kebenarannya.

Berikut 4 fakta Tanjakan Kenteng yang dirangkum Kompas.com:

Mengapa dinamakan Tanjakan Kenteng?

  • Tanjakan sepanjang 200 meter ini terletak di Desa Koripan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang.

    Desa Koripan kerap disebut dengan Kenteng, maka tanjakan ini pun dinamakan Tanjakan Kenteng.

Fungsi

  • Tanjakan ini merupakan bagian dari tol fungsional yang dioperasikan saat mudik tahun ini, karena jembatan Kali Kenteng yang terdapat persis di atasnya belum selesai dan masih dalam proses pembangunan.

Turunan dan tanjakan

  • Tanjakan ini merupakan bagian dari jalur darurat ruas tol fungsional yang dioperasikan terbatas pada mudik tahun ini.
  • Sebelum menanjak, pengemudi akan dihadapkan dengan turunan yang cukup curam.

Baca juga: Jaga Mobil Tidak Melorot saat Libas Tanjakan Curam

Oleh karena itu, pengemudi diimbau untuk mengurangi tingkat kecepatan kendaraannya dan mengambil jarak ketika akan mulai menanjak.

Kondisi tanjakan dan turunan jalur darurat jembatan Kali Kenteng, di Susukan, Kabupaten Semarang, pada hari pertama fungsionaliasi ruas tol Salatiga-Kartasura, Jumat (8/6/2018) siang.kompas.com/ syahrul munir Kondisi tanjakan dan turunan jalur darurat jembatan Kali Kenteng, di Susukan, Kabupaten Semarang, pada hari pertama fungsionaliasi ruas tol Salatiga-Kartasura, Jumat (8/6/2018) siang.
Selanjutnya, ikuti arahan dari petugas yang berjaga agar mobil Anda berhasil melewati tanjakan dengan lancar.

Tingkat Kemiringan

Kemiringan Tanjakan Kenteng adalah 7,2 derajat, bukan 50 derajat seperti informasi yang sempat beredar.

Informasi kemiringan Tanjakan Kenteng disampaikan Direktur PT Jasa Marga Solo–Ngawi (JSN), David Wijayanto.

“Itu kemiringan tertinggi hanya 7,2 derajat. Selain itu ada yang lima derajat dan tertinggi tujuh derajatan saja," ujar David kepada Kompas.com, Senin (11/6/2018) sore.

Baca juga: Bantah Hoaks, Kakorlantas Polri Taklukkan Tanjakan Kali Kenteng dengan Sepeda Lipat

Dengan beragam informasi yang beredar, dipastikan jalur fungsional ini aman untuk dilalui.

“Kami memberikan garansi bahwa jalur darurat di bawah Jembatan Kali Kenteng 100 persen aman serta dapat dipergunakan,” kata Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Shandi Wiedyanoe.

Selama Anda mengikuti rambu-rambu dan aba-aba dari petugas yang berjaga, Tanjakan Kenteng aman untuk dilalui.

Berikut tips aman saat melewati Tanjakan Kenteng:

1. Pastikan Anda dan kendaraan dalam kondisi prima
2. Gunakan gigi satu atau gigi bawah
3. Tancap gas maksimal
4. Matikan AC kendaraan
5. Kendaraan beban berat, sebaiknya keluar di exit Tol Salatiga

Sebelumnya, beredar video di media sosial yang menunjukkan sebuah mobil tidak kuat menaiki Tanjakan Kenteng.

Beredarnya video ini disertai caption bahwa kemiringan tanjakan mencapai 50 derajat, dan kemudian dinyatakan tidak benar.

Berikut video dan informasi yang sempat beredar luas di media sosial:

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo 4 FAKTA TANJAKAN KENTENG


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Ketua KPU Persilakan Para Calon Kunjungi Lembaga Pendidikan asal...

Ketua KPU Persilakan Para Calon Kunjungi Lembaga Pendidikan asal...

Regional
Ada Pekerjaan 'Skybridge', Jalan Jatibaru Raya Dibuka Terbatas

Ada Pekerjaan "Skybridge", Jalan Jatibaru Raya Dibuka Terbatas

Megapolitan
Pengamat: Kampanye Negatif Boleh, tetapi Kampanye Positif Harus Diutamakan

Pengamat: Kampanye Negatif Boleh, tetapi Kampanye Positif Harus Diutamakan

Nasional
PPSU Temukan Botol Miras dalam Pembongkaran Rumah di Pekojan Jakbar

PPSU Temukan Botol Miras dalam Pembongkaran Rumah di Pekojan Jakbar

Megapolitan
ITB Harap Penelitiannya Berguna untuk Rekonstruksi Palu Pasca-Bencana

ITB Harap Penelitiannya Berguna untuk Rekonstruksi Palu Pasca-Bencana

Edukasi
Gelapkan 51 Sepeda Motor, Dua Ibu Rumah Tangga Ditangkap

Gelapkan 51 Sepeda Motor, Dua Ibu Rumah Tangga Ditangkap

Regional
3 Lokasi Ini Dipertimbangkan Jadi Area Hunian Tetap Bagi Korban Gempa Sulteng

3 Lokasi Ini Dipertimbangkan Jadi Area Hunian Tetap Bagi Korban Gempa Sulteng

Nasional
Kekeringan, 1.000 ASN Kota Bandung Gelar Shalat Minta Hujan di Balai Kota

Kekeringan, 1.000 ASN Kota Bandung Gelar Shalat Minta Hujan di Balai Kota

Regional
Polri: Banyak yang Catut Nama Kapolri Tito Karnavian

Polri: Banyak yang Catut Nama Kapolri Tito Karnavian

Nasional
Sambangi Syafi'i Maarif, Ma'ruf Amin Minta Saran Terkait Pilpres

Sambangi Syafi'i Maarif, Ma'ruf Amin Minta Saran Terkait Pilpres

Nasional
Perpanjangan Ganjil-Genap demi Penuhi Target Kecepatan 21 Km Per Jam

Perpanjangan Ganjil-Genap demi Penuhi Target Kecepatan 21 Km Per Jam

Megapolitan
Tak Ada di RKPD, Taufik Paksa Anggaran Rehab Kantor Lurah dan Camat Masuk APBD

Tak Ada di RKPD, Taufik Paksa Anggaran Rehab Kantor Lurah dan Camat Masuk APBD

Megapolitan
Selasa, Polisi Periksa Sohibul Iman Terkait Laporan Fahri Hamzah

Selasa, Polisi Periksa Sohibul Iman Terkait Laporan Fahri Hamzah

Megapolitan
Surabaya Dilewati Dua Sesar Aktif Berpotensi Gempa, Apa yang Dilakukan Pemkot?

Surabaya Dilewati Dua Sesar Aktif Berpotensi Gempa, Apa yang Dilakukan Pemkot?

Regional
PKS Perbolehkan Kampanye Negatif, Ini Tanggapan Ketua Bawaslu

PKS Perbolehkan Kampanye Negatif, Ini Tanggapan Ketua Bawaslu

Nasional
Close Ads X