Hashim: Banyak Jalan Tol yang Diresmikan Presiden Malah Kosong

Kompas.com - 11/06/2018, 19:59 WIB
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo saat berbicara dalam seminar Fraksi Partai Gerindra MPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/3/2018). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOWakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo saat berbicara dalam seminar Fraksi Partai Gerindra MPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/3/2018).

KUPANG, KOMPAS.com - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, menyebut, pembangunan infrastruktur di sejumlah wilayah di Indonesia hanya dinikmati oleh segelintir orang saja.

Hal itu disampaikan Hashim saat memberikan kuliah umum dan diskusi kebangsaan di aula Nibaki, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Nusantara Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (11/6/2018) sore.

Menurut Hashim, pembangunan jalan tol, misalnya, tidak bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat, karena tarifnya terlampau mahal.

"Presiden kita sering melakukan peresmian jalan tol, tapi banyak jalan tol setelah diresmikan malah kosong. Di Pulau Jawa, banyak yang kosong," ucap Hashim.

"Rakyat tidak mampu membayar tarif tol yang begitu mahal. Coba ditanya kawan-kawan atau keluarga di Pulau Jawa. Sopir truk dan rakyat biasa, tidak mampu membayar jalan tol karena mahal," sambungnya.

Baca juga: Jika Rest Area Tutup Sementara, Pemudik Diminta Isi BBM di Luar Tol

Di Medan, Sumatera Utara, lanjut Hashim, ada jalan tol yang baru tiga bulan diresmikan, tapi saat ini kosong, karena untuk jalan sejauh 30 kilometer, warga harus bayar jalan Rp 41.000, sehingga kalau pulang pergi itu harus bayar Rp 82.000.

Tarif itu sebut Hashim tentu sangat mahal. Jika digunakan secara rutin setiap hari, maka sebulan, masyarakat harus mengeluarkan uang sebesar Rp 2,4 juta.

Hashim mengaku, beberapa waktu lalu pernah bertemu dan mendengar langsung keluhan dari seorang pedagang asal Medan, yang mengeluh soal mahalnya tarif jalan tol.

"Pertanyaannya jalan tol dan jembatan layang ini dibangun untuk siapa? Presiden lupa, kalau pembangunan infrastruktur ini harus untuk rakyat banyak, bukan untuk segelintir manusia saja," imbuhnya.

Hashim pun mengakui, pembangunan ekonomi Indonesia tumbuh cepat, tapi bukan untuk semua warga.

Baca juga: Presiden: Rute Alternatif Tol Jakarta-Bogor Segera Dibangun

Pemerintah saat ini, kata Hashim, hanya fokus pada infrastruktur saja.

"Infrastruktur itu penting, tapi yang lain juga penting, seperti pendidikan, kesehatan dan ekonomi," tutupnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X