Kata Kapolda, Para Kapolres Stres karena Instruksi Kapolri soal Begal

Kompas.com - 12/06/2018, 17:54 WIB
Kapolda Lampung Irjen Suntana (kedua kiri) bersama Pelaksana Tugas Gubernur Lampung Didik Suprayitno (kiri) memeriksa pasukan dan kendaraan dinas saat Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Krakatau 2018 di lapangan Korpri Provinsi Lampung, Lampung, Rabu (6/6/2018). Operasi Ketupat Krakatau 2018 yang melibatkan 173.397 personel gabungan TNI-Polri dan Dinas Perhubungan, digelar dalam rangka pengamanan Idul Fitri 1419 Hijiriah. ANTARA FOTO/ArdiansyahKapolda Lampung Irjen Suntana (kedua kiri) bersama Pelaksana Tugas Gubernur Lampung Didik Suprayitno (kiri) memeriksa pasukan dan kendaraan dinas saat Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Krakatau 2018 di lapangan Korpri Provinsi Lampung, Lampung, Rabu (6/6/2018). Operasi Ketupat Krakatau 2018 yang melibatkan 173.397 personel gabungan TNI-Polri dan Dinas Perhubungan, digelar dalam rangka pengamanan Idul Fitri 1419 Hijiriah.

BANDARLAMPUNG, KOMPAS.com - Kapolda Lampung Irjen Pol Suntana mengatakan bahwa para kapolres dan kapolsek di wilayahnya stres setelah Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menginstruksikan jajarannya di Lampung untuk serius memberantas begal.

Menurut Suntana, mereka menilai, permasalahan begal bukan semata soal tindak kriminalnya.

"Permasalahan begal bukan hanya masalah tindak pidana, tapi juga harus dilihat faktor lainnya seperti masalah sosial ekonomi," kata dia di Bandarlampung, Senin (11/6/2018) malam.

Baca juga: Kapolri: Kalau Tidak Bisa Atasi Begal, Kapolresnya yang Saya Begal...

Selama ini, lanjut dia, polisi telah melakukan tindakan tegas terhadap pelaku begal. Namun, begal tidak bisa dihilangkan seratus persen mengingat ada permasalahan sosial, seperti pengangguran dan ekonomi.

"Saya sudah utarakan permasalahan tersebut kepada Kapolri," ujarnya.

Suntana menyebutkan, tindak pidana begal seperti teori balon. Jika satu titik dipencet, maka muncul kembali di tempat yang lain.

Baca juga: Ilegal, Spanduk Jalan Tol Pak Jokowi hingga Klakson Tiga Kali kalau Ingin #2019GantiPresiden

Menurut dia, untuk mengatasi begal, Polda beserta jajarannya tak hanya melakukan tindakan represif, tetapi juga melakukan upaya humanis di lokasi yang diduga tempat begal, antara lain dengan melakukan bakti sosial pemberian sembako, sunatan massal dan pengajian.

"Kami melakukan bakti sosial di wilayah banyak begal seperti Jabung, Sukadana, dan daerah lainnya," ujar dia.

Namun demikian, Suntana menegaskan, jajaran Polda Lampung akan segera menuntaskan persoalan begal di wilayahnya.

Baca juga: Viral Video Kendaraan Pemudik Mogok Lewati Tanjakan 50 Derajat di Tol Salatiga-Kartasura

Sebelumnya, di sela kunjungan kerja di Bakauheni, Senin (11/6/2018), Kapolri menginstruksikan kepada seluruh jajaran kapolres dan kapolsek, terutama di Lampung, untuk serius memberantas tindak kriminal begal.

"Saya minta seluruh Kapolres dapat mengatasi kasus pembegalan ini, kalau tidak bisa atasi begal, maka Kapolresnya yang saya begal. Pahamkan maksud saya," tegas Kapolri.

Tito juga meminta kepada Kapolres dan jajarannya harus membuat tim khusus untuk menangkap para pelaku pembegalan tersebut.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Regional
Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Regional
Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Regional
Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Regional
Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Regional
Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Regional
Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Regional
Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Regional
Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Regional
Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Regional
Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Regional
Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Regional
Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Regional
Saat 'New Normal', Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Saat "New Normal", Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X