"Di Tengah Banyak Serangan, Pancasila Satu-satunya Ideologi yang Mampu Rekatkan Perbedaan" - Kompas.com

"Di Tengah Banyak Serangan, Pancasila Satu-satunya Ideologi yang Mampu Rekatkan Perbedaan"

Kompas.com - 11/06/2018, 20:25 WIB
Dalam rangkaian peringatan Bulan Bung Karno, DPD Taruna Merah Putih (TMP) Jawa Barat menggelar acara nonton bareng film Lima di kawasan Jalan Aceh, Kota Bandung, Minggu (10/6/2018).KOMPAS.com/Putra Prima Perdana. Dalam rangkaian peringatan Bulan Bung Karno, DPD Taruna Merah Putih (TMP) Jawa Barat menggelar acara nonton bareng film Lima di kawasan Jalan Aceh, Kota Bandung, Minggu (10/6/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Dalam rangkaian peringatan Bulan Bung Karno, DPD Taruna Merah Putih (TMP) Jawa Barat menggelar acara nonton bareng film Lima di kawasan Jalan Aceh, Kota Bandung, Minggu (10/6/2018).

Dalam kesempatan tersebut hadir tim pemenangan calon gubernur Hasanah (TB Hasanuddin -Anton Charliyan) Mathius Tandiontong dan Dwi Putro Aries Wibowo.

Film besutan sutradara Lola Amaria ini mengambil cerita tentang konsep Pancasila. Film yang dibintangi Prisia Nasution ini menceritakan bagaimana membumikan Pancasila ke dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, serta membangun narasi positif untuk melawan arus radikalisme yang berpotensi merusak kebhinekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Film yang luar biasa, bercerita mengenai konsep Pancasila yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sungguh di tengah banyak serangan, Pancasila adalah satu-satunya ideologi yang mampu merekatkan berbagai perbedaan," kata Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Abdy Yuhana sesusai nonton bareng.

Baca juga: HUT Bung Karno di Blitar, Ada Brokohan hingga Launching Kampung Pancasila

Menurut Abdy, momen nobar ini diharapkan menambah rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Apalagi, kata Abdy, saat ini marak terjadi intoleransi sehingga dibutuhkan cara-cara jitu untuk menumbuhkan rasa persatuan.

Film Lima sendiri diambil dari beberapa peristiwa yang banyak terjadi di masyarakat. Dalam instagramnya, sang sutradara Lola Amaria mengungkapkan film Lima ini merupakan visualisasi dari peristiwa yang terjadi di Indonesia belakangan ini.

"Film ini merupakan gambaran masyarakat Indonesia yang majemuk, tapi bisa mempertahankan persatuan," tulisnya.

Baca juga: Risma: Pancasila Rumah Kita yang Ber-Bhineka Tunggal Ika

Ketua DPD TMP Jabar Brando Susanto mengungkapkan, acara nonton bareng ini digelar dengan sasaran generasi muda agar lebih memahami nilai-nilai Pancasila. Ia menyebut, acara ini diikuti sedikitnya 100 peserta anak muda se-Kota Bandung.

"Kita sengaja membidik anak muda dengan bahasa mereka yaitu bahasa seni, sehingga pesan yang ingin disampaikan tercapai. Kita ingin generasi muda lebih aware terhadap Pancasila yang merupakan satu-satunya ideologi di Indonesia," tutur Brando.

Kompas TV Reza Rahadian ikut kampanye sekolah aman dan pembangunan infrastruktur sekolah yang rusak.


Komentar

Terkini Lainnya

Paslon 'Hati' Benar-benar Absen Debat Kedua Pilkada Probolinggo

Paslon "Hati" Benar-benar Absen Debat Kedua Pilkada Probolinggo

Regional
Pendiri Dinas Rahasia dan Mantan PM Korsel Meninggal di Usia 92 Tahun

Pendiri Dinas Rahasia dan Mantan PM Korsel Meninggal di Usia 92 Tahun

Internasional
Usai Mencuri, Maling Ini Jalan Berpapasan dengan Korban

Usai Mencuri, Maling Ini Jalan Berpapasan dengan Korban

Megapolitan
Langkah Penyelamatan Diri Saat Kapal Tenggelam

Langkah Penyelamatan Diri Saat Kapal Tenggelam

Nasional
Survei LSI Pilkada Kalimantan Timur: Elektabilitas Rusmadi-Safaruddin 24,5 Persen, Isran-Hadi 22,3 Persen

Survei LSI Pilkada Kalimantan Timur: Elektabilitas Rusmadi-Safaruddin 24,5 Persen, Isran-Hadi 22,3 Persen

Regional
Jelang Masa Tenang, KPU Ingatkan Seluruh Alat Peraga Harus Diturunkan

Jelang Masa Tenang, KPU Ingatkan Seluruh Alat Peraga Harus Diturunkan

Nasional
Ketua Forum RT/RW: Pasangan Hasanah, Figur yang Diperlukan Masyarakat Jabar

Ketua Forum RT/RW: Pasangan Hasanah, Figur yang Diperlukan Masyarakat Jabar

Regional
Pemprov DKI Buka Kemungkinan Laporkan Hilangnya Penutup Gorong-gorong 'Underpass' Mampang ke Polisi

Pemprov DKI Buka Kemungkinan Laporkan Hilangnya Penutup Gorong-gorong "Underpass" Mampang ke Polisi

Megapolitan
SBY hingga Ical Bakal Hadiri Kampanye Akbar Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi di Bogor

SBY hingga Ical Bakal Hadiri Kampanye Akbar Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi di Bogor

Regional
Forum Silaturahmi Masyarakat Magelang Doa Bersama untuk Dukung Ganjar-Yasin

Forum Silaturahmi Masyarakat Magelang Doa Bersama untuk Dukung Ganjar-Yasin

Regional
Mengapa Nama Pemain Islandia di Piala Dunia Banyak yang Berakhiran 'Son'?

Mengapa Nama Pemain Islandia di Piala Dunia Banyak yang Berakhiran "Son"?

Internasional
Kisah Kedekatan Polisi dengan Warga di Perbatasan RI, Brigpol Kresna Sudah Dianggap Keluarga

Kisah Kedekatan Polisi dengan Warga di Perbatasan RI, Brigpol Kresna Sudah Dianggap Keluarga

Regional
DPS dan DPSLN Pemilu 2019 Ditetapkan 186.379.878 Pemilih

DPS dan DPSLN Pemilu 2019 Ditetapkan 186.379.878 Pemilih

Nasional
KPU Tetap Sosialisasi PKPU Larangan Eks Koruptor 'Nyaleg' meski Belum Diundangkan

KPU Tetap Sosialisasi PKPU Larangan Eks Koruptor "Nyaleg" meski Belum Diundangkan

Nasional
Pangkas Pajak UMKM, Jokowi Dinilai Berpihak pada Rakyat Kecil

Pangkas Pajak UMKM, Jokowi Dinilai Berpihak pada Rakyat Kecil

Nasional

Close Ads X