ASN Penyebar Meme Presiden Jadi Pengemis, Dikenai Wajib Lapor

Kompas.com - 12/06/2018, 09:39 WIB
Penyebar meme Presiden Joko Widodo jadi pengemis Ali Hanafi (tengah) diamankan polisi.KOMPAS.com/FIRMANSYAH Penyebar meme Presiden Joko Widodo jadi pengemis Ali Hanafi (tengah) diamankan polisi.

BENGKULU, KOMPAS.com - Aparatur Sipil Negara ( ASN) Pemda Bengkulu Utara, Ali Hanafi, yang menyebarkan meme Presiden Joko Widodo dikenai wajib lapor.

"Sampai dengan saat ini pelaku telah diperiksa dan dikenai wajib lapor," kata Kasat Reskrim, Polres Bengkulu Utara, AKP Jufri, Selasa (12/6/2018).

Sementara status pelaku hingga kini masih sebagai saksi.

Ali diamankan polisi karena menyebarkan meme presiden seolah menjadi pengemis. Dalam meme tersebut terdapat tulisan: "Om Sedekahnya Dong Om!!...Buat Bayar Utang Negara".

Baca juga: Sebar Meme Presiden Jadi Pengemis, ASN di Bengkulu Diamankan Polisi

 

Meme itu didapatkannya dari grup whatsapp. Selanjutnya meme itu ia unggah di facebook dan menjadi lelucon.

Aktivitas Ali di dunia maya dipantau kepolisian dan diciduk saat pelaku sedang bertugas. Pelaku telah meminta maaf pada Presiden Joko Widodo melalui media.

Ia juga mengaku bersalah dan bodoh telah melakukan perbuatan yang menghina presiden.

"Saya mengaku bodoh dan meminta maaf pada presiden dan seluruh masyarakat Indonesia," pungkasnya.



Terkini Lainnya

Ada Masalah di Kantor, Penyerang Sopir Bus di Tol Cipali Dibayangi Ketakutan Dibunuh

Ada Masalah di Kantor, Penyerang Sopir Bus di Tol Cipali Dibayangi Ketakutan Dibunuh

Regional
Rumah dan Tabungan untuk Umrah Terbakar Habis, Kakek Ini Dapat Bantuan

Rumah dan Tabungan untuk Umrah Terbakar Habis, Kakek Ini Dapat Bantuan

Regional
Meski Banjir Setinggi 5 Meter, Sejumlah Manula Tetap Bertahan di Rumah

Meski Banjir Setinggi 5 Meter, Sejumlah Manula Tetap Bertahan di Rumah

Regional
Satu Lagi Jenazah Penumpang KM Nusa Kenari 02 Ditemukan

Satu Lagi Jenazah Penumpang KM Nusa Kenari 02 Ditemukan

Regional
SD di Maluku Kirim Surat, Orangtua Diminta Pahami Bakat dan Minat Anak

SD di Maluku Kirim Surat, Orangtua Diminta Pahami Bakat dan Minat Anak

Regional
Sengketa Tanah, Jurigan Durian Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Pensiunan Polisi dan Keluarga

Sengketa Tanah, Jurigan Durian Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Pensiunan Polisi dan Keluarga

Regional
Jembatan Penghubung Lampung-Sumsel Amblas, Evakuasi Truk Butuh 14 Hari

Jembatan Penghubung Lampung-Sumsel Amblas, Evakuasi Truk Butuh 14 Hari

Regional
4 Fakta di Balik Seserahan Xpander Rp 256 Juta, Jadi TKI 10 Tahun hingga Bantah Ingin Pamer

4 Fakta di Balik Seserahan Xpander Rp 256 Juta, Jadi TKI 10 Tahun hingga Bantah Ingin Pamer

Regional
Kondisi Penyerang Sopir Bus Safari di Tol Cipali Kritis dan Dirawat di ICU

Kondisi Penyerang Sopir Bus Safari di Tol Cipali Kritis dan Dirawat di ICU

Regional
Gunung Karangetang Luncurkan Guguran Lava

Gunung Karangetang Luncurkan Guguran Lava

Regional
Jemaah Ahmadiyah Akan Direlokasi ke Kecamatan Sembalun di Lombok Timur

Jemaah Ahmadiyah Akan Direlokasi ke Kecamatan Sembalun di Lombok Timur

Regional
Polisi Tangkap 4 Pelaku Pembuatan Uang Palsu di Gresik

Polisi Tangkap 4 Pelaku Pembuatan Uang Palsu di Gresik

Regional
Jaksa Belum Siap, Sidang Tuntutan Mafia Bola Kembali Ditunda

Jaksa Belum Siap, Sidang Tuntutan Mafia Bola Kembali Ditunda

Regional
Ada Tumpukan Pasir di Hutan Lindung, Monyet Ekor Panjang Menghilang

Ada Tumpukan Pasir di Hutan Lindung, Monyet Ekor Panjang Menghilang

Regional
'Rock Balancing Art', Seni Menata Batu Kali di Tengah Derasnya Aliran Sungai

"Rock Balancing Art", Seni Menata Batu Kali di Tengah Derasnya Aliran Sungai

Regional

Close Ads X