Bola dan Buku untuk Anak Terduga Teroris di Surabaya - Kompas.com

Bola dan Buku untuk Anak Terduga Teroris di Surabaya

Kompas.com - 12/06/2018, 18:42 WIB
Gabungan suporter klub sepak bola mengggelar aksi solidaritas mengecam aksi terorisme, di Taman Suropati, Jakarta, Senin (14/5/2018). Dalam aksinya mereka berdoa dan menyalakan lilin sebagai simbol duka sekaligus perlawanan terkait rentetan serangan bom yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.MAULANA MAHARDHIKA Gabungan suporter klub sepak bola mengggelar aksi solidaritas mengecam aksi terorisme, di Taman Suropati, Jakarta, Senin (14/5/2018). Dalam aksinya mereka berdoa dan menyalakan lilin sebagai simbol duka sekaligus perlawanan terkait rentetan serangan bom yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.

SURABAYA, KOMPAS.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjenguk tiga anak warga Surabaya yang merupakan keluarga dari terduga teroris di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur, Selasa (12/6/2018).

Risma membawa oleh-oleh buku dan bola saat menjenguk anak-anak tersebut.

"Buku untuk anak yang selamat di Polrestabes Surabaya, sementara bola untuk anak yang alamatnya di Manukan Kulon. Dia kan suka main bola," kata Risma.

Baca juga: Elegi Anak-anak di Ledakan Bom Surabaya

Risma menuturkan, secara umum, kondisi kesehatan ketiga anak tersebut bagus. Mereka terlihat kembali ceria dan bermain.

"Kalau AS memang sudah sejak lama ingin bertemu saya. Tapi saya baru dapat kesempatan," kata Risma.

Sejak kejadian pada pertengahan Mei lalu, lanjut Risma, anak-anak tersebut selalu didampingi oleh psikiater untuk pemulihan psikis.

"Saya juga datangkan pendamping khusus dari universitas Islam untuk memudahkan mereka mengenal ajaran yang baik," ungkapnya.

Baca juga: Kisah Anak Pelaku Bom Sidoarjo yang Tolak Ajaran Ayahnya Jadi Teroris

Sejak Selasa, ketiga anak tersebut diserahkan ke Kemensos oleh Polda Jatim untuk diberi penanganan khusus lanjutan. Selain tiga anak dari Surabaya, juga ada tiga anak dari Sidoarjo yang merupakan keluarga terduga teroris yang diserahkan kepada Kemensos.

Direktur Rehabilitasi Sosial Anak, Nahar, mengatakan penanganan terhadap keenam anak tersebut sesuai dengan SOP Kemensos, dari penanganan medis, rehabilitasi sosial, pendampingan psikososial, dan reintegrasi sosial.

"Kami punya tempat khusus di beberapa daerah, nanti tergantung mana yang mereka lebih cocok dan nyaman," tuturnya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X